Kapal perusak Jepang Arare (1937)

Kapal perusak Kekaisaran Jepang

Arare (, "Hujan batu es")[1] adalah kapal kesepuluh sekaligus terakhir dari kelas Asashio yang dibangun untuk Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada pertengahan tahun 1930-an dibawah Program Lingkaran Dua (Maru Ni Keikaku). Ia juga merupakan kapal pertama dalam kelas Asashio yang tenggelam.

(Kekaisaran Jepang)
Nama: Arare
Asal nama: Kapal perusak Jepang Arare (1905)
Dipesan: 1934 (tahun fiskal)
Pembangun: Arsenal Angkatan Laut Maizuru
Pasang lunas: 5 Maret 1937
Diluncurkan: 16 November 1937
Mulai berlayar: 15 April 1939
Dicoret: 31 Juli 1942
Nasib: Tenggelam pada 4 Juli 1942
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis: Kapal perusak kelas-Asashio
Berat benaman: 2370 ton panjang (2408 t)
Panjang:
  • 111 m (364 ft) (perpendikuler)
  • 115 m (377 ft 4 in) (garis air)
  • 118,3 m (388 ft 1 in) (keseluruhan)
Lebar: 10,3 m (33 ft 10 in)
Sarat air: 3,7 m (12 ft 2 in)
Tenaga: 51000 shp (38031 kW)
Pendorong:
  • Turbin bergir Kampon 2 poros
  • 3 pendidih
Kecepatan: 34,85 knot (40,10 mph; 64,54 km/h)
Jangkauan:
  • 5700 nmi (10600 km) pada 10 kn (19 km/h)
  • 960 nmi (1780 km) pada 34 kn (63 km/h)
Awak kapal: 230 orang
Senjata:

PembangunanSunting

Kapal perusak kelas Asashio merupakan penerus dari kelas Shiratsuyu. Kapal dalam kelas Asashio berukuran lebih besar dan tentunya lebih kuat dibanding kelas Shiratsuyu. Itu karena para insinyur perkapalan Jepang sudah tidak terikat lagi dengan Traktat Angkatan Laut London. Kapal dalam kelas ini dirancang untuk memanfaatkan keunggulan Jepang dalam teknologi torpedo, dan untuk mendampingi pasukan utama Jepang dan dalam pertempuran siang dan malam melawan Angkatan Laut Amerika Serikat di Samudra Pasifik.[2] Meski menjadi salah satu kelas perusak terkuat di dunia pada saat selesai dibangun, tidak ada satupun dari mereka yang sintas dari Perang Pasifik.[3]

Arare mulai dibangun di Arsenal Angkatan Laut Maizuru pada tanggal 5 Maret 1937, diluncurkan pada tanggal 16 September 1937, dan ditugaskan pada tanggal 15 April 1939.[4] Setelah selesai, ia ditugaskan ke Armada Kedua sebagai bagian dari Divisi Perusak ke-18 dalam Skuadron Perusak ke-2 dibawah komando Komandan Tomoe Ogata.

Sejarah operasionalSunting

Kala penyerangan Pearl Harbor, Arare bermarkas di Etorofu pada Kepulauan Kuril, dan bertugas sebagai pengawal untuk Armada Serbu Induk yang dikomandoi Laksamana Nagumo untuk menjaga armada tanker yang menemani armada serbu tersebut. Dia kembali ke Kure pada tanggal 24 Desember 1941.[5]

Pada bulan Januari 1942, Arare mengawal kapal induk Akagi dan Kaga menuju Truk, lalu pergi ke Rabaul untuk mendukung pendaratan pasukan Jepang di Rabaul dan Kavieng. Dia kembali bersama Zuikaku dari Palau menuju Yokosuka pada tanggal 13 Februari. Arare menghabiskan waktunya dalam pelatihan patroli. Pada tanggal 17 Maret, dia berangkat Yokosuka dengan Shōkaku dan Zuikaku ke Staring-baai di Sulawesi, Hindia Belanda.

Arare berangkat ke Staring-baai pada tanggal 27 Maret untuk mengawal kapal induk dalam Serangan Samudra Hindia setelah Jepang melakukan serangan udara ke Kolombo dan Trincomalee di Ceylon. Dia kembali ke Kure pada tanggal 23 April untuk diperbaiki. Arare berlayar dari Saipan pada tanggal 3 Juni sebagai bagian dari pengawalan bagi konvoi pasukan Pertempuran Midway. Setelah itu, dia mengawal kapal penjelajah Kumano dan Suzuya dari Truk kembali ke Kure.

Pada tanggal 28 Juni, Arare ditugaskan untuk mengawal Chiyoda menuju Kiska di Kepulauan Aleut dalam misi pemberian suplai. Sekitar 7 mil laut (13 km; 8,1 mi) timur dari Kiska di 52°0′N 177°40′E / 52.000°N 177.667°E / 52.000; 177.667, selama Aksi 5 Juli 1942 bagian tengah Arare terkena torpedo yang diluncurkan oleh kapal selam USS Growler. Ia pun meledak dan tenggelam serta kehilanga 104 awak kapal. Laksamana Ogata adalah satu diantara 42 korban yang diselamatkan oleh kapal perusak Shiranui.[6] Dia dicoret dari daftar angkatan laut pada tanggal 31 Desember 1942.

CatatanSunting

  1. ^ Nelson. Japanese-English Character Dictionary. page 946
  2. ^ Peattie & Evans, Kaigun .
  3. ^ Globalsecurity.org, IJN Asashio class destroyers
  4. ^ Nishidah, Hiroshi (2002). "Asashio class 1st class destroyers". Materials of the Imperial Japanese Navy. 
  5. ^ Allyn D. Nevitt (1998). "IJN Arare: Tabular Record of Movement". combinedfleet.com. 
  6. ^ Brown, David (1990). Warship Losses of World War Two. Naval Institute Press. ISBN 1-55750-914-X. 

ReferensiSunting

  • D'Albas, Andrieu (1965). Death of a Navy: Japanese Naval Action in World War II. Devin-Adair Pub. ISBN 0-8159-5302-X. 
  • Brown, David (1990). Warship Losses of World War Two. Naval Institute Press. ISBN 1-55750-914-X. 
  • Howarth, Stephen (1983). The Fighting Ships of the Rising Sun: The Drama of the Imperial Japanese Navy, 1895–1945. Atheneum. ISBN 0-689-11402-8. 
  • Jentsura, Hansgeorg (1976). Warships of the Imperial Japanese Navy, 1869–1945. US Naval Institute Press. ISBN 0-87021-893-X. 
  • Nelson, Andrew N. (1967). Japanese–English Character Dictionary. Tuttle. ISBN 0-8048-0408-7. 
  • Watts, Anthony J (1967). Japanese Warships of World War II. Doubleday. ASIN B000KEV3J8. 
  • Whitley, M J (2000). Destroyers of World War Two: An International Encyclopedia. London: Arms and Armour Press. ISBN 1-85409-521-8. 

Pranala luarSunting