Kameleon macan (Furcifer pardalis) adalah spesies kameleon yang ditemukan di bagian timur dan utara Madagascar[2] di bioma hutan tropis. Selain itu, telah menyebar ke Réunion dan Mauritius.

Infobox spesiesKameleon macan
Furcifer pardalis
Panther chameleon (Furcifer pardalis) male Montagne d’Ambre.jpg
Male
Panther chameleon (Furcifer pardalis) female Montagne d’Ambre (2).jpg
Rekaman
Status konservasi
Status iucn3.1 LC.svg
Risiko rendah
IUCN 172955
Taksonomi
(tanpa takson)Sauria ·
InfrakelasLepidosauromorpha ·
SuperordoLepidosauria ·
OrdoSquamata ·
(tanpa takson)Episquamata ·
(tanpa takson)Toxicofera ·
UpaordoIguania ·
FamiliChamaeleonidae ·
UpafamiliChamaeleoninae ·
GenusFurcifer ·
SpesiesFurcifer pardalis
Cuvier, 1829
Tata nama
Sinonim takson
  • Chamaeleo pardalis Cuvier 1829[1]
  • Chamaeleo ater Lesson 1832
  • Cyneosaura pardalis Gray 1865
  • Chamaeleo guentheri Boulenger 1888
  • Chamaeleon longicauda Günther 1891
  • Chamaeleon axillaris Werner 1899
  • Chamaeleon krempfi Chabanaud 1923
  • Chamaeleo niger Duméril & Bibron 1836
  • Chamaeleon pardalis Werner 1911
  • Chamaeleon guentheri Werner 1911
Distribusi
Furcifer pardalis distribution.png
Ubah data ini di Wikidata

TaksonomiSunting

Kameleon macan pertama kali dideskripsikan oleh naturalis Prancis Georges Cuvier pada tahun 1829.[2] Nama genusnya yakni Furcifer diambil dari kosakata dalam Bahasa Latin, kata dasar furci bermakna "bercabang dua" dan mengacu pada bentuk kaki hewan ini.[3] Nama yang lebih specifik yaitu pardalis mermakna "pola warna pada hewan", yakni seperti "macan kumbang" atau "corak seperti macan kumbang".[4] Istilah kameleon sendiri dalam bahasa Indonesia (juga chameleon (atau chamaeleon dalam bahasa Inggris) diambil dari bahasa Latin yaitu chamaeleō, yang diambil dari Yunani Kuno χαμαιλέων (khamailéōn), sebuah senyawa dari χαμαί (khamaí) "di atas tanah" dan λέων (léōn) "singa".

DeskripsiSunting

 
Male, Nosy Be form
 
Male, Réunion

Kameleon macan jantan dapat tumbuh hingga 20 sentimeter (7,9 in) panjangnya, memiliki panjang khas sekitar 17 sentimeter (6,7 in). Betina lebih kecil, sekitar setengah ukuran. Dalam bentuk dimorfisme seksual, jantan lebih berwarna cerah daripada betina. Warna bervariasi menurut lokasi, dan pola warna kameleon yang berbeda biasanya disebut secara 'lokal', yang dinamai menurut lokasi geografis tempat hewan tersebut ditemukan.[5]

RujukanSunting

  1. ^ "Synonyms of Panther Chameleon (Furcifer pardalis)". Encyclopedia of Life. Diakses tanggal 24 December 2013. 
  2. ^ a b Andreone, F.; Guarino, F. M.; Randrianirina, J. E. (2005). "Life history traits, age profile, and conservation of the panther chameleon, Furcifer pardalis (Cuvier 1829), at Nosy Be, NW Madagascar" (PDF). Tropical Zoology. 18 (2): 209–225. doi:10.1080/03946975.2005.10531221. ISSN 0394-6975. 
  3. ^ Le Berre, François; Richard D. Bartlett (2009). The Chameleon Handbook. Barron's Educational Series. hlm. 4. ISBN 978-0-7641-4142-3. 
  4. ^ Padilla, Michael J.; Ioannis Miaoulis (2002). From bacteria to plants. Prentice Hall. hlm. 30. ISBN 978-0-13-054059-1. 
  5. ^ Ferguson, Gary; James B. Murphy; Jean-Baptiste Ramanamanjato; Achille P. Raselimanana (2004). The Panther chameleon: color variation, natural history, conservation, and captive management. Krieger Publishing Company. hlm. 54, 62–63. ISBN 978-1-57524-194-4. 

Bacaan lebih lanjutSunting

  • Ferguson, Gary W.; Gehrmann, William H.; Karsten, Kristopher B. (January 2003). "Do panther chameleons bask to regulate endogenous vitamin D3 production?". Physiological and Biochemical Zoology. 76 (1): 52–59. doi:10.1086/374276. PMID 12695986. 
  • Dierenfeld, Ellen S.; Norkus, Edward B.; Carroll, Kathryn; Ferguson, Gary W. (27 June 2002). "Carotenoids, vitamin A, and vitamin E concentrations during egg development in panther chameleons (Furcifer pardalis)". Zoo Biology. 21 (3): 295–303. doi:10.1002/zoo.10039. 

Pranala luarSunting