Kabupaten Kutai Barat

Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia

Kutai Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Pusat pemerintahan kabupaten ini terletak di Sendawar. Kabupaten Kutai Barat merupakan pemekaran dari wilayah Kabupaten Kutai yang telah ditetapkan berdasarkan UU. Nomor 47 Tahun 1999. Secara Geografis Kabupaten Kutai Barat terletak antara 113'048'49" sampai dengan 116'032'43" BT serta di antara 103'1'05" LU dan 100'9'33" LS. Kutai Barat memiliki luas sekitar 20.384,60 km² dan jumlah penduduk penduduk sebanyak 165.938 jiwa tahun 2020 dengan pertumbuhan sebanyak 1,13%.[2]

Kabupaten Kutai Barat
Kalimantan 1rightarrow blue.svg Kalimantan Timur
Lambang Kabupaten Kutai Barat
Lambang

Semboyan: Tanaa Purai Ngeriman
artinya : Tanah Subur Makmur Melimpah Ruah
Lokasi Kalimantan Timur Kabupaten Kutai Barat.svg
Kabupaten Kutai Barat berlokasi di Kalimantan
Kabupaten Kutai Barat
Kabupaten Kutai Barat
Kabupaten Kutai Barat berlokasi di Indonesia
Kabupaten Kutai Barat
Kabupaten Kutai Barat
Koordinat: 0°35′39″S 115°30′57″E / 0.59417°S 115.51575°E / -0.59417; 115.51575
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Timur
Tanggal peresmian4 Oktober 1999
Dasar hukumUU No. 47 Tahun 1999
Hari jadi5 November[1]
Ibu kotaKota Sendawar
Pemerintahan
 • BupatiFransiskus Xaverius Yapan, SH
 • Wakil BupatiEdyanto Arkan, SE
Luas
 • Total20.384,60 km2 (7,870,54 sq mi)
Populasi
 • Total165.938 jiwa
 • Kepadatan8/km2 (20/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 52,93%
Protestan 31,57%
Katolik 21,36%
Islam 46,90%
Hindu 0,07%
Buddha 0,02%
Lainnya 0,08%[3][2]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0545
Kode Kemendagri64.07 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan16 kecamatan
Jumlah kelurahan4 kelurahan
Jumlah desa190 desa
DAURp 621.912.861.000,00- (2020)[4]
APBDRp. 2,064 triliun (2013)[5]
IPMIncrease 71,19 (2020)
( Tinggi )[6]
Bandar udaraBandara Melalan
Flora resmiAnggrek hitam
Fauna resmiMacan dahan kalimantan
Situs webwww.kubarkab.go.id

Kabupaten Kutai Barat berbatasan dengan Kabupaten Mahakam Ulu di sebelah utara, Kabupaten Kutai Kartanegara di sebelah timur, Kabupaten Penajam Paser Utara di sebelah selatan dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Kabupaten Kutai Barat terbagi menjadi 16 kecamatan dan 190 kampung.[2][7]

Berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2013, Kabupaten Kutai Barat dimekarkan lagi melahirkan kabupaten baru yaitu Kabupaten Mahakam Ulu. Setelah pemekaran tinggal 15 kecamatan yang bertahan bergabung dalam Kabupaten Kutai Barat, terkecuali Kecamatan Long Apari, Long Pahangai, Long Bagun, Long Hubung dan Laham menjadi bagian Kabupaten Mahakam Ulu[8].

GeografiSunting

Kabupaten Kutai Barat merupakan kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Kutai yang dibentuk berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999.[9] Secara geografis Kutai Barat terletak di antara 113045’05”-116031’19” BT dan 1031’35”-1010’16” LS.

Batas WilayahSunting

Batas-batasnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Mahakam Ulu
Timur Kabupaten Kutai Kartanegara
Selatan Kabupaten Paser
Barat Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah

Letak Desa-desa pada umumnya berada di Daerah tepian sungai (119 desa), di daerah dataran (86 desa) dan di lereng/punggung bukit (18 desa). Mayoritas Penduduk Kabupaten Kutai Barat adalah Masyarakat Adat yang terdiri dari bermacam suku Dayak, bahasa, adat-istiadat serta kultur dan budayanya. Konsepsi kepemilikan wilayah-wilayah Adat (kawasan kelola) dipahami mereka secara utuh dalam satu kesatuan berdasarkan faktor genealogis dan teritorial yang ada, berdasarkan asal usul (sejarah) yang sudah ada secara turun-temurun jauh sebelum Republik Indonesia ada.

IklimSunting

Karakteristik iklim Kabupaten Kutai barat termasuk dalam kategori iklim tropika humida, dengan rata-rata curah hujan tertinggi terdapat pada bulan April dan terendah pada bulan Agustus serta tidak menunjukkan adanya bulan kering atau sepanjang bulan dalam satu tahun selalu terdapat sekurang-kurangnya tujuh hari hujan. Namun dalam tahun-tahun terakhir ini, keadaan iklim di Kabupaten Kutai Barat terkadang tidak menentu. Pada bulan-bulan yang seharusnya turun hujan dalam kenyataannya tidak hujan, atau sebaliknya pada bulan-bulan yang seharusnya kemarau bahkan terjadi hujan dengan dengan musim yang lebih panjang.

Temperatur minimum umumnya terjadi pada bulan Oktober sampai dengan Januari sedangkan temperatur maksimum terjadi antara bulan Juli sampai dengan bulan Agustus. Daerah beriklim seperti ini tidak mempunyai perbedaan yang jelas antara musim hujan dan musim kemarau. Pada musim angin barat hujan turun sekitar sekitar bulan Agustus sampai bulan Maret, sedangkan pada musim timur hujan relatif kurang, hal ini terjadi pada sekitar bulan April sampai bulan September.[10]

PemerintahanSunting

Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kutai Barat pada tahun 2019 -2024 sebanyak 25 orang. Di mana 6 Anggota DPRD merupakan wakil dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai Golongan Karya (Golkar), Hati Nurani Rakyat (Hanura), Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) masing-masing 3 Kursi. Kemudian Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Nasional Demokrat (Nasdem) masing-masing 2 Kursi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Perindo masing-masing 1 Kursi.

Daftar BupatiSunting

No. Bupati Awal Menjabat Akhir Menjabat Ket. Wakil Bupati
1
  Ir.
Rama Alexander Asia
1999
2001
[ket. 1]
2001
2006
[ket. 2]
Ismael Thomas
S.H.
2
  Ismael Thomas
S.H., M.Si.
2006
2011
[ket. 3]
H.
Didik Effendi
S.Sos., M.Si.
19 April 2011
19 April 2016
[ket. 4]
3
  F.X. Yapan
S.H.
19 April 2016
Petahana
[ket. 5]
H.
Edyanto Arkan
S.E.
H.
M. Syirajuddin S.H., M.T.
26 September 2020
5 Desember 2020
[ket. 6]
Keterangan
  1. ^ Penjabat bupati
  2. ^ Bupati definitif pertama
  3. ^ Bupati pertama hasil dari Pilkada Kubar 2006
  4. ^ Periode kedua[11]
  5. ^ Bupati kedua hasil dari Pilkada Kubar 2016[12]
  6. ^ Penjabat sementara (pjs.) bupati, menggantikan Bupati-Wabup Kutai Barat definitif yang cuti pilkada[13]

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019
Sebelum Pemekarana[14]
2014-2019
Sesudah Pemekaranb[15]
2019-2024 [16]
  PKB 3 2 1
  Gerindra 3 2   2
  PDI Perjuangan 12   14 6
  Golkar 1   1   3
  NasDem 0   0   2
  PKS 1   1   1
  Perindo (baru) 1
  PAN 2   2   3
  Hanura 1   1   3
  Demokrat 2   2   3
Jumlah Anggota 25   25   25
Jumlah Partai 8   8   10
Keterangan:
aDPRD Kutai Barat dan DPRD Mahakam Ulu
bDPRD Kutai Barat
Nomor Ketua Wakil Ketua Periode Keterangan
1 F.X. Yapan Bonifasius Belawan Geh
Syaparuddin
2014 – 2015 [17]
Jackson John Tawi Paul Vius
Arkadius Elly
2015 – 2019 [18][19]

KecamatanSunting

Kabupaten Kutai Barat terdiri dari 16 kecamatan, 4 kelurahan, dan 190 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 158.560 jiwa dengan luas wilayah 20.381,59 km² dan sebaran penduduk 8 jiwa/km².[20][21]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Kutai Barat, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
64.07.07 Barong Tongkok 2 19 Desa
Kelurahan
64.07.14 Bentian Besar 9 Desa
64.07.12 Bongan 16 Desa
64.07.08 Damai 17 Desa
64.07.11 Jempang 12 Desa
64.07.15 Linggang Bigung 11 Desa
64.07.05 Long Iram 11 Desa
64.07.06 Melak 2 4 Desa
Kelurahan
64.07.18 Mook Manaar Bulatn 16 Desa
64.07.09 Muara Lawa 8 Desa
64.07.10 Muara Pahu 12 Desa
64.07.16 Nyuatan 10 Desa
64.07.13 Penyinggahan 6 Desa
64.07.20 Sekolaq Darat 8 Desa
64.07.17 Siluq Ngurai 16 Desa
64.07.19 Tering 15 Desa
TOTAL 4 190
 
Masjid Islamic Center Kutai Barat

Kabupaten Kutai Barat dibagi menjadi beberapa kecamatan dan setiap kecamatan dibagi menjadi beberapa kampung (setingkat desa/kelurahan). Terdapat 16 kecamatan yang ada di Kutai Barat, yaitu:

No Nama Kecamatan Ibu Kota Kecamatan
1 Barong Tongkok Barong Tongkok
2 Bentian Besar Dilang Puti
3 Bongan Resak III
4 Damai Damai
5 Jempang Tanjung Isuy
6 Muara Lawa Muara Lawa
7 Penyinggahan Penyinggahan
8 Muara Pahu Muara Pahu
9 Melak Melak
10 Mook Manor Bulatn Gunung Rampah
11 Nyuatan Dempar
12 Linggang Bigung Linggang Bigung
13 Long Iram Long Iram
14 Sekolaq Darat Sekolaq Darat
15 Siluq Ngurai Muhur
16 Tering Tering

DemografiSunting

Suku bangsa di Kutai Barat antara lain:[22][23]

No. Suku Bangsa Prosentase
1 Suku Dayak Tunjung 24,2 %
2 Suku Dayak Benuaq 19,9 %
3 Suku Kutai 15,5 %
4 Suku Jawa 10,7 %
5 Suku Dayak Bahau 9,3 %
6 Suku Banjar 4,5 %
7 Suku Bugis 3,2 %
8 Suku Dayak Kenyah 2,4 %
9 Suku Dayak Bentian 2,3 %
10 Suku Dayak Bakumpai 1,7 %
11 Suku Dayak Penihing/Aoheng 1,7 %
12 Suku Dayak Kayan 1,4 %
13 Suku Dayak Seputan 0,6 %
14 Suku Dayak Bukat 0,2 %
15 Suku Dayak Luangan 0,2 %
16 Suku Batak 0,2 %

PariwisataSunting

Objek wisataSunting

Objek wisata yang terdapat di Kutai Barat di antaranya adalah sebagai berikut:

Lamin Tolan dan Danau TolanSunting

Lamin Tolan satu-satunya Lamin di Kabuaten Kutai Barat yang benar-benar dapat disebut asli dan unik. Selain dapat dikatakan berumur paling tua (± 200 tahun), lamin ini secara konstruksi dibangun secara tradisional karena semua bahan-bahannya dibuat tidak menggunakan alat modern, semuanya dibuat secara manual. Demikian pula spesifikasinya, misalnya lantai menggunakan rotan, dindingnya dibuat dari kulit kayu, bahan pengikat tidak menggunakan paku, melainkan rotan, baik di bagian atap maupun bagian lainnya. Jadi benar-benar unik.

Lamin ini merupakan lamin Suku Dayak Benuaq, Lamin ini terletak di Kampung Lambing, Muara Lawa, Kutai Barat. Dari Sendawar ibu kota Kabupaten Kutai Barat berjarak ± 45 KM. Di sekitar lamin terdapat kompleks pekuburan khas Suku Dayak Benuaq, pengunjung bisa melihat Lungun, Templaaq, Kererekng dan Selokng. Selanjutnya bisa pula menyaksikan panorama Danau Tolan.[butuh rujukan]

Danau Jempang dan danau-danau lainnyaSunting

Danau Jempang terletak di Kecamatan Jempang dengan luas kurang lebih 150 km² (15.000 ha). Danau yang ada di Kojo (100 ha), Danau Berambai (30 ha), Danau Malinau (25 ha), dan Danau Loa Maong (100 ha). Semua danau-danau ini merupakan penghasil ikan air tawar yang memasok sebagian besar ikan air tawar di Kalimantan Timur.

Kersik LuwaySunting

Letaknya di Kecamatan Sekolaq Darat, lebih kurang 15 Km dari Desa Melak. Luas area taman ini 50 km². Tiga jenis anggrek yang terdapat di tempat ini antara lain: Anggrek Hitam (Coelogyne Pandurata), Erya Vania, Erya Florida, (Coelogyne Rocus Soini) dan (Bulpophylum Mututina) serta beberapa jenis kantung semar.

Fasilitas di lokasi terdapat ruang informasi, fasilitas kebutuhan bagi wisatawan tersedia di Melak. Untuk berkunjung ke tempat ini dapat dicapai dengan kapal sungai dari Samarinda-Melak, dilanjutkan dengan kendaraan roda empat atau roda dua.

Kampung adat DayakSunting

Mencimai, Benung, Engkuni Pasek dan Pepas Eheng adalah desa-desa yang didiami oleh Suku Dayak Benuaq, terdapat lamin yang jaraknya 7 km dari Terminal Kampung Tongkok dan sebagai pusat seni Suku Benuaq. Di desa Mencimai terdapat Museum Mencimai yang berisikan data dan informasi kehidupan suku Dayak Benuaq dalam berladang, berburu dan kehidupan kemasyarakatan lainnya, lengkap dengan foto dan penjelasannya. Museum ini dibangun atas bantuan biaya seorang wisatawan Jepang. Lamin yang dihuni oleh masyarakat di desa-desa ini adalah Lamin Mencimai, Lamin Benung, Lamin Engkuni dan Lamin Eheng.

Air Terjun Jantur GemuruhSunting

Objek wisata air terjun Jantur Gemuruh terletak di desa Mapan. Keistimewaan Air Terjun Jantur Gemuruh ini terdapat candi peninggalan Hindu yang dikenal dengan batu Begulur. Terdapat juga lorong-lorong yang dibuat di bawah tanah dengan lapisan batu yang panjangnya 50 meter. Lokasi ini cocok untuk dijadikan lokasi penelitian pihak kepurbakalaan.

Desa TeringSunting

Terletak di tepi Sungai Mahakam Kecamatan Long Iram. Di desa Tering bermukim masyarakat Suku Bahau yang ramah menerima tamu dengan kesenian Hudoq. Fasilitas yang tersedia antara lain Lamin adat dan Warung Art Shop. Upacara yang terkenal adalah Lamelah Tenan, Laliq Iqbal dan Hudoq Apah.

Untuk mengunjungi tempat ini dapat dicapai dengan kapal sungai dari Samarinda ke Datah Bilang selama 2 hari.

ReferensiSunting

  1. ^ Pemkab Kutai Barat - Sejarah
  2. ^ a b c d "Kabupaten Kutai Barat Dalam Angka 2021" (pdf). www.kubarkab.bps.go.id. hlm. 8, 58. Diakses tanggal 2 April 2021. 
  3. ^ a b "Jumlah Penduduk di Provinsi Kalimantan Timur 2019". www.dkp3a.kaltimprov.go.id. Diakses tanggal 26 Februari 2020. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 25 Januari 2021. 
  5. ^ http://www.kubarkab.go.id/berita-detail.php?id=1214.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  6. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2 020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 25 Januari 2021. 
  7. ^ Profil Kabupaten Kutai Barat
  8. ^ Mendagri Resmikan Kabupaten Mahakam Ulu dan Kaltara
  9. ^ (Inggris) Decentralisation of policies affecting forests and estate crops in Kutai Barat District, East Kalimantan. CIFOR. 2001. hlm. 1. ISBN 979876482X.  ISBN 978-979-8764-82-0
  10. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama BPS Kab. Kubar 2011
  11. ^ "Thomas-Didik Dilantik 19 April". Tribun Kaltim. 4 Maret 2011. Diakses tanggal 12 November 2016. 
  12. ^ "FX Yapan dan Edyanto Arkan Resmi Memimpin Kubar". korankaltim.com. 20 April 2016. Diakses tanggal 12 November 2016. [pranala nonaktif permanen]
  13. ^ "Gubernur Kaltim Melantik Lima Pjs Kabupaten Dan Kota Di Kaltim". kutaibaratkab.go.id. Diakses tanggal 27 September 2020. 
  14. ^ , Koran Kaltim: [1][pranala nonaktif permanen], diakses 14 Mei 2014
  15. ^ [2] Pro Kaltim - DPRD Kubar dan Mahulu Segera Dilantik
  16. ^ [3][pranala nonaktif permanen] RRI - KPU Kubar Tetapkan 25 Anggota DPRD Terpilih Dalam Pemilu Serentak 2019
  17. ^ Koran Kaltim: [4][pranala nonaktif permanen], diakses 14 Oktober 2014.
  18. ^ Prokal, 20 Maret 2015, Paul Vius Gantikan Bonifasius Jadi Wakil Ketua DPRD Kubar, dikunjungi pada 29 Mei 2020.
  19. ^ Kabar Kubar, 9 September 2015, Yapan Jadi Calon Bupati, John Tawi Jadi Ketua DPRD Kubar, dikunjungi pada 29 Mei 2020.
  20. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  21. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  22. ^ Sumber: Badan Pusat Statistik - Sensus Penduduk Tahun 2000)
  23. ^ (Inggris) Haug, Michaela (2009). Kemiskinan dan desentralisasi di Kutai Barat: dampak otonomi daerah terhadap kesejahteraan Dayak Benuaq. Centaurus Verlag & Media KG. hlm. 7. ISBN 9791412464. ISBN 9789791412469}}

Pranala luarSunting