Buka menu utama

Kabupaten Kapuas Hulu

kabupaten di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia

Kabupaten Kapuas Hulu adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Putussibau yang dapat ditempuh lewat transportasi sungai Kapuas sejauh 846 km, lewat jalan darat sejauh 814 km dan lewat udara ditempuh dengan pesawat berbadan kecil dari Pontianak melalui Bandar Udara Pangsuma. Memiliki luas wilayah 29.842 km² dan berpenduduk 222.160 menurut hasil Sensus Penduduk Tahun 2010.

Kabupaten Kapuas Hulu
Lambang Kapuas Hulu.png
Lambang Kabupaten Kapuas Hulu


Moto: Bumi Uncak Kapuas
"Hulu Bumi Kapuas"



Locator map of Kapuas Hulu Regency in West Kalimantan.svg
Peta lokasi Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat
Koordinat:
Provinsi Kalimantan Barat
Dasar hukum -
Tanggal peresmian 1 Juni 1869
Ibu kota Putussibau
Pemerintahan
- Bupati AM. Nasir
APBD
- DAU Rp. 782.050.975.000.-(2013)[1]
Luas 29.842 km2
Populasi
- Total 277.556 jiwa (2015)
- Kepadatan 9,3 jiwa/km2
Demografi
- Agama Islam 54.21%
Katolik 32.99%
Kristen Protestan 12.51%
Budha 0.15%
Konghucu 0.10%
Hindu 0.03%
- Kode area telepon 0567
- Bandar udara Bandar Udara Pangsuma
Pembagian administratif
- Kecamatan 23
Simbol khas daerah
Situs web http://www.kapuashulukab.go.id

GeografisSunting

Batas WilayahSunting

Batas-batas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut:

  1. Utara berbatasan dengan Sarawak, Malaysia Timur
  2. Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sintang
  3. Barat berbatasan dengan Kabupaten Sintang
  4. Timur berbatasan dengan Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur dan Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah

PemerintahanSunting

EkonomiSunting

Hasil hutan di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan Putussibau dan Semitau jadi andalan utama roda perekonomian Kapuas Hulu. Hasilnya berupa kayu bulat yang terbagi dalam tiga kelompok, meranti, rimba campuran dan kayu indah.

Di sektor perikanan, Kapuas Hulu tergolong habitat puluhan jenis ikan hias, seperti arwana (arowana) dan ulanguli. Habitat ikan ini hanya ada di dalam Danau Sentarum. Di kawasan lain seperti kawasan hulu sungai Kapuas, Embaloh, Mendalam dan Sibau dengan hasil seperti ikan jelawat, semah, toman, tengadak, belida, lais, entokan dan baung.

TransportasiSunting

Kabupaten ini memiliki sebuah lapangan terbang yang terletak di kota Putussibau, yaitu Bandar Udara Pangsuma (Bandara Pangsuma) yang memiliki Panjang Landasan/Arah/PCN: 1.004 x 23 m / 10-28 / 5 FCZU, tergolong Kelas IV dengan kemampuan bisa untuk mendarat jenis pesawat DHC-6 serta memiliki Terminal Domestik seluas 240 m2.

Sosial BudayaSunting

SkaKMAD-KH (Sekretariat Komunikasi Masyarakat Adat Dayak Kapuas Hulu)Sunting

Didirikan pada tahun 2004. Tujuannya bersama masyarakat adat Kapuas Hulu dalam mempertahankan wilayah adat dan mengelola sumber daya alam secara adil dan lestari berdasarkan kearifan lokal serta memperjuangkan kedaulatan masyarakat adat Dayak dalam bidang pendidikan, sosial budaya, ekonom dan politik demi tercapai kesejahteraan dan keadilan masyarakat adat Dayak Kapuas Hulu. Anggotanya terdiri dari 12 Ketemenggungan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.

OlahragaSunting

Kabupaten Kapuas Hulu memiliki klub sepak bola, yaitu:

Persatuan Sepak bola Kapuas Hulu saat ini berada di Divisi 1 Liga Amatir Indonesia.

Rencana/Rumor Pemekaran DaerahSunting

Kabupaten Banua LandjakSunting

Kecamatan yang mungkin bergabung ke dalam kabupaten ini meliputi:

  1. Badau
  2. Batang Lupar
  3. Embaloh Hulu
  4. Empanang
  5. Puring Kencana

Kabupaten SentarumSunting

Kecamatan yang bergabung ke dalam kabupaten ini meliputi:

  1. Hulu Gurung
  2. Jongkong
  3. Selimbau
  4. Suhaid
  5. Semitau
  6. Seberuang
  7. Silat Hilir
  8. Silat Hulu

Kota PutussibauSunting

Kecamatan yang mungkin bergabung ke dalam kota ini meliputi:

  1. Putussibau Selatan
  2. Putussibau Utara

Kalis Mentebah Bunut Hulu Boyan Tanjung Pengkadan

ReferensiSunting

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 

Pranala luarSunting