Kabupaten Intan Jaya

kabupaten di Indonesia, di pulau Papua


Kabupaten Intan Jaya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua Tengah, Indonesia. Daerah ini dulunya pernah menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Paniai. Kabupaten ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, H. Mardiyanto pada tanggal 26 November 2008. Kabupaten ini berpenduduk 137.171 jiwa pada akhir tahun 2023.[2]

Kabupaten Intan Jaya
Bandar Udara Bilorai
Bandar Udara Bilorai
Lambang resmi Kabupaten Intan Jaya
Peta
Peta
Kabupaten Intan Jaya di Maluku dan Papua
Kabupaten Intan Jaya
Kabupaten Intan Jaya
Peta
Kabupaten Intan Jaya di Indonesia
Kabupaten Intan Jaya
Kabupaten Intan Jaya
Kabupaten Intan Jaya (Indonesia)
Koordinat: 3°24′37″S 136°42′30″E / 3.41016°S 136.70837°E / -3.41016; 136.70837
Negara Indonesia
ProvinsiPapua Tengah
Tanggal berdiri26 November 2008
Dasar hukumUU Nomor 54 Tahun 2008 [1]
Ibu kotaSugapa
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Distrik: 8
  • Kampung: 97
Pemerintahan
 • BupatiNatalis Tabuni
 • Wakil BupatiYann Kobogoyauw
 • Sekretaris DaerahAsir Mirip
Luas
 • Total3.922,00 km2 (1,514,29 sq mi)
Populasi
 (31 Desember 2023)[2][3]
 • Total137.171
 • Kepadatan35/km2 (91/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 0,26% Islam
  • 0,07% Kepercayaan
  • 0,01% Hindu[2][4]
 • BahasaIndonesia (resmi)
Moni
 • IPMKenaikan 50,39 (2023)
 rendah [5]
Zona waktuUTC+09:00 (WIT)
Kode BPS
9435 Edit nilai pada Wikidata
Pelat kendaraanPA xxxx I**
Kode Kemendagri94.07 Edit nilai pada Wikidata
DAURp 724.911.374.000,00- (2020)
Situs webwww.intanjayakab.go.id

Geografi

sunting

Kabupaten Intan Jaya terletak di kawasan Pegunungan Tengah Papua. Wilayahnya didominasi oleh dataran tinggi, namun wilayah dataran rendah dapat ditemukan di Distrik Tomosiga serta sebagian kecil wilayah Distrik Mbiandoga dan Agisiga.[6]

Batas Wilayah

sunting

Batas Wilayah Kabupaten Intan Jaya adalah sebagai berikut;[3]

Utara Masirei (Kabupaten Waropen)
Timur Doufo, Beoga, Ilaga (Kabupaten Puncak)
Selatan Dumadama, Bibida, Ekadide, Aradide (Kabupaten Paniai)
Barat Bogoboida (Kabupaten Paniai), Napan (Kabupaten Nabire)

Letak geografis Kabupaten Intan Jaya yang berada di dataran tinggi menyebabkan suhu udara yang rendah di wilayah tersebut. Suhu udara maksimum adalah 25,02 derajat celcius dan suhu minimum adalah 12,15 derajat celcius dimana suhu tertinggi terjadi pada bulan April yaitu 28,8 derajat celcius sedangkan suhu terendah pada bulan September adalah 9,2 derajat celcius.

Pemerintahan

sunting

Daftar Bupati

sunting
No Bupati Mulai Menjabat Akhir Menjabat Periode Wakil Bupati
(1)   Natalis Tabuni 12 Desember 2017 petahana 2
(2017)
Yann Kabogoyauw

Dewan Perwakilan

sunting

DPRD Intan Jaya beranggotakan 25 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Intan Jaya yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 18 Desember 2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Nabire, Erenst Jannes Ulaen, di Aula Maranatha Malompo, Nabire.[7][8] Komposisi anggota DPRD Intan Jaya periode 2019-2024 terdiri dari 12 partai politik dimana Partai Demokrat adalah partai politik pemilik kursi terbanyak setelah berhasil meraih 4 kursi, kemudian disusul oleh PDI Perjuangan, Partai NasDem, dan Partai Hanura yang masing-masing berhasil meraih 3 kursi.[9]Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Intan Jaya dalam dua periode terakhir.[10][11]

Partai Politik Jumlah Kursi pada Periode
2014-2019 2019-2024
PKB 2   1
Gerindra 0   2
PDI-P 2   3
Golkar 1   0
NasDem 0   3
Garuda (baru) 2
PKS 1   1
Perindo (baru) 2
PPP 1   1
PAN 2   2
Hanura 4   3
Demokrat 5   4
PKPI 2   1
Jumlah Anggota 20   25
Jumlah Partai 9   12

Konflik bersenjata

sunting
  • 17 September 2020: Pratu Dwi Akbar tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Hiabu.[12] Pasca kejadian, TNI mengumpulkan warga setempat untuk mencari senjata api yang dirampas oleh KKB.[13]
  • 19 September 2020: Pendeta Yeremia Zanambani ditemukan tewas tertembak. Pendeta Yeremia merupakan Ketua Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Puteri korban meyakini bahwa pelaku penembakan merupakan anggota TNI yang memiliki kedekatan dengan keluarganya.[14] Pihak TNI membantah hal tesebut dan menuduh KKB memutarbalikkan fakta.[15] Berdasarkan hasil penyelidikan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) diduga ada keterlibatan aparat dan kemungkinan pihak ketiga dalam kasus penembakan ini.[16]
  • Pasca penembakan pendeta Yeremia, penduduk Hitadipa mengungsi.[17]
  • Setidaknya telah terjadi lima kali konflik bersenjata antara aparat keamanan dengan KKB yang menewaskan 2 prajurit TNI, 1 orang warga sipil, dan 1 orang anggota KKB sejak Januari sampai dengan Februari tahun 2021.[18]
  • Polres Intan Jaya menetapkan status keamanan siaga satu di Intan Jaya akibat aksi penembakan yang dilakukan oleh KKB. Gangguan keamanan ini juga membuat roda pemerintahan di Kabupaten Intan Jaya tidak berjalan. Bupati Intan Jaya dan jajarannya meninggalkan ibukota Sugapa. Diperkirakan sekitar 1.000 orang warga mengungsi ke Kompleks Pastoran Gereja Katholik Mikael Bilogai, Distrik Sugapa. Untuk mengatasi gangguan keamanan ini, pemerintah mengirimkan pasukan tambahan ke Kabupaten Intan Jaya.[19]

Referensi

sunting
  1. ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-07-12. Diakses tanggal 16 Februari 2020. 
  2. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 9 April 2024. 
  3. ^ a b "Kabupaten Intan Jaya Dalam Angka 2020". www.intanjayakab.bps.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-06-10. Diakses tanggal 10 Juni 2020. 
  4. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Intan Jaya". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 16 Februari 2020. 
  5. ^ "[Metode Baru] Indeks Pembangunan Manusia (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020) 2021-2023". www.papua.bps.go.id. Diakses tanggal 9 April 2024. 
  6. ^ "Keadaan Geografis – Kabupaten Intan Jaya" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2021-04-10. 
  7. ^ Rumyaan (19-12-2019). "25 Anggota DPRD Intan Jaya Periode 2019-2024 Dilantik". papualives.com. Diakses tanggal 08-01-2020. 
  8. ^ "25 Anggota DPRD Intan Jaya Dilantik". suarapapua.com. Radar Pagi. 18-12-2019. Diakses tanggal 08-01-2020. 
  9. ^ "25 Anggota DPRD Intan Jaya Periode 2019-2024 Dilantik". nabire.net. 18-12-2019. Diakses tanggal 08-01-2020. 
  10. ^ "Info Pemilu 2019". KPU RI. Diakses tanggal 08-01-2020. 
  11. ^ "KPU Intan Jaya Tetapkan 25 Daftar Calon Terpilih Aggota DPRD". papuasatu.com. 07-08-2019. Diakses tanggal 08-01-2020. 
  12. ^ Briantika, Adi. "Kematian Pendeta Yeremia: Cari Pembunuh Tentara, Warga Ditembak". Tirto.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2021-04-10. 
  13. ^ "Pendeta Yeremia tewas ditembak di Papua, keluarga tuntut pelakunya diadli di peradilan HAM". BBC News Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2021-04-10. 
  14. ^ "Putri Pendeta Yeremia: Ayah Bilang pada Ibu Ditembak TNI". CNN Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2021-04-10. 
  15. ^ Sulaiman, M. Reza (2020-09-21). "Bantah TNI, Ini Kronologi Penembakan Pendeta Yeremia Versi OPM". Suara.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2021-04-10. 
  16. ^ Rachmawati, ed. (2020-11-10). "Menyoal Penembakan Pendeta Yeremia di Papua, Keluarga Tuntut Pelaku Diadili di Peradilan HAM". Kompas.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2021-04-10. 
  17. ^ "Warga Hitadipa Papua Masih Mengungsi Minta TNI Ditarik Keluar". CNN Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2021-04-10. 
  18. ^ "Penembakan di Intan Jaya membuat sekitar 600 warga 'mengungsi karena takut', mengapa konflik terus terjadi?". BBC News Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2021-04-10. 
  19. ^ Kurniati, Pythag, ed. (2021-02-18). "Fakta-fakta KKB Masuk Kota di Intan Jaya, Ribuan Warga Mengungsi hingga Ratusan Brimob Dikirim ke Papua". Kompas.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2021-04-10. 

Pranala luar

sunting