Buka menu utama

Seorang "jihobbyist" adalah suatu istilah yang diciptakan oleh Jarret Brachman untuk menggambarkan seseorang yang bukan anggota aktif suatu organisasi jihad keras seperti Al-Qaeda atau Al Shabaab di Somalia, akan tetapi orang tersebut memilki kekaguman dan antusiasme terhadap jihad dan Islam radikal.[1]

Penciptaan istilah dan ciri-ciri para jihobbyistSunting

Istilah ini diciptakan oleh Jarret Brachman dalam bukunya, Global Jihadism: Theory and Practice, pada tahun 2008 .[2] Brachman adalah seorang mantan direktur penelitian pada institut Combating Terrorism Center (Pusat Perlawanan Terorisme), Akademi Militer Amerika Serikat .[1][2] Ia menjelaskan dalam kata pengantar bukunya bahwa ia menciptakan istilah baru tersebut untuk menggambarkan orang yang tanpa dukungan al-Qaeda atau organisasi jihad lainnya, dengan upaya sendiri, mendukung tujuan kelompok organisasi tersebut.[3] Para jihobbyist "adalah penggemar seperti orang pada umumnya menggemari klub sepakbola. Akan tetapi bagi jihobbyist, olahraganya adalah Al-Qaeda," ia menjelaskan dalam sebuah wawancara setelah kejadian Penembakan Fort Hood tahun 2009 oleh Nidal Malik Hasan, seorang Muslm tentara Amerika yang menunjukkan ketertarikan pada situs-situs jihad dan pemikiran jihad dalam beberapa bulan sebelum kejadian penembakan tersebut terjadi.[4][5][6] Dalam bukunya, Brachman mengatakan bahwa seorang jihobbyist "bisa jadi seorang penggemar gerakan Jihad global, seseorang yang menikmati memikirkan dan melihat aktivitas kelompok-kelompok jihad tersebut dari deret terdepan tapi kebanyakan mereka tidak punya hubungan dengan al-Qaida atau kelompok Jihad formal lainnya."[7]

Ia menjelaskan dalam suatu wawancara di PBS NewsHour dengan Gwen Ifill pada bulan January 2010 bahwa seorang jihobbyist biasanya "seseorang yang bersorak dari bangku penonton dan menganggap jihad sebagai suatu hobi saja". Hanya sedikit dari mereka yang benar-benar telah melakukan serangan A few have perpetrated actual attacks as well.[2]

KritikSunting

The Jawa Report menggunakan istilah "eHadis" untuk menggambarkan orang-orang tersebut, mengusulkan bahwa istilah ini lebih sesuai.[8]

Aaron Weisburd, yang mendirikan situs Internet Haganah, mengkritik istilah tersebut, ia menuliskan: "Permasalahannya adalah istilah jihobbyist mengandung makna bahwa orang-orang tersebut tidak serius, dan mereka bukanlah suatu ancaman. Padahal, kenyataannya mereka menunggu waktu, kesempatan dan hubungan yang memungkinkan mereka menjadi pejuang jihad benar-benar."[9][10] Brachman menanggapinya dengan berkata, "[Istilah jihobbyist memiliki] potensi untuk berguna karena istilah ini memperkenalkan beberapa ruang abu-abu dalam sebuah diskusi: istilah ini membenarkan bahwa orang bisa saja mendukung al-Qaida dan mengharapkan kematian bagi orang Amerika, tanpa mereka harus 'bergabung' secara resmi", dan bahwa "Istilah, 'Jihobbyism,' juga mengandung resiko menciptakan dikotomi keliru antara orang yang benar-benar 'melakukan' dan orang-orang yang hanya 'berbicara'. Premis kalimat ini cacat karena 'berbicara' adalah salah satu bentuk 'melakukan'. Meskipun konsekuensi berbicara bisa saja tertunda, akan tetapi seperti yang sudah kita pelajari, berbicara justru bisa lebih berbahaya daripada meledakkan segala sesuatu: berbicara bisa bertujuan melipatgandakan dampak".[11][12]

Pemakaian tambahanSunting

The Jawa Report mengamati pada bulan November 2009 bahwa "para pejuang jihad tidak hanya ada dalam ruang khusus pribadi mereka sendiri. Mereka saling tergantung, saling dukung, saling mengirimi propaganda yang akhirnya saling memperkuat radikalisme masing-masing, dan saling menunggu transformasi masing-masing dari... seorang 'jihobbyist' menjadi seorang teroris."[13]

Sebuah editorial di surat kabar The Dallas Morning News pada bulan Februari 2010 menuliskan "ada yang sangat salah di negara kita ketika kegilaan  ... menjadi suatu titik temu politik. Hal bisa merujuk pada sekelompok "jihobbyist" memuji serangan terakhir ekstremis Muslim, atau pada segelintir orang aneh yang berpikir bahwa Timothy McVeigh adalah benar dalam meledakkan Gedung Pemerintahan Federal Alfred P. Murrah di Oklahoma City."[14] Evan Kohlmann, pada sebuah artikel di Februari 2010 berjudul "A Beacon for Extremists: The Ansar Al-Mujahideen Web Forum" (Sebuah Suar bagi Para Ekstremis: Forum Daring Ansar Al-Mujahidin), menulis bahwa al-Khurasani adalah "dulunya seorang 'mujahid' daring terkemuka" yang "dicap sebagai orang aneh, sampai akhirnya ia meledakkan dirinya sendiri di sebuah pangkalan Central Intelligence Agency di Afghanistan tenggara atas perintah dari kaum Taliban Pakistan."[15]

Colleen LaRose, yang pernah diselidiki atas tindak terorisme dan pernah dikenal di dunia daring dengan julukan "Jihad Jane" adalah salah satu contoh seorang jihobbyist.[16]

Lihat jugaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Counter-terrorism experts say Jihad Jane represents a threat from online 'jihobbyists'". Oneindia News. March 20, 2010. Diakses tanggal May 27, 2010. 
  2. ^ a b c "Attack on CIA in Afghanistan Blamed on Double Agent". PBS NewsHour. January 5, 2010. Diakses tanggal May 27, 2010. 
  3. ^ Jarret Brachman (2008). Global jihadism: theory and practice. Taylor & Francis. ISBN 9780203895054. Diakses tanggal May 27, 2010. 
  4. ^ Montopoli, Brian (November 12, 2009). "Critics Say "Political Correctness" Caused Fort Hood - Political Hotsheet". CBS News. Diakses tanggal June 5, 2010. 
  5. ^ "Links to imam followed in Fort Hood investigation". Star Tribune. November 8, 2009. Diakses tanggal June 5, 2010. 
  6. ^ "Point Person: Our Q&A with Jarret Brachman". The Dallas Morning News. November 25, 2009. Diakses tanggal May 27, 2010. 
  7. ^ Brachman, Jarret M. (24 July 2008). Global Jihadism: Theory and Practice. Taylor & Francis. hlm. 19–. ISBN 978-0-203-89505-4. 
  8. ^ Shackleford, Rusty (March 11, 2010). "ABC: 'Net Posse Tracked 'Jihad Jane' for Three Years". The Jawa Report. Diakses tanggal May 27, 2010. 
  9. ^ ""Responsa: The Pros and Cons with "Jihobbyism", Society for Internet Research, December 8, 2009". Sofir. December 6, 2009. Diakses tanggal June 5, 2010. 
  10. ^ Tim Stevens (December 9, 2009). "Jihobbyism: What's In A Name?". The International Centre for the Study of Radicalisation and Political Violence. Diakses tanggal May 27, 2010. 
  11. ^ "The Pros and Cons with "Jihobbyism"". Jarret Brachman. December 6, 2009. Diakses tanggal June 5, 2010. 
  12. ^ ""Responsa: The Pros and Cons with "Jihobbyism", Society for Internet Research, December 8, 2009". Sofir. December 8, 2009. Diakses tanggal June 5, 2010. 
  13. ^ "The Jawa Report: Hasan Friend Was Jihad Enthusiast, Linked to NY City Radical Muslim (Hasan also Linked?)". The Jawa Report. November 17, 2009. Diakses tanggal May 27, 2010. 
  14. ^ "Editorial: No heroism in Austin suicide attack". The Dallas Morning News. February 19, 2010. Diakses tanggal May 27, 2010. 
  15. ^ Evan Kohlmann, "A Beacon for Extremists: The Ansar Al-Mujahideen Web Forum", CTC Sentinel, February 2010, accessed May 27, 2010
  16. ^ "Jihad Jane case suggests rising threat from online 'jihobbyists'". The Christian Science Monitor. March 19, 2010. Diakses tanggal May 27, 2010. 

CatatanSunting

Brachman, Jarret (2008). Global Jihadism: Theory and Practice. Taylor & Francis. ISBN 9780203895054.