Buka menu utama

Jalur kereta api Pabrik Spiritus Wates–Mojokerto Kota–Gemekan

Jalur kereta api Pabrik Spiritus Wates–Mojokerto Kota–Gemekan adalah jalur kereta api nonaktif di Jawa Timur, digunakan untuk menghubungkan pabrik-pabrik gula di Mojokerto yakni PG Brangkal, Sumengko, Dinoyo, Mojoagung, Solorejo, Sentanan Lor, dan sebuah pabrik spiritus di Wates. Sebagian jalur kereta apinya termasuk dalam Wilayah Aset VIII Surabaya.

Jalur kereta api Pabrik Spiritus Wates–Mojokerto Kota–Gemekan
Modjokerto-Survey Directorate Head Quarters Armed Forces Netherlands East Indies-1946-Leiden University Libraries, Colonial Collection (KIT).jpg
Peta Mojokerto pada tahun 1946 yang menujukkan jaringan tram kota Mojokerto.
Ikhtisar
JenisJalur lintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan
StatusTidak beroperasi
TerminusPabrik Spiritus Wates
Gemekan
Operasi
Dibuka1889-1909
Ditutup1943
PemilikWilayah Aset VIII Surabaya
DepotMojokerto OJS (Miji)
Data teknis
Panjang rel11,8 km
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi20 s.d. 40 km/jam
Peta Jalur kereta api Mojokerto–Gemekan–Ngoro
Tampak jalur KA yang mengarah ke Pabrik Spirtus Wates, serta kanan foto yang berupa luapan air dari Sungai Brantas.

Jalur ini disebut-sebut sebagai modal awal Oost-Java Stoomtram Maatschappij (OJS) untuk mengembangkan usahanya.

Foto udara kompleks Pabrik Spiritus Wates
Emplasemen Pabrik Spiritus Wates

Jalur ini, sebagai Mojokerto–Gemekan–Ngoro, telah selesai dibangun pada tanggal 1 Oktober 1889 untuk segmen Mojokerto Kota–Mojoagung, sedangkan pada tanggal 1 Januari 1890 selesai untuk Mojoagung–Ngoro. Adapun percabangan menuju Dinoyo selesai pada tanggal 5 Maret 1892.[1] Perpanjangan ke Pabrik Spiritus Wates dilakukan pada tahun 1909.[2]

Dalam praktiknya, jalur kereta api ini sebenarnya terpisah dengan jalur trem Ujung–Krian, dan OJS juga tidak merencanakan menyambung jalurnya mengingat adanya proyek pembangunan jalur Wonokromo–Tarik yang letaknya sejajar dengan jalur trem ini.[3]

Jalur ini memotong emplasemen barat Stasiun Mojokerto dan tidak ada wesel ke stasiun utama Staatsspoorwegen tersebut karena ukuran penampang relnya berbeda.

Tampak para tentara Belanda sedang berdiskusi, perhatikan sisi kanan yang menunjukan kondisi rel jalur kereta api Mojokerto–Ngoro segmen Trowulan yang telah mengalami kerusakan.

Percabangan menuju DinoyoSunting

Dari Stasiun Gemekan terdapat cabang menuju Dinoyo dengan panjang lintas 8 km yang diresmikan pada 5 Maret 1892. Percabangan ini merupakan sebuah jalur yang digunakan untuk melayani pengangkutan hasil produksi Pabrik Gula Dinoyo, tidak ada halte maupun stasiun di sepanjang percabangan ini.

Jalur beserta cabangnya kemungkinan dinonaktifkan pada tahun 1943 karena dibongkar oleh pekerja romusha Jepang atau mengalami kerusakan akibat Agresi Militer I. Walaupun nama-nama perhentiannya sempat tercatat dalam data, tetapi tidak mampu menyelamatkan jalur dan perhentian-perhentiannya dari kepunahan.[4]

Jalur terhubungSunting

Lintas aktifSunting

Lintas nonaktifSunting

Layanan kereta apiSunting

Tidak ada layanan kereta api yang dijalankan di jalur ini.

Daftar stasiunSunting

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas OJS 2 Mojokerto
Segmen Pabrik Spiritus Wates–Mojokerto Kota
Diresmikan pada tanggal 1909 oleh Oost-Java Stoomtram Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
Pabrik Spiritus Wates km 2+865 lintas Mojokerto Kali–Wates Tidak beroperasi  
Mojokerto Kali
(Sentanan Lor)
MJK km 0+000 Tidak beroperasi
- Pasar Kliwon km 0+400 Tidak beroperasi
- Sentanan Kidul SEK km 1+100 Tidak beroperasi
Perpotongan dengan jalur SS Kertosono–Wonokromo
Segmen Mojokerto Kota–Gemekan
Diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1889
4800 Mojokerto OJS
(Mojokerto Kota)
MKT Miji, Kranggan, Mojokerto km 1+500 Tidak beroperasi  
- Penarip PIP km 2+700 Tidak beroperasi
- Kedungsono KUS km ? Tidak beroperasi
- Kepindon KIN km 4+700 Tidak beroperasi
- Kedungpring KGP km 5+800 Tidak beroperasi
- Brangkal OJS BRK km 7+800 Tidak beroperasi
- Gemekan GMK km 8+900 Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [5][6][7]


ReferensiSunting

  1. ^ Oost-Java Stoomtram Maatschappij (1902). Verslag der Oost-Java Stoomtram Maatschappij. Den Haag: OJS. 
  2. ^ Archiv für Eisenbahnwesen. 48. 1925. 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  5. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  6. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  7. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia