Buka menu utama

Jalur kereta api Merak–Tanahabang adalah jalur kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia di Jawa yang menghubungkan Stasiun Merak dengan Stasiun Tanahabang. Jalur ini dioperasikan oleh Daerah Operasi I Jakarta. Jalur ini merupakan jalur paling barat di Jawa.

Jalur kereta api Merak–Tanahabang
COLLECTIE TROPENMUSEUM Riviergezicht met spoorbrug over de Bantam rivier. TMnr 60005544.jpg
Jembatan Kereta api melintasi sungai di Banten sekitar awal abad ke-20
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
TerminusMerak
Tanahabang
Stasiun34
Operasi
Dibangun olehStaatsspoorwegen
Dibuka1899-1914
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi I Jakarta
Data teknis
Jenis relR54, R42
Lebar sepur1.067 mm
ElektrifikasiTanahabang–Serpong (1994–1997)
Serpong–Parungpanjang (2009)
Parungpanjang–Maja (2011–2013)
Maja–Rangkasbitung(2016–2017)
Kecepatan operasi60 s.d. 100 km/jam
Tebing tanah yang digali dan dipadatkan untuk lintasan baru
Wilayah kerendahan yang tengah diurug

Jalur Stasiun Tanahabang ke Stasiun Maja merupakan segmen yang saat ini sudah digandakan. Sampai sekarang, jalur ini tidak memiliki percabangan jalur sama sekali selain di Tonjong Baru menuju Pelabuhan Bojonegara dan Krenceng menuju Stasiun Cigading, tetapi dahulu jalur ini memiliki percabangan di beberapa tempat, antara lain di Rangkasbitung menuju Labuan dan Krenceng menuju Anyer Kidul.

Daftar isi

SejarahSunting

PembangunanSunting

Staatsspoorwegen menanamkan pengaruhnya di wilayah Banten sejak tahun 1890-an. Hal ini mulai dilakukan setelah suksesnya pembangunan jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa. Infrastruktur di wilayah Banten (kala itu dieja Bantam) terus dikembangkan agar mobilitas masyarakat meningkat, dan sejak itu pula, proyek pembangunan jalur kereta api lintas barat Jawa mulai digulirkan.

SS mulai membangun jalur ini mulai dari Stasiun Batavia, memutar ke utara melewati Gerbang Amsterdam, lalu menuju Duri, dan bertemu di Tanahabang. Dari Tanahabang, jalurnya dibangun ke arah barat sampai ke Rangkasbitung. Jalur ini selesai pada tanggal 1 Oktober 1899. Dari Rangkasbitung jalur diteruskan sampai ke Serang pada 1 Juli 1900 dan berakhir di dekat pelabuhan Anyer Kidul pada tanggal 20 Desember 1900. Empat belas tahun kemudian, jalur kereta api yang menuju Merak telah selesai untuk mengakomodasi Pelabuhan Merak yang lebih dekat untuk menyeberang ke Lampung.[1]

Pembangunan jalur ganda dan elektrifikasiSunting

Tragedi Bintaro 1987 di petak jalan Sudimara–Kebayoran rupanya telah memberikan ilham terhadap masa depan perkeretaapian Indonesia. Salah satu hal yang memberi pengaruh adalah terkait sejarah pembangunan jalur ganda dan elektrifikasi untuk kereta api jarak jauh dan perkotaan di Pulau Jawa.

Proses elektrifikasi jalur kereta api di lintas ini dilakukan berbarengan dengan rencana pembukaan layanan baru KRL Jabotabek, yaitu Serpong Ekspres. Untuk mendukungnya, sejak 1990–1994, gardu listrik aliran atas (LAA) mulai dibangun di sepanjang lintas ini, serta jalur ganda untuk mengakomodasi volume KRL yang terus bertambah. Dengan dinyalakannya gardu listrik di Karet, Limo, dan Jurangmangu berturut-turut per 3 Juli, 3 Agustus, dan 3 Desember 1994, KRL akhirnya dapat beroperasi di jalur Tanahabang–Serpong. Kapasitas lintas ini kemudian ditambah seiring selesainya gardu LAA di Stasiun Serpong dan eks-Stasiun Pondok Betung per April 1997.[2]

Peningkatan juga dilakukan oleh PT KA dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian di banyak stasiun. Stasiun Serpong yang saat ini ada, diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 4 Juli 2007 sebagai stasiun percontohan dengan arsitektur modern, bersamaan dengan peresmian dan peningkatan jalur segmen Tanahabang–Serpong menjadi jalur ganda.[3]

Peningkatan juga dilakukan setelah peresmian Stasiun Serpong. Jalur ganda mulai diperpanjang lagi sebagai bagian dari rencana perpanjangan relasi KRL Serpong Ekspres. Stasiun Parungpanjang mulai melayani perjalanan KRL sejak 2009.[4] Pada bulan Mei 2012, jalur ganda dan perpanjangan jaringan jalur KRL menuju Maja mulai diuji coba.[5] Stasiun Maja, sejak tanggal 17 April 2013, sudah melayani KRL/Commuter Line.[6]

Sejak 2013, petak rel antara Stasiun Maja hingga Stasiun Rangkasbitung dibangun menjadi jalur ganda[7]. Pembangunan jalur ganda ini diperkirakan akan menghabiskan biaya hingga Rp765 miliar, dan diharapkan telah selesai pada 2016 sehingga dapat digunakan untuk mengoperasikan KRL Commuter Line hingga ke Rangkasbitung[8]. Pada Desember 2014, telah dilakukan proses gali uruk dan pemadatan badan jalan (formation layer) pada lintasan baru antara Stasiun Maja dan Citeras, serta pemasangan tiang-tiang LAA (listrik aliran atas) di sekitar Stasiun Rangkasbitung.

Dengan selesainya jalur ganda dan elektrifikasi Tanahabang–Rangkasbitung, segmen ini hanya dilayani KRL saja per 1 April 2017.[9]

Jalur terhubungSunting

Lintas aktifSunting

Lintas nonaktifSunting

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas ekonomiSunting

KRL Commuter LineSunting

BarangSunting

Daftar stasiunSunting

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 1 MerakAngke
Segmen MerakCilegon
Diresmikan pada tanggal 1 Desember 1914 oleh Staatsspoorwegen Westerlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta
Lintas jalur tunggal
0101 Merak MER Kompleks Pelabuhan Merak, Pulo Merak, Cilegon km 148+125 +3 m Beroperasi  
0106 Krenceng KEN Kebonsari, Citangkil, Cilegon km 137+910 +16,15 m Beroperasi  
0107 Cilegon CLG Jombang Wetan, Jombang, Cilegon km 134+287 +14 m Beroperasi  
Segmen Anyer KidulSerang Diresmikan pada tanggal 20 Desember 1900[1]
0108 Tonjong Baru TOJ Tonjong, Kramatwatu, Serang km 126+558 +4 m Beroperasi  
0111 Karangantu KRA Banten, Kasemen, Serang km 121+621 +3,61 m Beroperasi  
0120 Serang SG Jalan Ki Tapa, Cimuncang, Serang, Serang km 113+446 +17 m Beroperasi  
Segmen SerangRangkasbitung Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1900
0122 Walantaka WLT Tegalsari, Walantaka, Serang km 104+908 +25 m Beroperasi  
0123 Silebu SIB Silebu, Kragilan, Serang km 101+576 +30 m Tidak beroperasi
0124 Cikeusal CKL Cikeusal, Cikeusal, Serang km 97+328 +25 m Beroperasi  
0125 Pasirmanggu PIM Dahu, Cikeusal, Serang km 94+370 Tidak beroperasi
0126 Catang CT Bojong Catang, Tunjung Teja, Serang km 90+647 +17 m Beroperasi  
0127 Jambu Baru JBU Bojong Pandan, Tunjung Teja, Serang km 86+340 +18 m Beroperasi  
0130 Rangkasbitung●↓ RK Jalan Stasiun Rangkasbitung 1, Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung, Lebak km 79+694 +22 m Beroperasi  
Segmen RangkasbitungDuri Diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1899
0201 Citeras CTR Citeras, Rangkasbitung, Lebak km 69+835 +48 m Beroperasi  
Lintas jalur ganda
0202 Maja↑●↓ MJ Jalan Stasiun Maja, Maja, Maja, Lebak km 62+546 Beroperasi 100px
0203 Cikoya CKY Cikasungka, Solear, Tangerang km 60+000 - Beroperasi
- Tigaraksa TGS[a] Cikasungka, Solear, Tangerang km 58+000 +51 m Beroperasi  
0204 Tenjo TEJ Tenjo, Bogor km 55+006 +52 m Beroperasi  
0205 Daru DAR Daru, Jambe, Tangerang km 51+174 +51 m Beroperasi  
0206 Cilejit CJT Batok, Tenjo, Bogor km 48+503 +53 m Beroperasi
0207 Parung Panjang↑●↓ PRP Jalan Sayuti 2, Parung Panjang, Bogor km 41+463 +54 m Beroperasi  
0208 Cicayur CC Cisauk, Cisauk, Tangerang km 35+506 +47 m Beroperasi
0209 Cisauk CSK Jalan Stasiun Cisauk, Cibogo, Cisauk, Tangerang km 32+987 +33 m Beroperasi  
0211 Serpong↑●↓ SRP Jalan Stasiun Serpong, Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan km 30+203 +46 m Beroperasi  
0212 Rawa Buntu RU Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan km 28+790 - Beroperasi  
0213 Sudimara SDM Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan km 24+244 +26 m Beroperasi  
0214 Jurangmangu JMG Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan km 22+255 +25 m Beroperasi  
- Pondok Ranji PDJ Rengas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan km 20+026 +25 m Beroperasi  
0215 Pondok Betung PDB Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan km 16+783 Tidak beroperasi
0216 Kebayoran KBY Jalan Stasiun Kebayoran Lama, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan km 13+853 +4,20 m Beroperasi  
0217 Palmerah PLM Jalan Gelora, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat km 10+116 +13 m Beroperasi  
0410 Tanahabang↑● THB Jalan Jatibaru, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat km 6+925 +9 m Beroperasi  

Khusus Jalur KRL THB-RK:

  • Tanda ↑●↓, Merupakan Stasiun Transit dalam Perjalanan Terakhir bagi Penumpang Stasiun dan akan melajutkan lagi perjalanannya Menuju Stasiun lain.
  • Tanda ↑●, Merupakan Stasiun Transit Tanah Abang dan akan keberangkatan awal menuju Stasiun lain yaitu Serpong, Parungpanjang, Maja dan Rangkas
  • Tanda ●↓, Merupakan Stasiun Transit Rangkasbitung dan akan keberangkatan awal menuju Stasiun lain yaitu Maja, Parungpanjang, Serpong dan Tanahabang

Percabangan menuju Anyer KidulSunting

Percabangan menuju Anyer Kidul sejauh 12 km dibuka mulai tahun 1899 dan ditutup hingga stasiun Cigading pada tahun 1981 karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum.[12]


Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Segmen Anyer KidulSerang Diresmikan pada tanggal 20 Desember 1900
0103 Anyer Kidul ANK Anyar, Serang ? Tidak beroperasi  
0104 Anyer Lor ANL Jalan Raya Anyer, Anyar, Anyar, Serang ? Tidak beroperasi  
0105 Cigading CGD Tegalratu, Ciwandan, Cilegon ? +4 m Beroperasi
0106 Krenceng KEN Kebonsari, Citangkil, Cilegon km 137+910 +16,15 m Beroperasi  

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [13][1][14]


Catatan kakiSunting

  1. ^ Menurut data 1950, singkatan stasiun "TGS" sebenarnya adalah singkatan stasiun Tangsil, yang terletak jalur kereta api Kalisat-Panarukan.[10]. Meskipun demikian, PT Kereta Commuter Indonesia menetapkan singkatan Stasiun Tigaraksa adalah "TGS".[11] Artinya, ada dua stasiun yang memiliki singkatan "TGS".

ReferensiSunting

  1. ^ a b c Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  2. ^ DJKA (2014). Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ "SBY Resmikan Stasiun Serpong, Lalu Lintas KA Tetap Normal". detiknews. Diakses tanggal 2017-10-18. 
  4. ^ "Jalur Ganda KRL Serpong-Parungpanjang Beroperasi". Liputan6.com. 16 September 2009. Diakses tanggal 16 Oktober 2017. 
  5. ^ "Jaringan KRL Sampai Stasiun Maja". Kompas.com. 16 Mei 2012. Diakses tanggal 1 September 2017. 
  6. ^ "KRL Lintas Tanah Abang Diperpanjang Hingga Maja". Suara Pembaruan. 17 April 2013. Diakses tanggal 10 September 2017. 
  7. ^ Liputan 6: Dua Tahun Lagi, KA Jakarta-Rangkasbitung Pakai Jalur Ganda, berita tgl 17 April 2013 16:30 WIB
  8. ^ Bisnis.com: KRL Commuter Line Sampai Rangkas Mulai 2016, berita Rabu, 25/09/2013 21:31 WIB
  9. ^ "KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Siap Beroperasi 1 April 2017 - Tribunnews.com". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2017-10-16. 
  10. ^ Haltenamen op Afkortingen (PDF). Studiegroep Zuid-West Pacific. 1950. hlm. 18. 
  11. ^ "Unduh Jadwal Terbaru KRL 10 Oktober 2017". Kereta Commuter Indonesia. 10 Okober 2017. Diakses tanggal 16 Oktober 2017. 
  12. ^ "Dibangun Zaman Belanda, Rel Kereta Banyak 'Mati' di Era Orde Baru". Detikcom. 8 September 2015. Diakses tanggal 3 Agustus 2017. 
  13. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  14. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia

Daftar pustakaSunting

  • Tim Redaksi Majalah KA (Mei 2013). "Deru Derap KA Tanah Banten". Majalah KA. PT Ilalang Sakti Komunikasi.