Jalur kereta api Batavia–Buitenzorg (1873–1929)

Bekas Jalur Kereta Api di Indonesia

Jalur kereta api Batavia–Buitenzorg merupakan jalur kereta api pertama di kota Batavia yang menghubungkan Stasiun Batavia dengan Stasiun Buitenzorg (Stasiun Bogor) sepanjang hampir 60 km.[1]

bekas jembatan kereta api yang sekarang sudah digunakan untuk jembatan penyeberangan orang. Jembatan ini terletak di dekat bekas Stasiun Batavia
bekas jembatan kereta api yang terletak di sebelah Masjid Istiqlal. Tampak jembatan yang lebih baru digunakan sebagai jalan kecil (Jalan Bawah Rel) yang mengarah dari Jalan. Ir. H. Juanda menuju Jalan Perwira. Sedangkan jembatan lama dibiarkan terbengkalai

Pembangunan jalur ini dimulai pada tanggal 15 Oktober 1869 dengan disaksikan langsung oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada saat itu, Mr. Pieter Mijer. Jalur ini dibangun oleh perusahaan Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij yang dinilai telah berhasil membangun Jalur kereta api Samarang-Tanggung pada tahun 1864-1867.[2]

Pembangunan jalur ini mengalami kendala karena masalah keuangan. Tahun 1870 proyek ini sempat macet, yaitu pada pengerjaan gelombang pertama. Pekerjaan ini dimulai dari 15 Oktober 1869 sampai Februari 1870 dimana selama kurun waktu itu jalur sepanjang 7.590 m untuk bagian Kleine Boom, Meester Cornelis sejauh 13.087 m, dan jalur sepanjang 18.730 m untuk bagian Bogor selesai dikerjakan. Pekerjaan kedua baru bisa dilaksanakan pada Juni 1870 sampai Juni 1871, yaitu jalur di Bogor sepanjang sekitar 9.270 m. Selanjutnya, pada Juni 1871 hingga Januari 1873 barulah seluruh proyek pembangunan jalur kereta api Batavia-Buitenzorg selesai, termasuk jalur Weltevreden–Meester Cornelis NIS (Stasiun Bukit duri) sampai ke Buitenzorg.[2]

Daftar StasiunSunting

1873 sampai 1883Sunting

1884 sampai 1898Sunting

  • Stasiun Batavia
  • Overweg Sawah Besaar
  • Halte Noordwijk
  • Stasiun Koningsplein (diresmikan menjadi stasiun besar pada tanggal 4 Oktober 1884)
  • Overweg Pegangsaan
  • Stasiun Meester Cornelis NIS
  • Halte Pasar Minggoe
  • Halte Lenteng Agoeng
  • Halte Pondok Tjina
  • Stasiun Depok
  • Halte Tjitajam
  • Halte Bodjong Gedeh
  • Halte Tjileboet
  • Stasiun Buitenzorg

1899 sampai 1917Sunting

  • Stasiun Batavia
  • Halte Sawah Besaar
  • Halte Noordwijk
  • Stasiun Koningsplein
  • Halte Kebonsirih
  • Stasiun Cikini (diresmikan pada tahun 1899 sebagai stasiun intercharge)
  • Halte Pegangsaan
  • Stasiun Meester Cornelis NIS (ditutup pada tahun 1918)
  • Stasiun Pasar Minggoe
  • Halte Lenteng Agoeng
  • Halte Pondok Tjina
  • Stasiun Depok
  • Halte Tjitajam
  • Halte Bodjong Gedeh
  • Halte Tjileboet
  • Stasiun Buitenzorg

1918 sampai 1929Sunting

  • Stasiun Batavia (ditutup pada tahun 1929)
  • Halte Sawah Besaar
  • Halte Noordwijk
  • Stasiun Koningsplein
  • Halte Kebonsirih
  • Stasiun Cikini
  • Halte Pegangsaan
  • Stasiun Manggarai (diresmikan pada tanggal 1 Mei 1918 sebagai stasiun intercharge menggantikan Stasiun Cikini)
  • Stasiun Pasar Minggoe
  • Halte Lenteng Agoeng
  • Halte Pondok Tjina
  • Stasiun Depok
  • Halte Tjitajam
  • Halte Bodjong Gedeh
  • Halte Tjileboet
  • Stasiun Buitenzorg

Ket:

  • Overweg merupakan halte kecil.
  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan Stasiun besar yang masih beroperasi.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan Stasiun besar yang telah ditutup atau tidak beroperasi.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan halte dan overweg yang masih aktif. Sekarang semua halte maupun overweg telah menjadi stasiun.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte maupun overweg yang telah ditutup atau tidak beroperasi.
  • Stasiun yang ada pada daftar ini, dengan pengecualian Halte Kleine Boom, Stasiun Batavia, Halte Noordwijk, Overweg Pegangsaan, Stasiun Meester Cornelis NIS, masih aktif di Jalur kereta api Jakarta Kota-Manggarai dan Jalur kereta api Manggarai–Padalarang.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting