Jalur kereta api Medan–Tebing Tinggi

Jalur kereta api Medan–Tebing Tinggi adalah jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Medan dengan Stasiun Tebingtinggi. Jalur ini berada di provinsi Sumatra Utara dan berada di bawah operasional Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh.

Jalur kereta api Medan–Tebing Tinggi
COLLECTIE TROPENMUSEUM Station Medan van de Deli Spoorweg Maatschappij TMnr 10014000.jpg
Bangunan lama Stasiun Medan
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
LokasiSumatra Utara
TerminusMedan
Tebing Tinggi
Stasiun12
Operasi
Dibuka1915
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh
Karakteristik lintasLintas datar
DepotMedan (MDN)
Data teknis
Panjang lintas80,5 km
Jenis relR42, R54
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi40 s.d. 70 km/jam

SejarahSunting

Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) kembali melanjutkan pembangunan jalurnya di Tanah Deli, Sumatra Utara. Kali ini, dengan berbekal besluit yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda tertanggal 28 April 1888, jalur kereta apinya dimulai dari Medan hingga Perbaungan.[1] Pembangunan ini juga menyertakan percabangan menuju Bangun Purba yang saat ini status jalurnya sudah nonaktif, dibuka tahun 1904. Jalur kereta api yang menuju Tebing Tinggi dibuka pada tahun 1903.[2]

Secara rinci, jalur kereta api Medan–Perbaungan dibagi menjadi dua segmen menurut tanggal peresmiannya. Untuk Medan–Serdang dibuka pada tanggal 1 Juli 1889 dan untuk Serdang–Perbaungan dibuka pada tanggal 7 Februari 1890.[1] Selanjutnya, dari Perbaungan diperpanjang lagi menuju Bamban pada tahun 1902, dan sampai di Tebing Tinggi pada tanggal 3 Maret 1903.[1][2]

Jalur terhubungSunting

Lintas aktifSunting

Lintas nonaktifSunting

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

BarangSunting

Daftar stasiunSunting

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas DSM Medan–Tebing Tinggi–Kisaran–Tanjungbalai–Teluk Nibung
Segmen Medan–Serdang
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1889 oleh Deli Spoorweg Maatschappij
Termasuk dalam Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh
9300 Medan MDN Jalan Stasiun Medan, Kesawan, Medan Barat, Medan km 0+000 (semua lintas) +22 m Beroperasi  
9301 Medan Pasar MDP Jalan Mohammad Husni Thamrin, Sei Rengas II, Medan Area, Medan km 2+318 +22,23 m Tidak beroperasi  
- Kebun Pisang - km 4+524 Tidak beroperasi
9302 Bandar Khalipah BAP Tembung, Percut Sei Tuan, Deli Serdang km 9+395 +16,13 m Beroperasi 100px
9303 Batang Kuis BTK Bakaran Batu, Batang Kuis, Deli Serdang km 15+267 +9,13 m Beroperasi  
9304 Serdang (Deli Serdang) SED km 20+122 Tidak beroperasi  
Segmen Serdang–Perbaungan
Diresmikan pada tanggal 7 Februari 1890
9305 Araskabu ARB Tumpatan Nibung, Batang Kuis, Deli Serdang km 22+969
km 0+000 Percabangan Kualanamu
+7,23 m Beroperasi  
9306 Lubuk Pakam LBP Tanjung Garbus, Lubuk Pakam, Deli Serdang km 29+366 lintas MedanTebing TinggiKisaranTanjungbalaiTeluk Nibung
km 0+000 lintas Lubuk Pakam-Bangun Purba
+16,85 m Beroperasi  
9307 Perbaungan PBA Simpang Tiga Pekan, Perbaungan, Serdang Bedagai km 37+790 +16 m Beroperasi  
Segmen Perbaungan–Bamban
Diresmikan pada tanggal 1902
9308 Lidah Tanah LDT Deli Muda Hulu, Perbaungan, Serdang Bedagai km 45+104 +11,47 m Beroperasi  
9309 Bulu (Serdang Bedagai) BUL km 50+282 Tidak beroperasi
9311 Teluk Mengkudu TKE Pematang Setrak, Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai km 54+540 +6,50 m Beroperasi  
9312 Rampah RPH Sei Rampah, Sei Rampah, Serdang Bedagai km 61+850 +4 m Beroperasi  
Segmen Bamban–Tebing Tinggi
Diresmikan pada tanggal 3 Maret 1903
9313 Bamban BMB Sei Bamban, Sei Bamban, Serdang Bedagai km 68+140 +7,46 m Beroperasi  
9314 Rambutan RMT Mekar Sentosa, Rambutan, Tebing Tinggi km 75+034 Tidak beroperasi
9315 Rantau Laban RL km 78+821 Tidak beroperasi
9400 Tebing Tinggi (Tebing Tinggi) TBI Satria, Padang Hilir, Tebing Tinggi km 80+542 lintas Medan-Tebing Tinggi-Kisaran-Tanjungbalai-Teluk Nibung
km 0+000 lintas Tebing Tinggi-Siantar
+21,50 m Beroperasi  

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [3][4][5]


ReferensiSunting

  1. ^ a b c Weijerman, A. W. E. (1904). Geschiedkundig overzicht van het ontstaan der spoor- en tramwegen in Nederlandsch-Indië. Javasche Boekhandel & Drukkerij. 
  2. ^ a b Lekkerkerker, C. (1916). Land en volk van Sumatra. Leiden: E.J. Brill. 
  3. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  4. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  5. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia