Jakob Tobing

Jakob Samuel Halomoan Lumban Tobing atau dikenal dengan Jakob Tobing (lahir 13 Juli 1943) adalah Presiden Institut Leimena sejak 2008. Pada tahun 2004 – 2008, ia menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Korea berkedudukan di Seoul. Sebelumnya, Jakob Tobing telah malang-melintang di dunia politik. Selama 34 tahun Ia mendedikasikan dirinya sebagai anggota DPR/MPR dari Golkar (1968-1997) dan PDI-P (1999-2004). Pada periode tahun 1968 – 1971, Ia adalah anggota DPR-GR yang termuda dan Ia dikenal sebagai anggota DPR-RI yang terlama sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Jakob Tobing
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 1999 – 1 Oktober 2004
Pendahulu(jabatan baru)
PenggantiGanjar Pranowo
Daerah pemilihanJawa Tengah (Kabupaten Temanggung)
Informasi pribadi
Lahir
Jakob Samuel Halomoan Lumban Tobing

13 Juli 1943 (umur 78)
Jepang Reteh, Indragiri Hilir, Riau
Kebangsaan Indonesia
Partai politik  Golkar (1971-1998)
  PDI-P (1998-2004)
Suami/istridra. Adriana Tobing-Sitohang, Apt
Alma materInstitut Teknologi Bandung (sarjana muda)
Universitas Indonesia
STIA-LAN
University of Colorado
Universitas Harvard
Universitas Leiden
PekerjaanAnggota DPR RI
Insinyur
Pengusaha
Dikenal karenaAnggota DPR RI dari Partai Golkar dan PDIP
Tokoh Angkatan 66

Ia berperan penting dalam gerakan reformasi pada awal tahun 1990-an dan juga berperan penting dalam meletakkan dasar reformasi politik dan demokratisasi Indonesia. Jakob Tobing adalah Ketua Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) tahun 1999, pemilu (yang dianggap) demokratis pertama setelah pemilu tahun 1955. Ia menjabat Ketua Panitia Ad- Hoc I BP-MPR dan Ketua Komisi A pada Sidang Tahunan MPR-RI tahun 2000, 2001, 2002 dan 2003 yang berhasil melakukan demokratisasi atas UUD 1945.

Kiprah politikSunting

Ia adalah seorang aktivis mahasiswa dan salah seorang pimpinan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tahun 1966 yang turut menumbangkan pemerintahan Orde Lama. Memulai karier politik sebagai anggota DPR-GR yang diangkat pada tahun 1968 ketika Ia masih menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Arsitektur. Pada masa itu Jakob Tobing adalah anggota DPR-GR termuda. Pada tahun 1971, Ia termasuk anggota tim perumus visi dan misi Golongan Karya dan selanjutnya menjadi pimpinan Golkar ditingkat Pusat.

Pada tahun 1993, bersama dengan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, Letjen (Purn) Bambang Triantoro, Frans Seda, Matori Abdul Djalil, Ida Ayu Utami Pidada, Suko Sudarso, dan lain-lain ikut mendorong gerakan reformasi. Mereka kemudian mendirikan Yayasan Kerukunan Persaudaraan Kebangsaan (YKPK) dimana Ia menjadi Wakil Ketua.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua PAH I BP-MPR (1999 – 2004) dan Ketua Komisi A ST MPR tahun 2000, 2001, 2002 dan 2003 yang berhasil melakukan reformasi atas UUD 1945. Setelah reformasi, sekarang Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ke-3 dunia setelah India dan Amerika Serikat.

Pada Pemilihan umum (pemilu) 2004, Jakob Tobing terpilih kembali menjadi anggota DPR-RI untuk ke-8 kali dari daerah pemilihan (dapil) Temanggung, Jawa Tengah. Tetapi Ia memilih mengundurkan diri. Setelah lebih dari 30 tahun mengabdi di DPR, Jakob Tobing mendapat kepercayaan menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Korea (2004 – 2008). Pada waktu bertugas sebagai Duta Besar, Ia berhasil memfasilitasi komunikasi antara pemerintah Korea Selatan dan Korea Utara yang berlanjut dengan pertemuan Presiden Korea Selatan Roh Moo-hyun dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-il di Pyongyang (2 - 4 Oktober 2007). Pertemuan Pyongyang itu berhasil meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

Atas dedikasi, jasa dan pengabdiannya, alumnus John F. Kennedy School of Government - Harvard University ini menerima berbagai bintang penghargaan, antara lain Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Republlik Indonesia (1999) dan Bintang Ganghwa Medal, First Class, Order of Diplomatic Services dari Presiden Republik Korea (2008).

PendidikanSunting

Jakob Tobing menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah pertama di Bukittinggi. Setelah menamatkan pendidikan sekolah menengah atas di Bandung (1962), Jakob Tobing melanjutkan pendidikannya di ITB, Bandung, Jurusan Arsitektur. Karena tugasnya sebagai anggota DPR-GR di Jakarta, Ia hanya sampai jenjang Sarjana Muda (1968). Selanjutnya, Jakob Tobing mengambil pendidikan di bidang administrasi negara di STIA- LAN, Jakarta dan lulus S-1 tahun 1976. Ia juga pernah kuliah di Fakultas Ekonomi (extension) Universitas Indonesia, 1976–1977. Kemudian, Ia kuliah di School of Economics, Colorado University, USA (1979) sebelum melanjutkan pendidikan dan memperoleh master degree (S-2) bidang political- economics di John F. Kennedy School of Government - Harvard University (1980). Selanjutnya, mengikuti Program on Investment Appraisal and Project Management, Harvard University (1985) dan sebagai Visiting Scholar Harvard University (1993).

Setelah mengakhiri tugas-tugas resmi, Jakob Tobing mengikuti program doktoral sebagai kandidat external PhD di Van Vollenhoven Institute, Leiden Law School, Leiden University, Belanda dengan thesis “Remaking the Negara Hukum (Rule of Law), The Essence of 1999-2002 Constitutional Reform in Indonesia.”

KarierSunting

  • Presiden Institut Leimena, Jakarta, 2008 – sekarang
  • Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Korea, Seoul, 2004-2008.
  • Anggota delegasi Republik Indonesia (RI) pada Asia Pacific Economic Conference (APEC), Pusan, Korea Selatan, 2005.
  • Anggota DPR-RI/MPR- RI Fraksi PDI-Perjuangan (PDI-P) mewakili Kabupaten Temanggung, 1999-2004.
  • Wakil Ketua Fraksi PDI-P MPR-RI, 1999 – 2004.
  • Anggota delegasi RI pada Asia Pacific Economic Conference (APEC), Pusan, South Korea, 2005.
  • Ketua Komisi A Sidang Tahunan MPR-RI tahun 2000, 2001, 2002, dan 2003.
  • Ketua Panitia Ad-Hoc I Badan Pekerja MPR, Amendemen UUD 45, 1999-2004.
  • Anggota delegasi DPR-RI pada Konperensi Parlemen Asia-Pacific, Canberra, Australia, 2001.
  • Co-founder dan Wakil Ketua Yayasan Kerukunan Persaudaraan Kebangsaan (YKPK), 1993 – 1998.
  • Wakil Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan DPP-PDIP, 1999 – 2004.
  • Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, 1999 – 2002.
  • Ketua Panitia Pemilihan Indonesia (PPI), 1999.
  • Anggota DPR-RI/MPR- RI, Fraksi Karya Pembangunan (FKP), 1971-1997.
  • Wakil Ketua FKP-DPR- RI bidang Ekonomi dan Keuangan 1980-1983.
  • Anggota Delegasi DPR-RI pada Konperensi Parlemen ASEAN (AIPO), Kuantan, Malaysia, 1988.
  • Ketua Komisi VI DPR-RI, Perindustrian, Pertambangan dan Penanaman Modal, 1971-1979.
  • Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPR-RI penyusunan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) II, 1972.
  • Pengusul usul inisiatif “Jakob Tobing dan kawan-kawan”, DPR-RI, 1972.
  • Anggota delegasi RI pada Sidang Umum PBB, New York, 1977.
  • Anggota delegasi RI pada Organization of Petroleum Exporter Countries (OPEC) Conference, Caracas, Venezuela, 1977.
  • Anggota delegasi RI pada OPEC Conference, Bali, 1976.
  • Anggota delegasi DPR-RI pada Konperensi Parlemen se-dunia (IPO), Geneva,1972.
  • Anggota DPR-GR/MPR- S, Fraksi Karya Pembangunan C, 1968-1971.
  • Ketua Bidang Cendekiawan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GOLKAR 1978–1983.
  • Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPP GOLKAR,1983 – 1988.
  • Wakil Ketua I DPP GOLKAR bidang OKK dan Pemenangan Pemilu, 1988 –1993.
  • Wakil Ketua Panitia Pengawas Pemilu Pusat 1992.
  • Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pusat, 1987.
  • Dosen luar-biasa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) – Universitas Indonesia, 1982 – 1991.

PenghargaanSunting

Republik Indonesia
Republik Korea
  • Ganghwa Medal, First Class, Order of Diplomatic Services, Republic of Korea, 2008.

ReferensiSunting

[1][2][3]

  1. ^ https://www.universiteitleiden.nl/en/staffmembers/jakob-tobing#tab-4,
  2. ^ https://profil.merdeka.com/indonesia/j/jakob-samuel-halomoan-lumbantobing/
  3. ^ http://iasculture.org/events/friday-seminar-featuring-ambassador-jakob-tobing