Iyeth Bustami

penyanyi Indonesia

Iyeth Bustami, (lahir 24 Agustus 1973)[1] yang lahir dengan nama Sri Barat adalah seorang aktris, penyanyi dangdut dan melayu berkebangsaan Indonesia. Iyeth merupakan salah satu penyanyi senior yang mendapat julukan sebagai Ratu Dangdut Melayu, ia juga merupakan penyanyi yang mempunyai ciri khas dalam berhijab.

Iyeth Bustami
Iyeth Bustami.jpg
LahirSri Barat
24 Agustus 1973 (umur 48)
Bendera Indonesia Bengkalis, Riau, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Nama lainIyeth Bustami
GelarRatu Dangdut Melayu
Suami/istriEka Sapta Nugraha (k. 2003)
Anak
  • Zaviena Bintang Nugraha
  • Maoula Loviyeka Nugraha
  • Kayra Safwa Nugraha
Orang tua
  • Adham Bustami (bapak)
  • Nagats (ibu)
Karier musik
Genre
Pekerjaan
InstrumenVokal
Tahun aktif1990–sekarang
Label
Situs webwww.iyethbustami.com

PendidikanSunting

Iyeth Bustami menempuh pendidikan di SDN 02 Bengkalis dari tahun 1980 hingga 1986 kemudian melanjutkan ke SMPN 01 Bengkalis dari tahun 1986 hingga 1989. Pendidikan atas baru diselesaikannya dengan menamatkan pendidikan Paket C Kelompok Belajar Cerdas, Binjai, Sumatra Utara pada tahun 2008.[2][3]

Kehidupan pribadiSunting

Iyeth menikah dengan Eka Sapta Nugraha pada tahun 2003 secara tertutup (tanpa diketahui media) dan kemudian membuat resepsi pernikahan pada tanggal 6 April 2004 di Denpasar, Bali. Dalam waktu yang sama, Iyeth mengumumkan berita pernikahannya dengan Eka Sapta secara publik dan ada sebab kenapa Iyeth Bustami merahasiakan status beliau, hal ini karena pada saat itu ia mendapat banyak fitnahan dan banyak orang menghujat dirinya.

Iyeth Bustami sampai sekarang ini telah dikaruniai tiga orang anak, semuanya berjenis kelamin perempuan. Anak pertama bernama Zaviena Bintang Nugraha, anak kedua bernama Maula Lovieka Nugraha dan anaknya yang paling bungsu bernama Kayra Safwa Nugraha.

Perjalanan karierSunting

Semenjak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) tepatnya tahun 1989 Iyeth memutuskan untuk pindah ke Jakarta, dan melanjutkan perjalanan di dunia musik dengan mulai bekerja dibawah naungan perusahaan rekaman, setelah beberapa lama, ia berhasil menerbitkan beberapa album dibawah naungan perusahaan rekaman tersebut diantaranya; Dondang Sayang pada tahun 1990, Cup-Cup Trio Dangdut tahun 1991 dan Emangnya Aku Pikirin pada tahun 1992 dibawah label SKI Records.

Pada tahun 1994, Iyeth kembali mengeluarkan album bertajuk Pop Melayu '40-'60 (Cik Minah Sayang) dan album dangdut Rumah Cinta pada tahun yang sama, kemudian Pop Minang '95 (Album Hati Nan Seso) pada 1995, dan album bertajuk Krisis Cinta pada tahun 1998. Seterusnya Iyeth juga bekerjasama dengan Maheswara Musik Records dengan memproduksi album Cinta Hanya Sekali pada tahun 2000 .

Nama Iyeth semakin terkenal sejak menyanyikan lagu "Laksmana Raja di Laut" pada tahun 2003, lagu tersebut juga menjadi salah satu lagu di album Zapin-Dut: Laksmana Raja di Laut yang sama-sama dirilis pada tahun 2003 oleh MGM Records. Semenjak dari itulah namanya semakin dikenal luas, bahkan namanya sampai terkenal di Malaysia, negara yang mayoritas penduduknya adalah Melayu. Hingga saat itu ia kerap dijuluki sebagai "Ratu Dangdut Melayu".[4]

Pada tahun 2003, Iyeth pernah menjadi pemenang kategori "Penyanyi Dangdut Wanita Terbaik" pada acara penghargaan Anugerah Dangdut TPI 2003.[butuh rujukan] Ia telah lama mendedikasikan dirinya di dunia musik, khususnya musik dangdut. Di daerah asalnya, yakni di Riau, ia telah terkenal dengan suara khas cengkok melayu dangdut yang dimilikinya.[butuh rujukan]

Pada 2014, Iyeth menjadi calon anggota legislatif dengan nomor urut 2 untuk Dewan Perwakilan Rakyat pusat dari Partai Kebangkitan Bangsa daerah pemilihan Riau I; Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Rokan Hilir, namun ia hanya mampu meraih 45.803 suara[5][6]

Perolehan suara partai politik dan calon legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara keseluruhan untuk pada dapil Riau 1 setelah dibagi Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) sebanyak 184.673 suara.[7] Jumlah tersebut ternyata tidak mampu mencukupi untuk memperolah 1 kursi untuk mengantarkan Iyeth Bustami ke Senayan.

KontroversiSunting

Meskipun lagu "Laksmana Raja di Laut" adalah lagu yang paling berjasa mempopulerkan namanya, namun ternyata lagu ini juga menimbulkan kontroversi berkepanjangan antara Iyeth dengan musisi Riau yang mengklaim sebagai pencipta lagu tersebut, yaitu Nurham Yahya, pada tahun 2005.[butuh rujukan] Pada sampul album, nama pencipta lagu hanya tertulis sebagai NN; dengan kata lain tidak mencantumkan nama Nurham Yahya. Iyeth berdalih bahwa hal itu dikarenakan lagu tersebut adalah milik masyarakat Melayu.

Perselisihan tersebut berujung ke pengadilan. Iyeth menggugat Nurham Yahya yang mengaku pencipta lagu "Laksmana Raja Di Laut",[butuh rujukan] lalu pengadilan memutuskan bahwa lagu tersebut mirip dengan lagu "Nostalgia Aidil Fitri" yang diciptakan oleh Pak Ngah (seniman Malaysia). Pak Ngah adalah pencipta melodi sedangkan untuk raal "Laksmana Raja Di Laut" itu diciptakan sendiri oleh Iyeth Bustami selaku penyanyi asli dari lagu "Laksmana Raja Di Laut".[butuh rujukan]

DiskografiSunting

AlbumSunting

Album Tahun Produksi Keterangan
Dondang Sayang 1990 N/A
Cup-Cup Trio Dangdut 1991
Memangnya Aku Pikirin 1992
SKI Record
Pop Melayu '40-'60
(Cik Minah Sayang)
1994
JK Records
Rumah Cinta
Pop Minang '95 1995
Lancang Kuning N/A
Pamadeh Labuah 1997
FAN Production
Krisis Cinta 1998 N/A
Pop Minang Special 2000
Gita Varma
Cinta Hanya Sekali
Maheswara Musik Records
Zapin-Dut: Laksmana Raja di Laut 2003
MGM Records
Mini Album Iyeth Bustami 2008
IB Music
D'Duta
(Delapan Pedangdut Wanita)
2010
Nagaswara
Best of The Best Iyeth Bustami 2012
Sandi Records
Best of Iyeth Bustami 2016
IB Music
Symphony Tembang Melayu 2018
Irama 7 Nada

Karya LaguSunting

Judul Lagu Tahun Rilis Keterangan
"Tulus Cintaku"
2003
N/A
"Terbalut Rindu"
"Danau Raja"
2007
"Suamiku"
2014
"Bimbang"
2016
"Si Atan"
"Doaku"
2017
Keterangan
  • N/A : Tidak diketahui

Acara televisiSunting

Konser dan MusikalSunting

Tahun Judul Saluran Keterangan
2017 Suara Emas Iyeth Bustami Indosiar Konser Penghargaan Indosiar
2018 Konser Luar Biasa – Iyeth Bustami Queen of Melayu

Penghargaan dan nominasiSunting

Tahun Penghargaan Kategori Nominasi Hasil
2000
Anugerah Dangdut
Penyanyi Rekaman Lagu Dangdut Wanita Terbaik Iyeth Bustami – Cinta Hanya Sekali Nominasi
2003
Anugerah Dangdut
Penyanyi Rekaman Lagu Dangdut Wanita Terbaik Iyeth Bustami – Zapin-Dut: Laksmana Raja di Laut Menang
Video Klip Dangdut Terbaik Iyeth Bustami – Laksmana Raja di Laut (Sutradara: Rizal Mantovani) Menang
MTV Indonesia Awards
Best Dangdut Iyeth Bustami – Laksmana Raja di Laut Menang
Anugerah Musik Indonesia
Artis Solo Wanita Dangdut Terbaik Iyeth Bustami – Laksmana Raja di Laut Nominasi
2011
Anugerah Musik Indonesia
Karya Produksi Dangdut Melayu Terbaik D'Jingga (Iyeth Bustami feat. Erie Suzan) – Sabda Cinta Nominasi
Iyeth Bustami – Sudahlah Nominasi
2015
Anugerah Dangdut Indonesia
Penyanyi Dangdut Original Terbaik Iyeth Bustami – Suamiku Menang
2016
Anugerah Musik Indonesia
Penyanyi Solo Pria/Wanita Dangdut Terbaik Iyeth Bustami – Suamiku Menang
2018
Anugerah Musik Indonesia
Pencipta Lagu Dangdut/Dangdut Kontemporer Terbaik Iyeth Bustami – "Doa Ku" (dinyanyikan oleh Putri Isnari) Nominasi
Anugerah Dangdut Indonesia
Lagu Dangdut Terbaik Iyeth Bustami – Doaku Menang

Piagam PenghargaanSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting