Isyana Bagoes Oka

jurnalis Indonesia

Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (lahir 13 September 1980) adalah seorang model, pembawa acara, penyiar berita dan politikus Indonesia. Ia memulai kariernya dari dunia modeling dengan menjadi finalis sekaligus meraih penghargaan juara favorit pilihan pembaca pada pemilihan Wajah Femina tahun 2000.

Isyana Bagoes Oka
Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.jpg
Isyana sebagai Caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia untuk Pemilihan Umum Legislatif 2019
LahirRatu Ayu Isyana Bagoes Oka
13 September 1980 (umur 41)
Jakarta, Indonesia
KebangsaanIndonesia
Nama lainIsyana Bagoes Oka
Pekerjaan
Tahun aktif2000–sekarang
Partai politik  PSI (2019–sekarang)
Suami/istri
George Albert Tulaar
(m. 2009)
Anak1

Latar belakangSunting

Isyana memulai karier jurnalistik sejak tahun 2003, setelah lulus dari jurusan hubungan internasional di Universitas Indonesia. Saat itu, dia diterima sebagai reporter di Trans TV. Setelah sekitar satu tahun bekerja, Isyana Pindah ke TV7 menjadi pembawa acara berita sambil tetap melakukan peliputan. Sejak tahun 2007, ia bergabung di RCTI sebagai pembawa acara berita dan produser program berita Seputar Indonesia. Pada awal tahun 2013, ia pindah ke MetroTV.[1]

Berkecimpung belasan tahun di dunia jurnalistik televisi membuat Isyana kaya akan pengalaman. Berbagai peristiwa pernah diliputnya, mulai dari tragedi tsunami Aceh, Bom Bali II hingga gempa bumi Padang tahun 2009. Tak hanya bencana, Isyana juga dipercaya untuk menjadi wartawan istana kepresidenan saat kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga memberinya kesempatan meliput berbagai kegiatan kenegaraan dan bertemu langsung pemimpin dunia seperti Mahmud Ahmadinejad, Koffi Annan, dan lain-lain. Isyana bahkan mendapat kesempatan menjadi salah satu wartawan yang bisa mengajukan pertanyaan saat konferensi pers Presiden Amerika Serikat George W. Bush saat berkunjung ke Istana Bogor pada tahun 2006. Tak hanya menjadi reporter, saat mengikuti kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Finlandia, Norwegia, dan Kuba pada tahun 2006, Isyana juga berkesempatan menjadi video journalist yang melakukan berbagai tugas mulai dari menulis, melaporkan berita, mengambil gambar video, sampai dengan editing gambar video, agar dapat langsung ditayangkan secara cepat di tanah air.

Latar belakang pendidikannya di bidang Hubungan Internasional memang membuat Isyana senang dengan berbagai penugasan yang berhubungan dengan bidang studinya. RCTI bahkan pernah mempercayakannya dengan peliputan peristiwa bersejarah yakni pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2008 yang dimenangi oleh Barack Obama. Tahun 2009 Isyana berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton saat berkunjung ke Indonesia. Wawancara dilakukan dalam acara Dahsyat bersama Luna Maya.

Bidang olahraga juga harus Isyana tekuni. Pada tahun-tahun terakhirnya di RCTI, Isyana mendapatkan tantangan untuk mewawancarai bintang-bintang sepak bola seperti Cesc Fabregas bahkan Pep Guardiola. Sederetan nama seperti Robbie Fowler, John Barnes, Allesandro Costacurta dan Dida juga pernah Isyana wawancarai secara khusus. Kemampuannya berbahasa Perancis juga diuji saat melakukan one on one interview dengan mantan bintang Arsenal, Robert Pires. Isyana juga ditantang melakukan interview singkat dalam bahasa Spanyol dengan Javier Zanetti, saat Zanetti datang ke Indonesia bersama timnya, Intermilan, tahun 2012.

Sejak hari Minggu, 23 Desember 2012, Isyana tidak lagi mengudara karena siaran terakhir Seputar Indonesia RCTI dibacakan penutup siaran "closing broadcast":

Tahun 2015, Isyana membuat keputusan yang mengejutkan sebagian kalangan yang mengenalnya sebagai jurnalis. Ia mengirimkan surat terbuka yang menyatakan dirinya mundur dari dunia jurnalistik dan masuk ke dunia politik. Ternyata sejak 2014 Isyana telah bergabung dan turut mendirikan Partai Solidaritas Indonesia bersama Grace Natalie dan Raja Juli Antoni. Isyana menjadi salah satu ketua Dewan Pimpinan Pusat PSI, tepatnya bidang internal dan luar negeri.

Dalam Pemilu 2019 Isyana turut bergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - KH Ma'ruf Amin sebagai Wakil Direktur Direktorat Penggalangan Pemilih Perempuan. Isyana juga turut menjadi caleg dari PSI dari daerah pemilihan Banten III yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan dan memperoleh 48,819 suara, sementara total akumulasi suara PSI di Banten III mencapai 130,010 suara. Jumlah ini cukup untuk mendapatkan kursi di DPR dari Banten III. Sayang suara nasional PSI yang tidak melampaui parliamentary threshold sebesar 4 persen membuat Isyana belum bisa duduk di DPR.

ReferensiSunting

Pranala luarSunting