Sawah: Perbedaan revisi

103 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- jaman + zaman))
k
 
Sebuah studi yang dipublikasikan [[Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America]] menemukan bahwa semua jenis padi yang dibudidayakan saat ini, baik dari spesies ''indica'' maupun ''japonica'', berasal dari satu spesies padi liar ''[[Oryza rufipogon]]'' yang ada pada tahun 8200 tahun hingga 13500 tahun yang lalu di China.<ref name="pnas1">{{Cite doi|10.1073/pnas.1104686108}}</ref> Padi sawah dibudidayakan di berbagai negara seperti [[Bangladesh]], [[China]], [[Filipina]], [[India]], [[Indonesia]], [[Iran]], [[Jepang]], [[Kamboja]], [[Korea Selatan]], [[Korea Utara]], [[Laos]], [[Malaysia]], [[Myanmar]], [[Nepal]], [[Pakistan]], [[Sri Lanka]], [[Taiwan]], [[Thailand]], dan [[Vietnam]]. Padi sawah juga ditanam di Eropa seperti di [[Piedmont]] ([[Italia]]) dan [[Camargue]] ([[Prancis]]).<ref>{{cite web|url=http://www.riz-camargue.com/pages-uk/moisparmois.html |title=Riz de Camargue, Silo de Tourtoulen, Riz blanc de Camargue, Riz et céréales de Camargue |publisher=Riz-camargue.com |date= |accessdate=2013-04-25}}</ref>
[[Berkas:Bw merah di sawah.jpg|thumb|left|Pertanaman bawang merah di lahan sawah. Brebes, Jawa Tengah]]
 
Sawah merupakan salah satu sumber utama emisi [[metana]] atmosferik dan diperkirakan mengemisikan antara 50 hingga 100 juta ton gas metana per tahun.<ref>{{cite web|url=http://www.ghgonline.org/methanerice.htm Methane gas generation from paddy fields
|title=Methane Sources - Rice Paddies|accessdate=2007-07-15}}</ref><ref>{{cite web|url=http://www.sptimes.com/2007/05/02/Worldandnation/Scientists_blame_glob.shtml |title=Scientists blame global warming on rice |publisher=Sptimes.com |date=2007-05-02 |accessdate=2013-04-25}}</ref> Sebuah studi menunjukan dengan mengeringkan sawah untuk sementara sambil mengaerasikan tanah bermanfaat untuk mengganggu emisi gas metana dan juga meningkatkan hasil padi.<ref>{{cite web