Kadipaten Sumenep: Perbedaan revisi

251 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
|p1 =
|s1 = Karesidenan Madura
|year_start = 1269
|year_end = 1883
|date_start =
|date_end =
|event_start = Raja [[Singasari]] Prabu Kertanegara ''mendinohaken'' [[Arya Wiraraja]] tahun 1269
Penandatanganan antara Pangeran Puger dengan Kompeni 5 Oktober 1705
|event_end = [[Staatsblad|Staatsblad Pemerintah Kolonial]]
|p1 = Kerajaan Singasari
|flag_p1 =
|s2 =
|flag_s2 =
|image_flagyear_start = 1269
|image_coatyear_end = Symbol Keraton= Sumenep.jpg1883
|year_startdate_start = 1269
|year_enddate_end = 1883
|event_start = Raja [[SingasariKertanegara]] Prabu Kertanegara ''mendinohaken'' [[Arya Wiraraja]] tahun 1269
|event_end = [[Staatsblad|Staatsblad Pemerintah Kolonial]]
|event1 = Penandatanganan perjanjian antara Pangeran Puger dengan Kompeni 5 Oktober 1705[[VOC]]
|date_event1 = 1705
|date_startevent2 =
|date_end date_event2 =
|image_flag = Bendera Kadipaten Sumenep.jpg
|image_coat = Lambang Kadipaten Sumenep Madura.jpg
|symbol_type = Lambang Kadipaten Sumenep pada tahun 1811
|image_map =
}}
 
'''Kadipaten Sumenep''' (Atau sering dikenal sebagai ''Kadipaten Madura Timur''), adalah sebuah monarki yang pernah menguasai seluruhbagian timur [[Pulau Madura]] dan sebagiankepulauan-kepulauan daerahdi tapallepas kudapantai [[Selat Madura]] dan [[Laut Bali]]. Pusat pemerintahannya berada di [[Kota Sumenep]] sekarang.
 
Pada tahun [[1269]], dimasa pemerintahan Arya Wiraraja wilayah ini berada dibawah pengawasan langsung [[Kerajaan Singhasari]] dan [[Kerajaan Majapahit]]. Pada tahun [[1559]], dimasa pemerintahan Kanjeng Tumenggung Ario Kanduruwan, wilayah yang terletak di Madura Timur ini berada pada kekuasaan penuh Kesultanan Demak dan baru pada pemerintahan Pangeran Lor II yang berkuasa pada tahun 1574, wilayah Kadipaten Sumenep berada dibawah pengawasan langsung [[Kesultanan Mataram]].
==Pengaruh Kesultanan Mataram terhadap pemerintahan di Kadipaten Sumenep ==
 
[[Berkas:Mataram Sultanate in Sultan Agung Reign id.svg|thumb|left|240px|Wilayah kekuasaan Kesultanan Mataram dalam masa pemerintahan [[Sultan Agung|Sultan Agung Hanyakrakusuma]] yang hampir meliputi seluruh [[Jawa]] dan [[Madura]].]]
Pemerintahan Kadipaten Sumenep mulai dipengaruhi [[Kesultanan Mataram]] pada masa pemerintahan Raden Mas Anggadipa, namun sebelum dikuasainya wilayah Kadipaten Sumenep oleh Mataram, seluruh wilayah [[Madura]] bergejolak melawan penyerangan yang dilakukan oleh Mataram ke wilayah Madura. Penyerangan tersebut terjadi pada masa pemerintahan Pangeran Lor II beserta Kanjeng Pangeran Ario Cokronegoro I.
 
Kadipaten Sumenep jatuh ketangan [[Sultan Agung|Sultan Agung MataramHanyakrakusuma]] pada tahun [[1624]]. Pengaruh Mataram di wilayah Kadipaten Sumenep berlangsung hingga pemerintahan [[Kanjeng Tumenggung Ario Yudonegoro|Kanjeng Pangeran Ario Yudonegoro]].
 
Pengaruh Kesultanan Mataram begitu terasa di Kadipaten Sumenep sampai saat pembubarannya. Pengaruh yang paling besar adalah pola pemerintahannya dan tata ruang kotanya yang mirip dengan kota-kota kerajaan di Jawa.
===Stuktur Pemerintahan===
 
Struktur pemerintahan di Kadipaten Sumenep memakai pola pengorganisasian yang mirip dengan pola pemerintahan di [[Kesultanan Mataram]] sebagai ibukotanya. Pemerintahan Lebet di wilayah ini hanya meliputi Gedong Negeri, Pengadilan KaratonKeraton, Kapengulon, Paseban, dan Rumah Tangga Keraton. Selain itu pemerintahan desa di wilayah Kadipaten Sumenep dibagi dalam beberapa kelompok desa, antara lain : Desa Daleman, Desa Percaton dan Desa Perdikan.
 
==Pengaruh VOC terhadap pemerintahan di Kadipaten Sumenep ==
 
[[Berkas:Labhang Mesem.jpg|thumb|300px|''Labhang Mesem'' (pintu tersenyum), sebuah bangunan di Kompleks [[Keraton Sumenep]]. Arsitekturnya dipengaruhi oleh [[Yunani Kuno|Arsitektur Yunani]].]]
Hubungan [[VOC]] dengan pemerintahan di Kadipaten Sumenep sebenarnya sudah berlangsung sebelum perjanjian Pangeran Puger pada tahun 1705. Namun karena pada masa itu situasi di lingkungan [[Kesultanan Mataram]] goyah, maka pada tahun 1705, VOC memaksakan suatu kehendak mengenai kekuasaan Politik di Madura Timur kepada Pangeran Puger sehingga terjadilah perjanjian antara kedua belah pihak,dan akhirnya wilayah [[Sumenep]] dan [[Pamekasan]] diberikan kepada VOC.
 
Selama menduduki Sumenep, status wilayah ini masih berupa ''Ke-Adipatian''. VOC tidak serta merta mengubah sitem pola pemerintahan di wilayah ini, para bangsawan KaratonKeraton masih diberi kepercayaan untuk memerintah rakyatnya dengan syarat-syarat tertentu yang ditandangani oleh kedua belah pihak. Pemerintahan Kolonial, hanya mengawasi dengan menempatkan seorang wakilnya di Sumenep. Para Adipati juga di beri kesempatan untuk menjaga keamanan wilayahnya, maka oleh karena itu, Kadipaten Sumenep juga diberi kewenangan membentuk tentara keamanan yang berasal dari prajurit-prajurit KaratonKeraton.
 
Pengaruh-pengaruh VOC yang lainnya juga berpengaruh terhadap perkembangan Arsitektur di Sumenep, Sebagian besar bangunan-bangunan pemerintahan dan rumah bangsawan Sumenep sedikit banyak dipegaruhi unsur kebudayaan Eropa.
1.518

suntingan