Pakubuwana IX: Perbedaan revisi

4 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
[[Ranggawarsita]] sendiri berusaha memperbaiki hubungannya dengan raja melalui persembahan naskah ''Serat Cemporet''. Saat itu karier [[Ranggawarsita]] sendiri sudah memasuki senja. Ia mengungkapkan kegelisahan hatinya melalui [[Serat Kalatida]], karyanya yang sangat populer.
 
Dalam ''[[Serat Kalatida]]'', [[Ranggawarsita]] memuji Pakubuwana IX sebagai raja bijaksana, namun dikelilingi para pejabat yang suka menjilat mencari keuntungan pribadi. Zaman itu disebutnya sebagai ''Zaman Edan''.
 
Pakubuwana IX memiliki dua permaisuri yakni GKR. Pakubuwana serta GKR. Maduretna, serta dikaruniai 57 putra-putri. Semasa kepemimpinan Pakubuwana IX, keadaan [[Kasunanan Surakarta]] mengalami kemajuan yang pesat. Bangunan fisik [[Keraton Surakarta]] banyak yang direnovasi, seperti Siti Hinggil, Panggung Sangga Buwana, dan lain-lain, sehingga ia juga terkenal dengan sebutan '''Sinuhun Bangun KadhatonKedhaton'''. Sebagai seorang raja, Pakubuwana IX juga aktif menulis karya sastra, di antaranya Serat Wulang Putri, Serat Jayeng Sastra, Serat Menak Cina, Serat Wirayatna, dan beberapa karya sastra lainnya.
 
Pemerintahan Pakubuwana IX berlangsung selama 32 tahun dan berakhir saat kematiannya pada tanggal [[16]] [[Maret]] [[1893]]. Ia digantikan putranya sebagai raja [[Kasunanan Surakarta]] selanjutnya, bergelar [[Pakubuwana X]].
1.518

suntingan