Gunung Raung: Perbedaan revisi

669 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
<!--| listing = [[Ultra prominent peak|Ultra]]<br />[[Ribu]] -->
}}
'''Gunung Raung''' adalah [[gunung berapi]] yang terdapat di [[Karesidenan Besuki|kawasan Besuki]], [[Jawa Timur]], [[Indonesia]] dengan ketinggian 3.332 [[meter]] [[elevasi|dpl]]. Gunung ini termasuk dalam wilayah tiga [[kabupaten]] paling timur di [[Pulau Jawa]], yaitu [[Kabupaten Banyuwangi|Banyuwangi]], [[Kabupaten Bondowoso|Bondowoso]], dan [[Kabupaten Jember|Jember]].
 
'''Gunung Raung''' adalah [[gunung berapi]] yang terdapat di [[Karesidenan Besuki|kawasan Besuki]], [[Jawa Timur]], [[Indonesia]] dengan ketinggian 3.332 [[meter]] [[elevasi|dpl]]. Gunung ini termasuk dalam wilayah tiga [[kabupaten]] paling timur di [[Pulau Jawa]], yaitu [[Kabupaten Banyuwangi|Banyuwangi]], [[Kabupaten Bondowoso|Bondowoso]], dan [[Kabupaten Jember|Jember]].
Letusan Gunung Raung bertipe [[letusan Strombolian]], yaitu letusan kecil tetapi terus-menerus mengeluarkan pijar.<ref name=burhan/>
 
Kaldera Gunung Raung merupakan kaldera kering yang terbesar di Pulau Jawa dan terbesar kedua di Indonesia setelah [[Gunung Tambora]] di Nusa Tenggara Barat<ref>[https://ankaranarenva.wordpress.com/2013/03/22/gunung-raung-kaldera/ Gunung Raung, Kaldera Yang Megah Di Ujung Timur Pulau Jawa]</ref>. Puncak Gunung Raung merupakan puncak tertinggi dari kawasan [[Pegunungan Ijen]]. Gunung Raung mempunyai kawasan [[hutan Dipterokarp Bukit]], [[hutan Dipterokarp Atas]], [[hutan Montane]], dan [[hutan Ericaceous|Hutan Ericaceous atau hutan gunung]]. Puncak Gunung Raung merupakan puncak tertinggi dari kawasan [[Pegunungan Ijen]].
 
==Sejarah letusanLetusan ==
=== Tipe Letusan ===
Letusan Gunung Raung bertipe [[letusan Strombolian]], yaitu letusan kecil tetapi terus-menerus mengeluarkan pijar.<ref>[http://nasional.tempo.co/read/news/2015/07/05/058681213/letusan-gunung-raung-tipe-strombolian-lemah-tapi-lama Letusan Gunung Raung Tipe Strombolian Lemah Tapi Lama]</ref> Gunung Raung juga memiliki sistem kawah yang terbuka, yang menyebabkan lava pijar yang dihasilkan akan kembali ke dalam kawah dan kecil kemungkinan meluber keluar kaldera.
 
=== Sejarah Letusan ===
{| class="wikitable"
|-
|}
 
===Aktivitas= Letusan 2015 ====
Laporan mengenai peningkatan aktivitas diberikan sejak tanggal 21 Juni 2015. Satelit Landsat 8 [[NASA]] mendeteksi adanya dua lubang [[magma]] sehingga diperkirakan tidak akan terjadi letusan besar. Material pijar mulai menyembur pada tanggal 26 Juni 2015 dan rangkaian letusan terjadi sejak tanggal 4 Juli 2015. Karena lubang magma terletak pada kawah yang dalam, semburan material pijar tidak keluar dari kawah. Meskipun demikian, daerah di sekitar Gunung Raung dituruni hujan abu serta merasakan gempa tremor<ref> Zumrotun Solichah. 4 Juli 2015. [http://www.antaranews.com/berita/505187/letusan-kecil-keluar-dari-gunung-raung Letusan kecil keluar dari Gunung Raung].</ref>. Letusan ini terus berlanjut pada hari-hari selanjutnya sehingga mulai mengganggu perhubungan udara. Terhitung mulai tanggal 10 Juli 2015, lima bandar udara ditutup dan tidak melayani penerbangan rutin. Lima bandara tersebut adalah [[Bandara Internasional Ngurah Rai]], [[Bali]]; [[Bandara Internasional Lombok]]; [[Bandara Selaparang]], [[Pulau Lombok|Lombok]]; [[Bandara Blimbingsari]], [[Banyuwangi]]; dan [[Bandara Notohadinegoro]], [[Jember]]<ref>[http://nasional.tempo.co/read/news/2015/07/10/078682742/abu-gunung-raung-sebabkan-5-bandara-ditutup Abu Gunung Raung Sebabkan 5 Bandara Ditutup]. Jum'at, 10 Juli 2015 | 06:57 WIB. Diakses tanggal 11 Juli 2015.</ref>.
 
8.526

suntingan