Betawi: Perbedaan revisi

428 bita dihapus ,  13 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (k)
Betawi culture is a treasure trove of color, tradition, song, dance, clothing, cuisine, language and dialect. The culture thrives today due to government policy to enhance the cultural identity of the original inhabitants of the city, and prevent their traditions being buried beneath a tide of modernization. There are annual parades and other celebrations in which three-meter tall Betawi mascots (ondel ondel) - are seen delighting the crowds with their large masks and tinsel-sprinkled headdresses.
{{gabungdari|Suku Betawi}}
Kata '''Betawi''' digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni [[Jakarta]] dan [[bahasa Melayu]] [[Kreol]] yang digunakannya, dan juga kebudayaan [[Melayu]]nya. Kata Betawi sebenarnya berasal dari kata "[[Batavia]]," yaitu nama kuno Jakarta yang diberikan oleh [[Belanda]].
 
The language of the Betawi has been adopted by the fashionable younger generation of Jakartans from all ethnic origins, whereas the more formal Betawi Malay is only spoken by the more conservative older generation Orang Betawi.
==Kebudayaan==
: ''Artikel utama: [[Suku Betawi]]''
Sifat campur-aduk dalam [[dialek]] Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing. Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni [[Gambang Kromong]] yang berasal dari seni musik [[Tiongkok]], tetapi juga ada [[Rebana]] yang berakar pada tradisi musik [[Arab]], [[Keroncong Tugu]] dengan latar belakang [[Portugis]]-Arab,dan [[Tanjidor]] yang berlatarbelakang ke-[[Belanda]]-an.
 
Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai [[Suku Betawi|orang Betawi]] adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa. Mereka adalah hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu.
 
[[Kategori:Betawi| ]]
 
[[en:Betawi]]
[[fr:Betawi]]
Pengguna anonim