Beruang: Perbedaan revisi

287 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
k
+citation/referensi & fix cite
k (fix & merapikan)
k (+citation/referensi & fix cite)
Beberapa penangkaran melatih beruang agar dapat melakukan pertunjukan menari maupun ber[[sepeda]], namun eksploitasi hewan ini menjadi [[kontroversial]] di akhir abad ke-20. Namun di [[Eropa]], beruang telah dilindungi dari penyiksaan sudah sejak abad ke-16.
 
Di [[Indonesia]] pada [[tahun]] 1973. Yang mana [[Beruang madu]] dinyatakan jenis [[fauna]] langka dan dilindungi sesuai ordonansi Perlindungan Alam 1941 Stbl Nomor 167 serta Keputusan Menteri Pertanian No. 66/Kpts/Um/2/1973 tanggal 4 Februari 1973. <ref name="HLSW_BLKKHN">{{id}} {{cite web | url= http://bk.menlh.go.id/?module=florafauna&opt=fauna&id=7 | title=Identitas flora dan fauna Bengkulu | publisher=BKKHN | accessdate=2013 }}</ref><ref name="BKKHN_2">{{id}} {{cite web | url= http://www.indonesianchm.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=161&Itemid=170&lang=in | title=Identitas flora dan fauna Bengkulu | publisher=Balaikliring Keanekaragaman Hayati Nasional KLH | accessdate=2015 }}</ref>
Selain itu, pemerintah Indonesia juga menetapkan [[hutan lindung]] dan [[suaka margasatwa]] untuk [[habitat]] [[flora]] dan [[fauna]] langka dan tidak boleh diburu oleh siapapun dan dikenakan sangksi bagi siapapun yang melakukan perburuan [[flora]] dan [[fauna]] apapun di dalam area [[hutan lindung]] dan [[suaka margasatwa]]. Salah satunya [[Pemerintah]] [[Kalimantan Timur]] mengesahkan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) menjadi salah satu [[suaka margasatwa]] dilindungi yang berfungsi sebagai [[habitat]] bagi jenis-Jenis Hewan Langka, Setidaknya Terdapat kurang lebih 60 ekor [[Beruang madu]] dan hewan-hewan dilindungi lainnya <ref name="HLSW_Balikpapan"> {{id}} {{cite web | url= http://pariwisata.balikpapan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=46&Itemid=60&lang=in | title=Hutan Lindung Sungai Wain | publisher=Disporabudpar Balikpapan | year=2011|quote=Suaka margasatwa HLSW}}</ref>.
<!--
===Internasional===
 
Dua organisasi konservasi umum yang secara internasional memiliki otoritas untuk mencari informasi ilmiah tentang spesies beruang diseluruh dunia, yakni [[asosiasi peneliti dan pengelolaan beruang Internasional]] (''International Association for Bear Research & Management'') yang dikenal sebagai [[(International Bear Association|IBA (International Bear Association)]] ; dan [[Bear Specialist Group]] yang merupakan bagian dari anggota '''IUCN''' (''[[International Union for Conservation of Nature and Natural Resources]]'') kadang-kadang juga disebut dengan ''World Conservation Union'' (adalah sebuah [[organisasi internasional]] yang didedikasikan untuk [[konservasi sumber daya alam]] <ref name="HLSW_BLKKHNIUCN">{{id}} {{cite web | url= http://www.iucn.org/ | title= Situs resmi IUCN | publisher=Situs resmi IUCN | accessdate=2013 }}</ref>). Organisasi-organisasi ini berfokus pada sejarah alam, manajemen, dan konservasi spesies.
 
Organisasi-organisasi lain yang ada lebih terkhususkan untuk edukasi beruang liar dan konservasi lebih lanjut. Organisasi ''Bear Trust International'' bekerja untuk beruang liar dan satwa liar lainnya melalui empat inisiatif program inti diantaranya :. 1) Pendidikan Konservasi, 2) Penelitian beruang liar, 3) Manajemen Beruang Liar, dan, 4) Habitat Margasatwa <ref>{{en}} {{cite web |url=http://beartrust.org/vision-and-mission |title=Visi dan Misi|author=<!--Staff writer(s); no by-line.--> |date=2002–2012 |website=Situs resmi Bear Trust International |accessdate=March 8, 2014}}</ref>. Nama-nama organisasi khusus untuk masing-masing dari delapan spesies beruang di seluruh dunia termasuk:
Logo [[perusahaan]] dan logo [[produk]] [[komersial]] juga banyak (namun tidak semua) yang menggunakan beruang sebagai logonya.
 
'''Penggunaannya di Indonesia'''. Diawali dengan dimulainya [[penelitian]] jangka panjang untuk [[beruang madu]] <ref name="crops"/> di Hutan Lindung Sungai Wain. Hutan itu, terletak di pinggir batas [[Balikpapan]], adalah 'rumah' alami bagi [[beruang madu]] liar yang diperkirakan sekitar 50-100 ekor. Penelitian dan upaya-upaya perlindungan menghasilkan publikasi dan perhatian yang terfokus dengan baik pada beruang madu. Pada tahun 2001, [[Balikpapan, satu dari [[kota]] terbesar di [[Kalimantan]], mengangkat secara resmi beruang madu sebagai [[Maskot]] Kota, beruang khas [[Kalimantan Timur]] yang mulai di ambang kepunahan, dan terdapat kalimat "KUBANGUN - KUJAGA - KUBELA" dan "HELARCTOS MALAYANUS",<ref name="pemkot_balikpapan">{{id}} {{cite web|url=http://www.balikpapan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=5061%3Awawali-balikpapan-andalkan-pariwisata-dongkrak-pad&catid=1%3Aberita-kota&lang=in |title=Pariwisata Balikpapan |author=Pemkot Balikpapan | publisher=balikpapan.go.id|accessdate=2013-09-09}}</ref> dan menetapkan [[lambang]] Manututung sebagai [[lambang]] [[kota]].
 
<!--