Majalah KA: Perbedaan revisi

13 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
MKA bermula dari pembicaraan antara Yohanes Soegeng Setyo (Soegeng) dan Sudjono A.F. tentang banyaknya permintaan penumpang di Katalog Televisi Kereta Api (KATV) pada tahun 2006 untuk menerbitkan sebuah media informasi sektor perkeretaapian, dengan modal sendiri.<ref>Majalah KA Edisi ke-100. November 2014</ref> Sudjono kemudian meminta artikel-artikel dari para penulis di sektor kereta api untuk diterbitkan di majalah yang kemudian diberi nama ''Majalah KA'' (MKA). Pada akhirnya, terbitlah edisi pertama MKA pada bulan Agustus 2006.
 
Berbagai cobaan telah didapat oleh MKA. Pertama, MKA berusahauntuk pertama kalinya, mencoba mewawancarai [[Ronny Wahyudi]], dirut PT KAI saat itu, namun tiba-tiba MKA mendapat jawaban tidak boleh diterbitkan jika tak ada izin dari KAI. Dalam keadaan kritis, akhirnya ada kabar menggembirakan. Majalah KA diizinkan terbit dan bahkan kedudukan MKA penting sebagai media komunikasi dan informasi seputar perkeretaapian.
 
Hingga tahun [[2015]], MKA menjadi sangat populer sebagai satu-satunya majalah cetak bertema perkeretaapian di Indonesia dan telah memiliki media ''siber'' di situs web resminya, ''majalahka.com'' Edisi Juni 2015 menjadi edisi cetak terakhirnya, dan mulai Juli MKA kemudian beralih ke media ''siber''.<ref>Majalah KA Edisi Juni 2015</ref>
50.638

suntingan