Uccaihsrawa: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
M. Adiputra (bicara | kontrib)
k memindahkan Ucaisrawas ke Uccaihsrawa melalui peralihan: menyesuaikan ejaan dalam kitab
M. Adiputra (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1:
{{TMH Infobox|
[[| Image: = Wayang kuda yang mirip Uccaihsrawa.jpg|thumb|Gambar wayang kuda yang mirip dengan Ucaisrawas.]]
[[Berkas:Darkhorserecords.jpg|thumb|Logo [[Dark Horse Records]] yang menampilkan gambar Ucaisrawas.]]
| Caption = Gambar wayang kuda yang mirip dengan Uccaihsrawa.
Dalam [[mitologi Hindu]], '''Ucaisrawas''' (atau '''Ucaisrawa'''; '''Oncersrawa''') adalah seekor [[kuda]] putih berkepala tujuh yang muncul saat pengadukan "lautan susu". Cerita tersebut muncul dalam kitab [[Adiparwa]]. Warna Uccaihsrawa menjadi bahan taruhan antara Winatā, ibu [[Garuda]] dan [[Kadru]], ibu para ular. Akhirnya, ekor kuda Uccaihsrawa nebjadi hitam karena disemprot oleh bisa para naga.
| Nama = Uccaihsrawa
| Devanagari = उच्चैःश्रवा
| Ejaan_Sansekerta = Uccaiḥśravā
| Nama_lain = Ucaisrawas; Oncersrawa
}}
[[Berkas:Darkhorserecords.jpg|thumb|Logo [[Dark Horse Records]] yang menampilkan gambar UcaisrawasUccaihsrawa.]]
Dalam [[mitologi Hindu]], '''UcaisrawasUccaihsrawa''' ([[bahasa Sansekerta|Sansekerta]]: उच्चैःश्रवा; ''Uccaiḥśravā'') atau '''UcaisrawaUcaisrawas''' ([[bahasa Sansekerta|Sansekerta]]: उछैश्रवास्; ''Uchaiśravās'Oncersrawa') (terkadang disebut '''Oncèrsrawa''') adalah seekor [[kuda]] putih berkepala tujuh yang muncul saat pengadukan "lautan susu". Cerita tersebut muncul dalam kitab [[Adiparwa]]. Warna Uccaihsrawa menjadi bahan taruhan antara Winatā, ibu [[Garuda]] dan [[Kadru]], ibu para ular. Akhirnya, ekor kuda Uccaihsrawa nebjadimenjadi hitam karena disemprot oleh bisa para naga.
 
[[George Harrison]] menggunakan kuda Ucaisrawas sebagai label musik [[Dark Horse Records]]. Konon Ucaisrawa berwarna seputih salju, dengan ekor hitam pekat.
 
Dalam [[mitologi Hindu]], kuda Uccaihsrawa dianggap sebagai kuda yang paling utama (istimewa) di antara segala jenis [[kuda]]. Hal itu tersirat dalam sebuah [[sloka]] dari kitab [[Bhagawad Gita]] (bab 10 sloka 27):
{{hindu-mitos-stub}}
 
<div style="text-align:left">
{| class=wikitable width=50%
|-
!'''Sloka'''
!'''Arti'''
|-
| उच्चैःश्रवसमश्वानाम्<br>(''Uccaiḥśravasam aśvānāṁ'')
| Di antara bangsa kuda,<br>Uccaihsrawa yang utama.
|}
</div>
 
==Mitologi==
 
Pada zaman [[Satya Yuga]], para [[Dewa (Hindu)|dewa]], [[rakshasa|raksasa]] dan [[asura]] berunding untuk mendapatkan tirta [[amerta]], yaitu minuman kekekalan. Oleh saran Dewa [[Wisnu]], para dewa dan raksasa pergi ke ''Kṣirārṇawa'' (Kesirarnawa, atau "lautan susu") untuk mencari tirta amerta. Cara mendapatkannya adalah dengan mengaduk ''Kṣirārṇawa''. Gunung Mandara dari Sangkadwipa dipakai sebagai tongkat pengaduk, sedangkan naga [[Basuki (mitologi Bali)|Wasuki]] melilit gunung tersebut agar gunung itu bisa diputar bersama-sama oleh para dewa dan raksasa. Setelah mengaduk setelah sekian lama, timbulah racun. Karena Dewa [[Siwa]] tanggap, maka semua racun tersebut diminum sehingga lehernya menjadi biru (''Nilakhanta'').
 
Akhirnya, munculah makhluk beserta harta karun dari hasil pengadukan tersebut, yaitu permata [[Kastubha]], Dewi [[Laksmi]], gajah putih bernama [[Airawata]], kuda putih yang bernama Uccaihsrawa, dan lain-lain.
 
Berita mengenai kemunculan kuda Uccaihsrawa tersiar sampai ke telinga Dewi [[Winata]] dan [[Kadru]], istri Bagawan [[Kashyapa]]. Dewi Kadru berkata bahwa kuda Uccaihsrawa berbulu putih namun berekor hitam, sedangkan Dewi Winata berkata bahwa kuda Uccaihsrawa berwarna putih belaka. Hal itu kemudian menjadi perdebatan, sehingga mereka bertaruh bahwa siapa yang salah harus menjadi budak yang menang. Lalu Dewi Kadru bercerita kepada anaknya yaitu para [[Naga (mitologi Hindu)|naga]], bahwa ia bertaruh dengan Dewi Winata tentang warna kuda Uccaihsrawa. Saat ibunya berkata bahwa kuda itu berwarna putih dan berekor hitam, para naga kaget karena ibunya akan kalah sebab mereka melihat bahwa kuda itu berwarna putih saja, tidak berekor hitam.
 
Dewi [[Kadru]] yang cemas lalu menyuruh anak-anaknya untuk menyembur ekor kuda Uccaihsrawa dengan [[racun|bisa]] supaya berwarna hitam. Namun putera-puteranya menolak sebab perbuatan tersebut dinilai curang. Akhirnya Dewi Kadru mengutuk putera-puteranya agar mereka dan keturunannya mati pada saat upacara ''Sarpahoma'' (''Sarpa Yajña'') yang akan diselenggarakan oleh Maharaja [[Janamejaya]]. Tetapi para naga bersedia juga menciprati ekor kuda Uccaihsrawa dengan [[racun|bisa]] supaya menjadi hitam. Keesokan harinya, Dewi Kadru dan [[Winata]] datang untuk menyaksikan warna kuda Uccaihsrawa. Berkata usaha para naga, Dewi Kadru memenangkan taruhan sehingga Dewi Winata diperbudak.
 
==Lihat pula==
* [[Kurma (Hindu)|Kurma Awatara]]
* [[Adiparwa]]
 
 
[[Kategori:Mitologi Hindu]]