Perang melawan Teror: Perbedaan revisi

867 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
(Menolak perubahan teks terakhir (oleh Anggafisika41) dan mengembalikan revisi 6801191 oleh Addbot: tulisan tanpa sumber & pranala tidak relevan)
| result=''Sedang berlangsung''
}}
'''Perang melawan terorisme''' adalah istilah yang digunakan oleh media barat untuk mereferensikan berbagai tindakan militer dan politik yang dilakukan oleh pemerintahan [[Amerika Serikat]] dan negara-negara sekutunya (baik anggota [[NATO]] maupun partner non-NATO seperti [[Swedia]]) dalam kaitannya dengan [[Serangan 11 September]] di kota [[New York]].
 
Pemerintah Amerika mengklaim bahwa tujuan ''perang melawan terorisme'' adalah untuk melawan ancaman terorisme, mencegah terorisme dan mengurangi pengaruh organisasi seperti [[al-Qaeda]].<ref name="WH 10-07-01"/><ref name="USG">{{cite web |url=http://www.fbi.gov/terrorinfo/counterrorism/waronterrorhome.htm |title= Counterterrorism and Terrorism |accessdate=2008-04-14 |format= |work=Federal Bureau of Investigation }}</ref> walaupun belum ada definisi yang jelas mengenai apa itu terorisme dan sejauh apa sebuah tindakan dapat dikatakan terorisme.
 
Istilah ini menjadi bias dan metanaratif<ref>{{cite web|url=http://books.google.com/books?id=x9R3AAAAMAAJ&q|title=Bush's war: media bias and justifications for war in a terrorist age}}</ref> karena definisi terorisme yang ambigu dan tak punya garis tepi yang pasti. Banyak kalangan yang menilai istilah ''Perang melawan terorisme'' dapat digunakan oleh Amerika Serikat untuk masuk ke dalam ranah yang berada di luar kapasitasnya dengan alasan peperangan melawan "terorisme".
 
Jika didefinisikan luas, perang melawan terorisme juga melibatkan negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam misi ekspedisi Amerika Serikat dan atau negara sekutu-sekutunya seperti di Irak (baik saat [[Perang Irak 2003]] maupun perang melawan [[ISIS]]), Afghanistan, [[Afrika Sub-Sahara]], yang memilih fokus terhadap tindakan pemberantasan tindak terorisme dan radikalisme di dalam negerinya, yang kebanyakan di antaranya didukung sepenuhnya oleh kekuatan-kekuatan Barat, terutama AS, Inggris, Perancis, serta Australia. Salah satunya [[Rusia]] dan negara-negara anggota [[CIS]] (kecuali [[Ukraina]] dan [[Georgia]] yang mengirim kontingen ke Irak dan Afghanistan), [[Indonesia]], [[Malaysia]], [[Kolombia]], [[Nigeria]] (melawan [[Boko Haram]]), dan sebagainya.
 
== Pranala luar ==
1.092

suntingan