Garuda Indonesia Penerbangan 206: Perbedaan revisi

197 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
|casualties3=
}}
Operasi pembebasan pesawat DC-9 dikenal dengan sebutan '''Operasi Woyla''' yang dimulai sehari setelah tersiarnya kabar pembajakan tersebut. Pada pukul 21.00, [[29 Maret]], 35 anggota [[Kopassandha]] meninggalkan Indonesia dalam sebuah [[DC-10]] yang disewa, mengenakan pakaian [[sipil]]. Penggunaan DC-10 dikarenakan terdapat kemungkinan bahwa para pelaku akan menerbangkan pesawat tersebut sampai ke [[Libya]]. Pemimpin [[CIA]] di [[Thailand]] menawarkan pinjaman [[jaket anti peluru]], namun ditolak karena pasukan Kopassandha Indonesia telah membawa perlengkapan mereka sendiri dari [[Jakarta]].
 
Pukul 02.30 tanggal [[31 Maret]], prajurit bersenjata mendekati pesawat secara diam-diam. Mereka merencanakan agar Tim Merah dan Tim Biru memanjat ke [[sayap pesawat]] dan menunggu di pintu samping. Semua [[jendela pesawat]] telah ditutup. Tim Hijau akan masuk lewat pintu belakang. Semua tim akan masuk ketika kode diberikan. Pada pukul 02.43, Timtim Komando Angkatan Udara Thailand ikut bergerak ke landasan, menunggu di landasan agar tidak ada teroris yang lolos. Kode untuk masuk diberikan, ketiga tim masuk, dengan Tim Hijau terlebih dahulu, mereka berpapasan dengan seorang teroris yang berjaga di pintu belakang. Teroris tersebut menembak dan mengenai [[Achmad Kirang]], salah seorang anggota Tim Hijau di bagian bawah [[perut]] yang tidak terlindungi. Teroris tersebut kemudian ditembak dan tewas di tempat. Tim Biru dan Tim Merah masuk, menembak dua teroris lain, sementara penumpang menunduk. Para penumpang kemudian disuruh keluar. Seorang teroris dengan [[granat tangan]] tiba-tiba keluar dan mencoba melemparkannya tetapi gagal meledak karena pin pengaman yang tidak ditarik sempurna. Lalu anggota tim menembak dan melukainya sebelum dia sempat keluar. Teroris terakhir dinetralisir di luar pesawat. [[Imran bin Muhammad Zein]] selamat dalam peristiwa baku tembak tersebut dan ditangkap oleh Satuan Para Komando Kopassandha.
 
Tim medis kemudian datang untuk menyelamatkan [[pilot]] pesawat DC-9 ''Woyla'', Kapten [[Herman Rante]], yang ditembak salah satu teroris dalam serangan tersebut. Namun Kapten Herman Rante meninggal di [[Rumah Sakit]] di Bangkok beberapa hari setelah kejadian tersebut. Kedua korban peristiwa terorisme ini kemudian dimakamkan di [[TMP Kalibata]].
1.092

suntingan