Buka menu utama

Perubahan

5.144 bita ditambahkan ,  12 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
:{{arti lain|Jika anda mencari istilah panglima tertinggi di laut, lihat [[Laksamana]]}}
 
'''Laksmana''' atau '''Lakshmana''' ([[Sansekerta]]: '''लक्ष्मण''' ; ''Lakṣmaṇa'') adalah tokoh protagonis dalam [[protagoniswiracarita]] dalam kisah [[Ramayana]], putera Raja [[Dasarata]] dan merupakan adik tiri dari [[Rama]], pangeran [[Ayodhya]]. Namanya kadangkala dieja Laksmana, Lakshman, atau Laxman.
 
Menurut kitab [[Purana]], Laksmana merupakan penitisan [[Shesha]]. Shesha adalah ular yang mengabdi kepada Dewa [[Wisnu]] dan menjadi ranjang ketika Wisnu beristirahat di lautan susu. Shesha menitis pada setiap [[awatara]] Wisnu dan menjadi pendamping setianya. Dalam [[Ramayana]], ia menitis kepada Laksmana sedangkan dalam [[Mahabharata|Mahābhārata]], ia menitis kepada [[Baladewa]].
 
==Keluarga==
 
Laksmana merupakan putera ketiga Raja [[Dasarata]] yang bertahta di negeri [[Ayodhya]]. Kakak sulungnya bernama [[Rama]], kakak keduanya bernama [[Bharata]], dan adiknya sekaligus kembarannya bernama [[Satrughna]]. Di antara saudara-saudaranya, Laksmana memiliki hubungan yang sangat dekat terhadap Rama. Mereka bagaikan duet yang tak terpisahkan. Ketika Rama menikah dengan [[Dewi Sita]], Lakshmana juga menikahi adik Dewi Sita yang bernama [[Urmila]].
 
==Hubungan dengan Rama==
Dalam pertempuran melawan [[Rahwana]], kekuatan Laksmana sangat membantu perjuangan Rama untuk membebaskan istrinya. Dalam pertempuran, Laksmana membunuh [[Kumbakarna]] (adik Rahwana) dan [[Indrajit]] (putera Rahwana yang menaklukkan [[Indra]]).
 
Meskipun keempat putera Raja [[Dasarata]] saling menyayangi satu sama lain, namun [[Satrugna]] lebih cenderung dekat terhadap [[Bharata (Ramayana)|Bharata]], sedangkan Laksmana cenderung dekat terhadap [[Rama]]. Saat Resi [[Wiswamitra]] datang meminta bantuan Rama agar mengusir para [[rakshasa]] di [[hutan Dandaka]], Laksmana turut serta dan menambah pengalaman bersama kakaknya. Di hutan mereka membunuh banyak rakshasa dan melindungi para resi. Bisa dikatakan bahwa Laksmana selalu berada di sisi Rama dan selalu berbakti kepadanya dalam setiap petualangan Rama dalam [[Ramayana]].
Menurut kitab [[Purana]], Laksmana merupakan penitisan [[Shesha]]. Shesha adalah ular yang mengabdi kepada Dewa [[Wisnu]] dan menjadi ranjang ketika Wisnu beristirahat di lautan susu. Shesha menitis pada setiap [[awatara]] Wisnu dan menjadi pendamping setianya. Dalam [[Ramayana]], ia menitis kepada Laksmana sedangkan dalam [[Mahabharata|Mahābhārata]], ia menitis kepada [[Baladewa]].
 
==Masa pembuangan==
 
Saat [[Rama]] dibuang ke hutan karena tuntutan permaisuri [[Kekayi]], Laksmana mengikutinya bersama [[Sita]]. Ketika [[Bharata (Ramayana)|Bharata]] datang menyusul Rama ke dalam hutan dengan angkatan perang [[Ayodhya]], Laksmana mencurigai kedatangan Bharata dan bersiap-siap untuk melakukan serangan. Rama yang mengetahui maksud kedatangan Bharata menyuruh Laksmana agar menahan nafsunya dan menjelaskan bahwa Bharata tidak mungkin menyerang mereka di hutan, malah sebaliknya [[Bharata (Ramayana)|Bharata]] ingin agar [[Rama]] kembali ke [[Ayodhya]]. Setelah mendengar penjelasan Rama, Laksmana menjadi sadar dan malu.
 
Selama masa pembuangan, Laksmana membuat pondok untuk [[Rama]] dan [[Sita]]. Ia juga melindungi mereka di saat malam sambil berbincang-bincang dengan para pemburu di hutan. Ketika seorang [[rakshasi]] bernama [[Surpanaka]] hendak menyergap Sita, Laksmana bertindak dan pedangnya melukai hidung Surpanaka. Kemudian Surpanaka lari dan mengadu kepada saudara-saudaranya.
 
==Laksmana Rekha==
 
Ketika [[Sita]] meminta [[Rama]] untuk menangkap kijang kencana yang diidamkannya, Rama menyuruh Laksmana untuk melindungi Sita dan tidak membiarkannya berada di pondok sendirian. Kijang kencana tersebut merupakan penjelmaan rakshasa [[Marica]], yang memancing Rama agar ia menjauh dari pondok sehingga memudahkan Rahwana untuk menculik Sita. Saat Rama memanah kijang kencana tersebut, hewan itu berubah menjadi rakshasa [[Marica]], dan mengerang dengan suara keras. Sita yang merasa cemas, menyuruh Laksmana agar menyusul kakaknya ke hutan. Karena teguh dengan tugasnya untuk melindungi Sita, Laksmana menolak secara halus. Kemudian Sita berprasangka bahwa Laksmana memang ingin membiarkan kakaknya mati di hutan sehingga apabila Sita menjadi janda, maka Laksmana akan menikahinya. Mendengar perkataan Sita, Laksmana menjadi sakit hati dan bersedia menyusul Rama, namun sebelumnya ia membuat garis pelindung dengan anak panahnya agar makhluk jahat tidak mampu meraih Sita. Garis pelindung tersebut bernama "''[[Lakshmana Rekha]]''", dan sangat ampuh melindungi seseorang yang berada di dalamnya, selama ia tidak keluar dari garis tersebut.
 
Saat Laksmana meinggalkan [[Sita]] sendirian, rakshasa [[Rahwana]] yang menyamar sebagai seorang [[brahmana]] muncul dan meminta sedikit air kepada Sita. Karena Rahwana tidak mampu meraih Sita yang berada dalam ''Lakshmana Rekha'', maka ia meminta agar Sita mengulurkan tangannya. Pada saat tangan Rahwana memegang tangan Sita, ia segera menarik Sita keluar dari garis pelindung dan menculiknya. [[Rama]] yang sangat mencintai Sita, menelusuri [[hutan Dandaka]] demi mencari jejaknya. Selama masa pencarian tersebut, Laksmana dengan setia membantu Rama.
 
==Pertempuran besar==
 
Setelah mengetahui bahwa [[Sita]] dibawa oleh [[Rahwana]] ke [[Kerajaan Alengka]], Rama dan Laksmana beserta pasukan wanara menggempur kerajaan tersebut. Pada suatu pertempuran, Laksmana dan Rama beserta pasukannya tak berkutik oleh senjata Brahmastra yang dilepaskan Indrajit. Jembawan kemudian menyuruh Hanoman agar membawa tanaman obat yang bernama ''Sanjiwani'' di gunung Dronagiri, di deretan pegunungan Himalaya antara puncak Risaba dan Kailasa. [[Hanoman]] melesat ke tempat yang dimaksud tanpa bertanya terlebih dahulu. Karena tidak tahu persis bentuk tanaman yang dimaksud, Hanoman memotong gunung tersebut dan membawanya ke kemah pasukan Rama. Ketika tanaman ''Sanjiwani'' itu dioleskan, Rama dan Laksmana beserta para wanara menjadi sembuh dan merasa lebih kuat.
 
==Penakluk Indrajit==
 
Ketika Indrajit melakukan ritual untuk memperoleh kekuatan, Laksmana datang bersama pasukan wanara dan merusak lokasi ritual. [[Indrajit]] menjadi marah kemudian perang terjadi. Laksmana yang tidak ingin perang terjadi begitu lama segera melepaskan senjata panah Indrāstra. Senjata tersebut memutuskan leher Indrajit dari badannya sehingga ia tewas seketika. Atas jasanya tersebut, Rama memuji Laksmana serta para dewa dan gandarwa menjatuhkan bunga dari surga.
 
==Kehidupan selanjutnya==
 
Setelah Rahwana berhasil dikalahkan, Rama, Laksmana dan Sita beserta para wanara pergi ke Ayodhya. Di sana mereka disambut oleh Bharata dan Kekayi. Laksmana hendak dianugerahi ''Yuwaraja'' oleh Rama, namun ia menolak karena merasa Bharata lebih pantas menerimanya dibandingkan dirinya, sebab Bharata memerintah Ayodhya dengan baik dan bijaksana selama Rama dan Laksmana tinggal di hutan.
 
==Laksmana lain==
 
Dalam [[wiracarita]] [[Mahabharata]], ada seorang tokoh yang bernama '''Laksmana''' alias '''Laksmanakumara'''. Ia merupakan putera [[Duryodana]] dari [[Hastinapura]]. Ia turut serta dalam [[Perang di Kurukshetra|pertempuran besar]] yang terjadi di [[Kurukshetra]]. Pada pertempuran di hari ketiga belas, ia gugur di tangan [[Abimanyu]], putera [[Arjuna]].
 
==Lihat pula==
*{{en}} [http://srimadbhagavatam.com/9/10/2/en1 Lakshman as described in the Bhagavata Purana]
*{{en}} [http://vedabase.net/cc/adi/5/153/en1 Lakshman described in the Caitanya Caritamrita]
 
 
 
{{ramayana}}
 
{{ramayana-stub}}
 
[[Kategori:Tokoh Ramayana]]