Andi Amrullah: Perbedaan revisi

101 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
k
 
== Riwayat pendidikan ==
Pendidikan dasar ditempuh di kampung halamannya di [[Pagatan, menengahKusan Hilir, Tanah Bumbu|Pagatan]], sedangkan pendidikan menengah dan perguruan tinggi ditempuhnya di [[Kabupaten Malang|Malang]], [[Jawa Timur]]. Di perguruan tinggi, ia menempuh pendidikan di ''Fakultas Hukum dan Pengabdian Masyarakat'' ''(FHPM)'' [[Universitas Brawijaya|Universitas Brawijaya Malang]] dan lulus pada tahun 1969.
 
Pada tahun 19911971, ia kembali ke [[Banjarmasin]] dan menjadi [[dosen]] di [[Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat]] [[Banjarmasin]] dan pada tahun 1993 dikukuhkan menjadi [[profesor]] bidang ilmu hukum.<ref name=":0">''Op.cit.'' Halaman 26</ref>
 
== STIH-SA ==
Tahun 1960-an adalah tahun keemasan bagi Andi Amrullah sebagai seorang sastrawan. Karena pada periode ini tidak banyak muncul sastrawan baru. Mereka yang dominan adalah wajah-wajah lama seperti [[Shafwani Ibahy]], [[Mh. Hadhariah Roch]], [[Murjani Bawy]], D. Zauhidhie, [[Yustan Aziddin]], [[Hijaz Yaman|Hijaz Yamani]], [[Ajin Aryadi]], dan Andi Amrullah.<ref>{{Web|url = https://books.google.co.id/books?id=4SZPPIHUSpYC&dq=Andi+Amrullah&q=Andi+Amrullah#v=snippet&q=Andi%20Amrullah&f=false|title = ''Pengantar Sejarah Sastra Indonesia''|author = Yudiono K.S.|year = 2010|publisher = Grasindo}}</ref> Mereka semua penyair, namun mereka tidak sempat membukukan karyanya sendiri kecuali dalam ''Perkenalan ''di dalam [[Sajak]]. Mh Hadhariah Roch ikut dalam ''Panorama''. Sedangkan Andi Amrullah ketika masih studi di [[Kota Malang|Malang]] bersama penyair-penyair [[Jawa Timur]] dalam kumpulan ''Laut Pasang'' (Pemda Kotapraja Surabaya,1963). Kemudian ia menerbitkan sendiri antologi puisinya ''Demi Buah Tin dan Zaitun'' (1974).
 
Pada September 2010, Pemerintah Kabupaten [[Tanah Bumbu]], [[Mardani H. Maming]] memberikan penghargaan kepada Andi Amrullah dan para seniman yang telah mengharumkan nama Kabupaten Tanah Bumbu maupun Kalsel dengan karya-karyanya. Pada malam penyerahan anugerah seni itu diisi dengan pembacaan puisi dan teatrikal musik-musik religius. Pada kesempatan itu Pjs Bupati Tanah Bumbu ikut membacakan puisi karya Andi Amrullah.<ref>{{Web|url = http://banjarmasin.tribunnews.com/2012/04/04/kursi-khusus-untuk-perintis-pemekaran-kabupaten|title = Bupati Tanah Bumbu Mardhani H. Maming Akan Memberikan "Kursi Khusus" Bagi Perintis Pemekaran Kabupaten|date = 4 Desember 2012|author = Tribun News (admin)}}</ref>
 
Setelah ia wafat, minat masyarakat terhadap [[Kesusastraan|seni sastra]] mulai muncul, seperti yang terjadi dan tercatat dalam buku Wisuda XXII dan [[Dies Natalis]] XXVII [[STKIP PGRI Banjarmasin]], ada 52 orang [[wisuda|wisudawan/wisudawati]] yang menulis [[skripsi]] tentang [[cerpen]], [[drama]], [[novel]], dan [[puisi]] hasil karya sastrawan Kalsel, termasuk di antaranya adalah karya sastra Andi Amrullah (almarhum).
2.002

suntingan