Buka menu utama

Perubahan

734 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
 
<div align="justify">
'''Afrizal Malna''' ({{lahirmati|[[Jakarta]]|7|6|1957}}) adalah [[sastrawan]] berkebangsaan [[Indonesia]]. Namanya dikenal secara luas melalui karya-karyanya berupa [[puisi]], [[cerita pendek]], [[novel]], [[esai]] [[sastra]] yang dipublikasikan di berbagai media massa. Afrizal juga menulis teks pertunjukan [[teater]] yang dipentaskan di berbagai panggung pertunjukan di [[Indonesia]] dan [[mancanegara]]. <ref name="afrizal2">{{id}} Rampan, Korrie Layun. Leksikon susastra Indonesia. Balai Pustaka, 2000, Jakarta. Halaman 19. Biografi Afrizal Malna</ref> Kekhasan karyan Afrizal Malna adalah lebih mengangkat tema dunia modern dan kehidupan [[urban]], serta objek material dari lingkungan tersebut.<ref name="afrizal3">{{id}} Hatley, Barbara. ”Nation, ‘Tradition’, and Constructions of the Feminine in Modern Indonesian Literature,” pada Imagining Indonesia, ed. J. Schiller and B. Martin Schiller, hlm 93, dikutip dari Aveling, Harry. Rahasia Membutuhkan Kata: Puisi Indonesia 1966-1998 (diterjemahkan dari Secrets Need Words, Indonesian Poetry 1966-1998 oleh Wikan Satriati), IndonesiaTera, 2003, ISBN 979-9375-83-5</ref> Korespondensi antarobjek itulah yang menciptakan gaya puitiknya.<ref name="afrizal3"/><ref>[http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/afrizal.html Situs resmi Taman Ismail Marzuki], diakses 25 Desember 2013</ref> <ref>{{cite web|url=http://www.jurnalfootage.net/v2/in/artikel/36-artikel/341-bertemu-afrizal-malna-bicara-seni-video-teater-sastra-dan-politik-kesenian.html/|title=Meet Afrizal Malna; Talk Video Art, Theatre, Literature and the Arts Politics|publisher=[[jurnalfootage]]Jurnal Footage|accessdate=30 November 2011}}</ref>
 
== Kehidupan pribadi ==
Afrizal Malna menyelesaikan pendidikan SMA pada tahun [[1976]], namun baru pada [[1981]] ia melanjutkan kuliah di [[Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara]], [[Jakarta]], sebagai mahasiswa khusus, hingga pertengahan dikeluarkan pada tahun [[1983]]. <ref name="afrizal6">{{id}} Malna, Afrizal. ''Abad yang Berlari''. Lembaga Penerbit Altermed Yayasan Lingkar Merahputih, 1984, Jakarta. Halaman 32. Biografi Afrizal Malna</ref> Selama kurang lebih sepuluh tahun ia bekerja di perusahaan kontraktor bangunan, ekspedisi muatan kapal laut, dan asuransi jiwa. Sekarang lebih banyak berkiprah di bidang seni sebagai penulis [[esai]] [[sastra]], kurator [[seni rupa]], dan [[penyair]].<ref name="afrizal9">{{id}} Malna, Afrizal. ''Yang Berdiam dalam Mikropon''. Penerbit Medan Sastra Indonesia, 1990, Jakarta. Halaman 56. Biografi Afrizal Malna</ref> [[Puisi]], [[cerita pendek]], dan [[esai]] [[sastra|sastranya]] dimuat di berbagai media massa antara lain ''[[Horison]]'', ''[[Kompas (surat kabar)|Kompas]]'', ''Berita Buana'', ''[[Republika]]'', ''[[Kedaulatan Rakyat|Kedaulatan ]][[Kedaulatan Rakyat|Rakyat]], [[Tempo (majalah)|Tempo]],'' ''[[Jawa Pos]]'', ''Surabaya Post'', ''[[Pikiran Rakyat]]'', ''Ulumul Qur'an'', dan lain-lain. <ref name="afrizal2" />Tema puisi Afrizal Malna yang menonjol adalah pelukisan dunia [[modern]] dan kehidupan [[urban]], serta objek material dari lingkungan tersebut. Korespondensi antarobjek itulah yang menciptakan nuansa dan gaya puitiknya. <ref name="afrizal3">{{id}} Hatley, Barbara. ”Nation, ‘Tradition’, and Constructions of the Feminine in Modern Indonesian Literature,” pada Imagining Indonesia, ed. J. Schiller and B. Martin Schiller, hlm 93, dikutip dari Aveling, Harry. Rahasia Membutuhkan Kata: Puisi Indonesia 1966-1998 (diterjemahkan dari Secrets Need Words, Indonesian Poetry 1966-1998 oleh Wikan Satriati), IndonesiaTera, 2003, ISBN 979-9375-83-5</ref> Imaji-imaji dalam kehidupan sehari-hari, secara berdampingan ditampilkan secara gaduh, hiruk-pikuk, hampir-hampir ''chaotic'', kacau balau, semrawut, tercermin dalam judul-judul puisinya, seperti: ''Antropologi Kaleng-Kaleng Coca Cola'', ''Fanta Merah untuk Dewa-Dewa'', ''Migrasi di Kamar Mandi, Pelajaran Bahasa Inggris Tentang Berat Badan''. Afrizal tertarik pada menemukan hubungan antarobjek dalam puisi-puisinya, mencari—dalam kata-katanya sendiri—suatu “visualisasi tata bahasa atas benda-benda”. <ref name="afrizal4">{{en}} [http://www.poetryinternational.org/piw_cms/cms/cms_module/index.php?obj_id=19105 Amini, Hasif. 14 Februari 2011, dikutip tanggal 26 Oktober 2011. Situs Jurnal Puisi Internasional]</ref> Intimasi hubungan rahasia antarobjek tersebut memberikan banyak informasi tentang puitika Afrizal. <ref name="afrizal4" /><ref>{{cite web|url=http://indonesia.poetryinternationalweb.org/piw_cms/cms/cms_module/index.php?obj_id=19105&x=1/|title=Afrizal Malna|publisher=[[Poetry International Web]]|accessdate=30 November 2011}}</ref><ref>{{cite web|url=http://www.antarajatim.com/lihat/berita/59526/afrizal-malna-bicara-perjalanan-teater-di-unej/|title=Afrizal Malna Bicara Perjalanan Teater di Unej |publisher=[[Antara News]]|accessdate=30 November 2011}}</ref>
 
Pada tahun [[1981]], sebuah naskah dramanya mengantarkan Afrizal menerima penghargaan dalam sayembara Kincir Emas Radio Nederland Wereldomreop.<ref name="afrizal6" /> Karya dramanya berjudul ''Pertumbuhan di atas Meja Makan'', terpilih dalam ''Antologi Drama Indonesia'' yang diterbitkan oleh [[Yayasan Lontar]]<ref name="afrizal">{{id}} ''Antologi Drama Indonesia'' Jilid IV. Yayasan Lontar, 2009, Jakarta.</ref> dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul ''Things Growing on the Table''.<ref name="afrizal7">{{en}} ''The Lontar anthology of Indonesian Drama'' Vol. 3. Lontar Foundation, 2010, Jakarta. hlm xv-xvi</ref> Naskah drama tersebut merupakan salah satu contoh representatif untuk karya yang muncul pada era ''postmodernism'' [[Indonesia]]. Karya ini menentang penggunaan narasi keseragaman yang dibentuk oleh [[Orde Baru]]. Dalam karya dramanya ini, Afrizal yang juga bertindak sebagai [[editor]], membangun suatu "perpecahan" dengan memecah belah atau membuat potongan-potongan dialog dari berbagai sumber berlainan, misalnya potongan pidato presiden [[Soekarno]] dan wakilnya, [[Mohamad Hatta]], digabungkan dengan dialog ''Caligula'' karya Albert Camus dan ''Sandyakala Ning Majapahit'' karya [[Sanusi Pane]]. Dengan demikian, ia menolak hubungan kausalitas dan struktur naratif, ketika tokoh Suami dan Istri dalam drama ini mengucapkan kutipan potongan-potongan kalimat yang tidak berhubungan tersebut, sekaligus memaksa audiens untuk membangun sebuah cerita bagi diri mereka sendiri. <ref name="afrizal7" /> <ref>{{cite web|url=http://www.ivankavalera.com/2009/07/instalasi-kata-bernama-afrizal-malna.html/|title=Instalasi Kata Bernama Afrizal Malna|publisher=[[sastraSastra dioDio]]|accessdate=30 November 2011}}</ref>
 
Afrizal juga menulis esai pengantar untuk sejumlah buku karya para [[sastrawan]] [[Indonesia]], antara lain [[Eko Tunas]], [[Juniarso Ridwan]], [[Soni Farid Maulana]], [[Dorothea Rosa Herliany]], Made Wianta, dan lain-lain. <ref name="afrizal2" /> Esai sastra karyanya yang pernah diterbitkan pada antologi bersama antara lain: ''[[Sastra kontekstual|Perdebatan Sastra Kontekstual]]'' (Ariel Heryanto ed., 1986).<ref name="afrizal8">{{id}} Malna, Afrizal.''Sesuatu Indonesia'' Yayasan Bentang Budaya, 2000, Yogyakarta.</ref> ''Sesuatu Indonesia: Esei-Esei dari Pembaca Tak Bersih'' adalah salah satu buku kumpulan esainya, diterbitkan oleh Yayasan Bentang Budaya pada tahun 2000.<ref name="afrizal8" /> Esainya dalam Senimania Republika, Harian ''Republika'', [[1994]], memenangi Republika Award. <ref name="afrizal6" />Ia juga menjadi pemenang esai di Majalah Sastra ''[[Horison]]'' pada [[1997]]. <ref name="afrizal8" /> Sejak [[1983]] hingga [[1993]] menulis teks pertunjukan Teater Sae.<ref name="afrizal8" /> Afrizal pernah mengunjungi beberapa kota di luar negeri antara lain [[Swiss]] dan [[Hamburg]], sebagai pembicara dalam diskusi [[teater]] dan [[sastra]] di beberapa universitas, dalam rangka pertunjukan Teater Sae ([[Mei]]-[[Juni]] [[1993]]) yang mementaskan naskahnya.<ref name="afrizal8" /><ref>{{cite web|url=http://www.1titik.com/pendidikan/afrizal-malna-dan-tita-rubi-2-hari-di-unej.html/|title=Afrizal Malna|publisher=www.1titik.com|accessdate=30 November 2011}}</ref><ref>[http://www.jakartabeat.net/resensi/buku/konten/alih-wahana-buku-puisi-afrizal-malna-pada-bantal-berasap-puisi-visual-atau-visualisasi-puisi Jakarta Beat: Alih wahana buku puisi Afrizal Malna Pada Bantal berasap puisi, visual atau visualisasi puisi], diakses 10 April 2015</ref><ref>[http://www.thejakartapost.com/news/2013/05/31/afrizal-malna-encountering-poet.html The Jakarta Post: Afrizal Malna: Encountering poet], diakses 10 April 2015</ref>
 
Tahun [[1995]], bersama Beeri Berhrard Batschelet dan Joseph Praba, Afrizal mementaskan [[seni instalasi]] ''Hormat dan Sampah'' di [[Solo]]. <ref name="afrizal8" /> Pada tahun [[1996]] berkolaborasi dengan berbagai seniman dari beragam disiplin mengadakan pertunjukan seni instalasi ''Kesibukan Mengamati Batu-Batu'' di [[Taman Ismail Marzuki]], Jakarta.<ref name="afrizal8" /> Sedangkan tahun 2003, mementaskan karyanya, ''Telur Matahari,'' berkolaborasi dengan Harries Pribadi Bah dan Jecko Kurniawan. <ref name="afrizal8" /><ref>[http://ahmadgaus.com/2013/11/03/puisi-gelap/ Ahmad Gaus: Membaca Puisi-Puisi Gelap Afrizal Malna], diakses 10 April 2015</ref><ref>[http://www.poetryinternationalweb.net/pi/site/poet/item/19105/15881/Afrizal-Malna Poetry International Rotterdam: Afrizal Malna], diakses 10 April 2015</ref>
 
==Bibliografi==
10.784

suntingan