Buka menu utama

Perubahan

93 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
merapikan kalimat dan wikifikasi
 
<div align="justify">
'''Afrizal Malna''' ({{lahirmati|[[Jakarta]]|7|6|1957}}) adalah [[penulissastrawan]] berkebangsaan [[Indonesia]]. yangNamanya menghasilkandikenal berbagaisecara luas melalui karya-karyanya berupa [[puisi]], [[cerita pendek]], [[novel]], [[esai]] ,[[sastra]] danyang dipublikasikan di berbagai media massa. Afrizal juga menulis teks pertunjukan [[teksteater]] yang dipentaskan di berbagai panggung pertunjukan di [[Indonesia]] dan [[teatermancanegara]]. <ref name="afrizal2">{{id}} Rampan, Korrie Layun. Leksikon susastra Indonesia. Balai Pustaka, 2000, Jakarta. Halaman 19. Biografi Afrizal Malna</ref> DiKekhasan antara berbagai karyanya, tema puisikaryan Afrizal Malna yangadalah menonjollebih adalahmengangkat pelukisantema dunia modern dan kehidupan [[urban]], serta objek material dari lingkungan tersebut.<ref name="afrizal3">{{id}} Hatley, Barbara. ”Nation, ‘Tradition’, and Constructions of the Feminine in Modern Indonesian Literature,” pada Imagining Indonesia, ed. J. Schiller and B. Martin Schiller, hlm 93, dikutip dari Aveling, Harry. Rahasia Membutuhkan Kata: Puisi Indonesia 1966-1998 (diterjemahkan dari Secrets Need Words, Indonesian Poetry 1966-1998 oleh Wikan Satriati), IndonesiaTera, 2003, ISBN 979-9375-83-5</ref> Korespondensi objek-objekantarobjek itulah yang menciptakan nuansa dan gaya puitiknya.<ref name="afrizal3"/><ref>[http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/afrizal.html Situs resmi Taman Ismail Marzuki], diakses 25 Desember 2013</ref>
 
== Kehidupan pribadi ==
SejakAfrizal menamatkanMalna SLAmenyelesaikan pendidikan SMA pada tahun [[1976]], Afrizalnamun Malnabaru tidak melanjutkan sekolah. Pada tahunpada [[1981]], ia belajarmelanjutkan kuliah di [[Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara]], [[Jakarta]], sebagai mahasiswa khusus, hingga pertengahan dikeluarkan pada tahun [[1983]]. <ref name="afrizal6">{{id}} Malna, Afrizal. ''Abad yang Berlari''. Lembaga Penerbit Altermed Yayasan Lingkar Merahputih, 1984, Jakarta. Halaman 32. Biografi Afrizal Malna</ref> Selama kurang lebih sepuluh tahun ia pernah bekerja di perusahaan kontraktor bangunan, ekspedisi muatan kapal laut, dan asuransi jiwa. Sekarang lebih banyak berkiprah di bidang seni, sebagai esaispenulis [[esai]] [[sastra]], kurator [[seni rupa]], penyair dan penulis[[penyair]].<ref name="afrizal9">{{id}} Malna, Afrizal. ''Yang Berdiam dalam Mikropon''. Penerbit Medan Sastra Indonesia, 1990, Jakarta. Halaman 56. Biografi Afrizal Malna</ref> [[Puisi]], [[cerita pendek]], dan [[esai]] [[sastra|sastranya]] dimuat di berbagai media massa antara lain ''[[Horison]]'', ''[[Kompas (surat kabar)|Kompas]]'', ''Berita Buana'', ''[[Republika]]'', ''[[Kedaulatan Rakyat|Kedaulatan ]][[Kedaulatan Rakyat|Rakyat]], [[Tempo (majalah)|Tempo]],'' ''[[Jawa Pos]]'', ''Surabaya Post'', ''[[Pikiran Rakyat]]'', ''Ulumul Qur'an'', dan lain-lain. <ref name="afrizal2" />Tema puisi Afrizal Malna yang menonjol adalah pelukisan dunia [[modern]] dan kehidupan [[urban]], serta objek material dari lingkungan tersebut. Korespondensi antarobjek itulah yang menciptakan nuansa dan gaya puitiknya. <ref name="afrizal3">{{id}} Hatley, Barbara. ”Nation, ‘Tradition’, and Constructions of the Feminine in Modern Indonesian Literature,” pada Imagining Indonesia, ed. J. Schiller and B. Martin Schiller, hlm 93, dikutip dari Aveling, Harry. Rahasia Membutuhkan Kata: Puisi Indonesia 1966-1998 (diterjemahkan dari Secrets Need Words, Indonesian Poetry 1966-1998 oleh Wikan Satriati), IndonesiaTera, 2003, ISBN 979-9375-83-5</ref> Imaji-imaji dalam kehidupan sehari-hari, secara berdampingan ditampilkan secara gaduh, hiruk-pikuk, hampir-hampir ''chaotic'', kacau balau, semrawut, tercermin dalam judul-judul puisinya, seperti: ''Antropologi Kaleng-Kaleng Coca Cola'', ''Fanta Merah untuk Dewa-Dewa'', ''Migrasi di Kamar Mandi, Pelajaran Bahasa Inggris Tentang Berat Badan''. Afrizal tertarik pada menemukan hubungan antarobjek dalam puisi-puisinya, mencari—dalam kata-katanya sendiri—suatu “visualisasi tata bahasa atas benda-benda”. <ref name="afrizal4">{{en}} [http://www.poetryinternational.org/piw_cms/cms/cms_module/index.php?obj_id=19105 Amini, Hasif. 14 Februari 2011, dikutip tanggal 26 Oktober 2011. Situs Jurnal Puisi Internasional]</ref> Intimasi hubungan rahasia antarobjek tersebut memberikan banyak informasi tentang puitika Afrizal. <ref name="afrizal4" />
 
Pada tahun [[1981]], sebuah naskah dramanya memperolehmengantarkan Afrizal menerima penghargaan dalam sayembara ''Kincir Emas Radio Nederland Wereldomreop''.<ref name="afrizal6" /> Karya dramanya yang berjudul ''Pertumbuhan di atas Meja Makan'', terpilih dalam [[antologi''Antologi dramaDrama Indonesia]] seratus tahun'' yang diterbitkan oleh [[Yayasan Lontar]],<ref name="afrizal">{{id}} ''Antologi Drama Indonesia'' Jilid IV. Yayasan Lontar, 2009, Jakarta.</ref> sertadan diterjemahkan dalam versi bahasa Inggris dengan judul ''Things Growing on the Table''.<ref name="afrizal7">{{en}} ''The Lontar anthology of Indonesian Drama'' Vol. 3. Lontar Foundation, 2010, Jakarta. hlm xv-xvi</ref> KaryaNaskah drama Afrizal tersebut merupakan salah satu contoh yang representatif untuk karya yang muncul pada era postmodernisme''postmodernism'' [[Indonesia]]. Karya ini menentang penggunaan narasi keseragaman yang dibentuk oleh [[Orde Baru di Indonesia]]. Dalam karya dramanya ini, Afrizal yang juga bertindak sebagai [[editor]], membangun suatu "perpecahan" (''disunity'') dengan memecah belah atau membuat potongan-potongan dialog dari berbagai sumber berlainan, misalnya potongan pidato presiden [[Soekarno]] dan wakilnya, [[Mohamad Hatta]], digabungkan dengan dialog dari ''Caligula'' karya Albert Camus dan ''Sandyakala Ning Majapahit'' karya [[Sanusi Pane]]. Dengan demikian, melalui karyanya yang demikian, ia menolak hubungan kausalitas dan struktur naratif, ketika tokoh Suami dan Istri dalam drama ini mengucapkan kutipan potongan-potongan kalimat yang tidak berhubungan tersebut, sekaligus memaksa audiens untuk membangun sebuah cerita bagi diri mereka sendiri. <ref name="afrizal7" />
== Proses kreatif ==
Puisi, cerpen, dan esainya dimuat dalam ''Horison'', ''Kompas'', ''Berita Buana'', ''Republika'', ''Kedaulatan Rakyat'', ''Jawa Pos'', ''Surabaya Post'', ''Pikiran Rakyat'', ''Ulumul Qur'an'', dan lain-lain.<ref name="afrizal2"/> Tema puisi Afrizal Malna yang menonjol adalah pelukisan dunia modern dan kehidupan urban, serta objek material dari lingkungan tersebut. Korespondensi objek-objek itulah yang menciptakan nuansa dan gaya puitiknya. <ref name="afrizal3">{{id}} Hatley, Barbara. ”Nation, ‘Tradition’, and Constructions of the Feminine in Modern Indonesian Literature,” pada Imagining Indonesia, ed. J. Schiller and B. Martin Schiller, hlm 93, dikutip dari Aveling, Harry. Rahasia Membutuhkan Kata: Puisi Indonesia 1966-1998 (diterjemahkan dari Secrets Need Words, Indonesian Poetry 1966-1998 oleh Wikan Satriati), IndonesiaTera, 2003, ISBN 979-9375-83-5</ref> Imaji-imaji dalam kehidupan sehari-hari , secara berdampingan ditampilkan (jukstaposisi) secara gaduh, hiruk-pikuk, hampir-hampir chaotic, kacau balau, semrawut, tercermin dalam judul-judul puisinya, seperti: “Antropologi Kaleng-Kaleng Coca Cola”, “ Fanta Merah untuk Dewa-Dewa”, “Migrasi di Kamar Mandi”, “Pelajaran Bahasa Inggris Tentang Berat Badan”. Afrizal tertarik pada menemukan hubungan antara objek dalam puisi-puisinya, mencari—dalam kata-katanya sendiri—suatu “visualisasi tata bahasa atas benda-benda” (a “visual grammar of things”). <ref name="afrizal4">{{en}} [http://www.poetryinternational.org/piw_cms/cms/cms_module/index.php?obj_id=19105 Amini, Hasif. 14 Februari 2011, dikutip tanggal 26 Oktober 2011. Situs Jurnal Puisi Internasional]</ref> Intimasi hubungan rahasia antar objek-objek tersebut memberikan banyak informasi tentang puitika Afrizal. <ref name="afrizal4"/>
 
Afrizal juga menulis esai pengantar untuk sejumlah buku kumpulankarya puisipara beberapa penyair[[sastrawan]] [[Indonesia]], antara lain [[Eko Tunas]], [[Juniarso Ridwan]], [[Soni Farid Maulana]], [[Dorothea Rosa Herliany]], [[Made Wianta]], dan lain-lain). <ref name="afrizal2" /> EsainyaEsai jugasastra terbitkaryanya yang pernah diterbitkan pada antologi bersama antara lain,: ''[[Sastra kontekstual|Perdebatan Sastra Kontekstual]]'' (Ariel Heryanto ed., 1986).<ref name="afrizal8">{{id}} Malna, Afrizal.''Sesuatu Indonesia'' Yayasan Bentang Budaya, 2000, Yogyakarta.</ref> ''Sesuatu Indonesia: Esei-Esei dari Pembaca Tak Bersih'' adalah salah satu buku kumpulan esainya, diterbitkan oleh Yayasan Bentang Budaya pada tahun 2000.<ref name="afrizal8" /> Esainya dalam Senimania Republika, Harian ''Republika'', [[1994]], memenangkanmemenangi Republika Award. <ref name="afrizal6" />Ia juga menjadi pemenang esai di Majalah Sastra ''[[Horison]]'' pada [[1997]]. <ref name="afrizal8" /> Sejak [[1983]] hingga [[1993]] menulis teks pertunjukan Teater Sae.<ref name="afrizal8" /> Afrizal pernah mengunjungi beberapa kota di luar negeri antara lain [[Swiss]] dan [[Hamburg]], memberikansebagai pembicara dalam diskusi [[teater]] dan [[sastra]] di beberapa universitas, dalam rangka pertunjukan Teater Sae ([[Mei]]-[[Juni]] [[1993]]) yang mementaskan naskahnya.<ref name="afrizal8" />
Pada tahun 1981, sebuah naskah dramanya memperoleh penghargaan dalam sayembara ''Kincir Emas Radio Nederland Wereldomreop''.<ref name="afrizal6"/> Karya dramanya yang berjudul ''Pertumbuhan di atas Meja Makan'', terpilih dalam [[antologi drama Indonesia]] seratus tahun yang diterbitkan [[Yayasan Lontar]],<ref name="afrizal">{{id}} ''Antologi Drama Indonesia'' Jilid IV. Yayasan Lontar, 2009, Jakarta.</ref> serta diterjemahkan dalam versi bahasa Inggris dengan judul ''Things Growing on the Table''.<ref name="afrizal7">{{en}} ''The Lontar anthology of Indonesian Drama'' Vol. 3. Lontar Foundation, 2010, Jakarta. hlm xv-xvi</ref> Karya drama Afrizal tersebut merupakan salah satu contoh yang representatif untuk karya yang muncul pada era postmodernisme Indonesia. Karya ini menentang penggunaan narasi keseragaman yang dibentuk oleh Orde Baru di Indonesia. Dalam karya dramanya ini, Afrizal yang juga bertindak sebagai editor, membangun suatu "perpecahan" (''disunity'') dengan memecah belah atau membuat potongan-potongan dialog dari berbagai sumber berlainan, misalnya potongan pidato presiden [[Soekarno]] dan wakilnya [[Mohamad Hatta]] digabungkan dengan dialog dari ''Caligula'' karya Albert Camus dan ''Sandyakala Ning Majapahit'' karya [[Sanusi Pane]]. Dengan demikian, melalui karyanya yang demikian, ia menolak hubungan kausalitas dan struktur naratif, ketika tokoh Suami dan Istri dalam drama ini mengucapkan kutipan potongan-potongan kalimat yang tidak berhubungan tersebut, sekaligus memaksa audiens untuk membangun sebuah cerita bagi diri mereka sendiri. <ref name="afrizal7"/>
 
Tahun [[1995]], bersama Beeri Berhrard Batschelet dan Joseph Praba, Afrizal mementaskan [[seni instalasi]] ''Hormat dan Sampah'' di [[Solo]]. <ref name="afrizal8" /> Pada tahun [[1996]] berkolaborasi dengan berbagai seniman dari beragam disiplin mengadakan pertunjukan seni instalasi ''Kesibukan Mengamati Batu-Batu'' di [[Taman Ismail Marzuki]], Jakarta.<ref name="afrizal8" /> Sedangkan tahun 2003, mementaskan karyanya, ''Telur Matahari,'' berkolaborasi dengan Harries Pribadi Bah dan Jecko Kurniawan. <ref name="afrizal8" />
Afrizal menulis esai pengantar untuk buku kumpulan puisi beberapa penyair Indonesia, antara lain [[Juniarso Ridwan]], [[Soni Farid Maulana]], [[Dorothea Rosa Herliany]], [[Made Wianta]], dan lain-lain). <ref name="afrizal2"/> Esainya juga terbit pada antologi bersama antara lain, ''Perdebatan Sastra Kontekstual'' (Ariel Heryanto ed., 1986).<ref name="afrizal8">{{id}} Malna, Afrizal.''Sesuatu Indonesia'' Yayasan Bentang Budaya, 2000, Yogyakarta.</ref> ''Sesuatu Indonesia: Esei-Esei dari Pembaca Tak Bersih'' adalah salah satu buku kumpulan esainya, diterbitkan oleh Yayasan Bentang Budaya pada tahun 2000.<ref name="afrizal8"/> Esainya dalam Senimania Republika, Harian ''Republika'', 1994 memenangkan Republika Award. <ref name="afrizal6"/>Ia juga menjadi pemenang esai di Majalah Sastra ''Horison'' pada 1997. <ref name="afrizal8"/> Sejak 1983 hingga 1993 menulis teks pertunjukan Teater Sae.<ref name="afrizal8"/> Afrizal pernah mengunjungi beberapa kota di Swiss dan Hamburg, memberikan diskusi teater dan sastra di beberapa universitas dalam rangka pertunjukan Teater Sae (Mei-Juni 1993) yang mementaskan naskahnya.<ref name="afrizal8"/>
 
Tahun 1995 bersama [[Beeri Berhrard Batschelet]] dan [[Joseph Praba]], mementaskan [[seni instalasi]] ''[[Hormat dan Sampah]]'' di [[Solo]]. <ref name="afrizal8"/> Pada tahun [[1996]] berkolaborasi dengan berbagai seniman dari beragam disiplin mengadakan pertunjukan seni instalasi [[''Kesibukan Mengamati Batu-Batu'']] di [[Taman Ismail Marzuki]], Jakarta.<ref name="afrizal8"/> Tahun 2003, mementaskan [[Telur Matahari]] berkolaborasi dengan [[Harries Pribadi Bah]] dan [[Jecko Kurniawan]]. Beberapa buku prosa: cerita pendek atau novel, karya Afrizal Malna, antara lain: ''Dalam Rahim Ibuku Tak Ada Anjing'' (2003), ''Seperti Sebuah Novel Yang Malas Menceritakan Manusia'' ([[IndonesiaTera]], 2004), ''Lubang dari Separuh Langit'' (2005). Cerpennya pernah masuk dalam [[antologi cerpen pilihan Kompas]], antara lain Pistol Perdamaian (1996), dan Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan (1997).<ref name="afrizal8"/> Berkat prestasinya di bidang kepenulisan, Afrizal Malna beberapa kali diundang dalam festival dan acara sastra nasional maupun internasional, seperti Festival Penyair International di [[Rotterdam]], [[Belanda]] (1995) dan Utan Kayu International Literary Biennale di [[Jakarta]] [[2005]].<ref name="afrizal8"/>
 
==Bibliografi==
=== Buku ===
* Abad Yang Berlari ([[1984]])
* Perdebatan Sastra kontekstual ([[1986]])
* Tonggak Puisi Indonesia Modern 4 ([[1987]])
* Yang Berdiam Dalam Mikropon ([[1990]])
* Cerpen-cerpen Nusantara Mutakhir ([[1991]])
* Dinamika Budaya dan Politik ([[1991]])
* Arsitektur Hujan ([[1995]])
* Biography of Reading ([[1995]])
* Pistol Perdamaian ([[1996]])
* Kalung Dari Teman ([[1998]])
* Sesuatu Indonesia, Esei-esei dari pembaca yang tak bersih ([[2000]])
* Seperti Sebuah Novel yang Malas Mengisahkan Manusia, kumpulan prosa ([[2003]])
* Dalam Rahim Ibuku Tak Ada Anjing ([[2003]])
* Novel Yang Malas Menceritakan Manusia ([[2004]])
* Lubang dari Separuh Langit ([[2005]])
* 2008: Teman-temanku dari Atap Bahasa (Lapadl Pustaka, Yogyakarta, [[2008]])
* 2009: Pada Bantal Berasap (Omah sore, Jakarta-Yogyakarta); Ruang di Bawah Telinga, Biografi Visual Made Wianta (O House Gallery[[2009]])
* Ruang di Bawah Telinga, Biografi Visual Made Wianta (O House Gallery, [[2009]])
* 2010: Perjalanan Teater Kedua, Antologi Tubuh dan Kata (iCan – Indonesia Conteporary Art Network – Yogyakarta; Dewan Kesenian Jakarta, Jakarta)
* 2012:Perjalanan SecondTeater HandKedua, LanguagerAntologi Store,Tubuh Limiteddan EditionKata (RumahiCan Hujan, Yogyakarta,Indonesia 2012);Conteporary JembatanArt IlusiNetwork Antara SeniYogyakarta; dan Kota (25 Tahun GedungDewan Kesenian Jakarta)., Jakarta, 2012[[2010]])
* Second Hand Languager Store, Limited Edition (Rumah Hujan, Yogyakarta, [[2012]])
* Jembatan Ilusi Antara Seni dan Kota (25 Tahun Gedung Kesenian Jakarta, [[2012]])
 
=== Terjemahan ===
* Traum der Freiheit Indonesien 50 jahre nach der Unabhangigkeit (Hendra Pasuhuk & Edith Koesoemawiria, [[1995]])
* Poets, Friends Around the World (Mitoh-Sha, Tokyo, [[1997]])
* Menagerie 3 (John H. McGlynn, [[1997]])
* Do Lado Dos Ollos Arredor da poesia, entrevistas con 79 Poetas do Mundo (Emiilio Arauxo, Edicions do cumio, [[2001]])
* 1997: Frontiers of World Literature (Iwanami Shoten, Publishers, Tokyo) Poets, Friends Around the World (MitohSha, Tokyo[[1997]])
* Poets, Friends Around the World (MitohSha, Tokyo, [[1997]])
* 2001: Do Lado Dos Ollos, Arredor de Poesia Entrevistas con 79 Poetas de Mundo (Emilio Arauxo, Edicions, Do Cunio, Travisia de Vigo, [[2001]])
* 2008: Antologia de Poeticas (Maria Emilia Irmler & Danny Susanto, [[Gramedia]], [[Jakarta]], [[2008]])
* 2009: Orientierugen, Zeitschrift Zur Kutur Asiens (Berthold Daumhouser & Wolfgan Kubin, Edition Global, Munchen, [[2009]])
 
== Penghargaan ==
* Esei majalah Sastra Horison (1997)
* Dewan Kesenian Jakarta (1984)
* 1981: Radio Nedherland Wereldomroep untuk naskah drama Surat ([[1981]])
* 1987: Dewan Kesenian Jakarta untuk buku puisi Abad Yang Berlari ([[1987]])
* 1994: Republika Award dari harian Repulika untuk esei ([[1994]])
* 1996: Pusat Pembinaan dan Pengembahan Bahasa Departemen Pendidikan dan Budaya untuk buku puisi Arsitektur Hujan ([[1996]])
* 2006: Penghargaan Adibudaya dari Departemen Pendidikan untuk puisi ([[2006]])
* 1997: Majalah sastra Horison untuk esei
* Man of The Year dari majalah Tempo untuk buku puisi Teman-temanku Dari Atap Bahasa ([[2008]])
* 2006: Penghargaan Adibudaya dari Departemen Pendidikan untuk puisi
* 2008:Pusat ManBahasa ofDepartemen ThePendidikan Yeardan dari majalah TempoBudaya untuk buku puisi ''Teman-temanku Dari Atap Bahasa'' [[2010]]
* 2010: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan dan Budaya untuk buku puisi Teman-temanku Dari Atap Bahasa SEA Write Award dari Bangkok untuk buku puisi ''Teman-temanku Dari Atap Bahasa'' (penghargaan tidak diambil[[2010]])
 
</div>
 
== Lihat pula ==
* [[Eko Tunas]]
* [[Juniarso Ridwan]]
* [[Soni Farid Maulana]]
* [[Dorothea Rosa Herliany]]
 
== Referensi ==
{{reflist}}
10.784

suntingan