Kesultanan Berau: Perbedaan revisi

919 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
* Sultan Adam
Pada masa Sultan Adam dari Banjar dibuat perjanjian dengan Belanda yang di antara pasalnya menyerahkan vazal-vazal Banjar termasuk negeri Berau dan daerah-daerah lain di Kalimantan kepada Hindia Belanda. Perjanjian itu terdiri atas [[28]] pasal dan ditandatangani dalam loji Belanda di Banjarmasin pada tanggal [[4 Mei]] [[1826]] atau 26 Ramadhan 1241 H. Perjanjian inilah yang menjadi dasar hubungan politik dan ekonomi antara Kesultanan Banjar dengan pemerintah Hindia Belanda di Batavia. Dalam perjanjian tersebut Kerajaan Banjar mengakui ''suzerinitas'' atau pertuanan Pemerintah Hindia Belanda dan menjadi sebuah '''Leenstaat''', atau negeri pinjaman.
 
== Daftar Raja-Raja dan Sultan Kesultanan Berau ==
* Raja Aji Surya Natakesuma/ Baddit Dipatung (1377-1401)
* Raja Aji Nikullan (1401-1426)
* Raja Aji Nikutak (1426-1451
* Raja Aji Nigindang (1451-1470)
* Raja Aji Panjang Ruma (1470-1495)
* Raja Aji Tumanggung Barani (1495-1524)
* Raja Aji Sura Raja (1524-1550)
* Raja Aji Surga Balindung (1550-1576)
* Raja Aji Dilayas (1576-1600)
* Raja Aji Pangeran Tua (1600-1624)
* Raja Aji Pangeran Dipati (1624-1650)
* Raja Aji Kuning I (Aji Kuning Berau) (1650-1676)
* Sultan Muhammad Hasanuddin (diketahui sultan pertama kesultanan berau) (1676-1700)
* Sultan Zainal Abidin I (Sultan Zainal Abidin Kesultanan Berau) (1700-1740)
* Sultan Muhammad Badaruddin (1740-1760)
* Sultan Maulana Muhammad Salehuddin (Sultan Salehuddin Berau) (1760-1777)
* Sultan Amiril Mu'minin (1777-1800)
* Sultan Zainal Abidin II (sultan terakhir Kesultanan Berau) (1800-1810)
 
== Referensi ==