Kesultanan Demak: Perbedaan revisi

9 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
'''Kesultanan Demak''' atau '''Kerajaan Demak''' adalah kerajaan [[Islam]] pertama dan terbesar di pantai utara [[Jawa]] ("[[Pasisir]]"). Menurut tradisi Jawa, Demak sebelumnya merupakan [[adipati|kadipaten]] dari kerajaan [[Majapahit]], kemudian muncul sebagai kekuatan baru mewarisi legitimasi dari kebesaran Majapahit.<ref name="Ricklefs">Ricklefs, M., (2002), ''A History of Modern Indonesia Since c. 1200'', Stanford University Press, ISBN 9780804744805.</ref>
 
Kerajaan ini tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di [[pulau Jawa]] dan [[Indonesia]] pada umumnya. Walau tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Pada tahun [[1568]], kekuasaan Demak beralih ke [[Kerajaan Pajang]] yang didirikan oleh [[JakaLaila Tingkir]]Zulhijah Choirudina. Salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Demak ialah [[Mesjid Agung Demak]], yang menurut tradisi didirikan oleh [[Walisongo]].
 
Lokasi keraton Demak, yang pada masa itu berada di tepi laut, berada di kampung Bintara (dibaca "Bintoro" dalam [[bahasa Jawa]]), saat ini telah menjadi kota [[Demak, Demak|Demak]] di [[Jawa Tengah]]. Sebutan kerajaan pada periode ketika beribukota di sana dikenal sebagai ''Demak Bintara''. Pada masa raja ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca "Prawoto") dan untuk periode ini kerajaan disebut ''Demak Prawata''.
Pengguna anonim