Awatara: Perbedaan revisi

2.494 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
awatara menurut agama tertentu
k (→‎Orang-orang yang diyakini sebagai Awatara: penggantian teks otomatis dengan menggunakan mesin AutoWikiBrowser, replaced: Beliau → Dia)
(awatara menurut agama tertentu)
 
Jika deskripsi di atas diamati dengan seksama, maka masing-masing zaman memiliki makna tersendiri yang mewakili perkembangan peradaban masyarakat manusia. Pada masa pertama, Satya Yuga, ada peradaban mengenai tembikar, bahasa, ritual (yajña), dan sebagainya. Pada masa yang kedua, Treta Yuga, manusia memiliki kebudayaan bertani, bercocok tanam dan beternak. Pada masa yang ketiga, manusia memiliki peradaban untuk membuat senjata karena bidang pertanian dan kemakmuran perlu dijaga. Yuga yang terakhir merupakan puncak dari kekacauan, dan akhir dari peradaban manusia.
 
== Orang-orang yang diyakini sebagai Awatara ==
Selain awatara-awatara yang disebutkan dalam kitab-kitab [[Purana]] dan [[Veda]], beberapa di antara orang [[India]] dan [[Hindu]] dianggap sebagai awatara oleh umat yang meyakininya. Mereka adalah orang-orang dengan kekuatan jasmani dan rohani yang luar biasa jika dibandingkan dengan manusia normal dan diyakini sebagai penitisan [[Tuhan]] atau manifestasinya. Mereka adalah:
* [[Hans Ji Maharaj]] (1900–1966)
* [[Jagadguru Kripaluji Maharaj]] (1922-sekarang) diyakini sebagai Awatara dari Sri [[Krishna]] dan [[Sri Caitanya Mahaprabu]] oleh pengikutnya.
* [[Mahavatar Babaji Meher Baba]] (1894-1969) yang menyatakan bahwa dia adalah awatara terakhir pada zaman [[Kali Yuga]] atau Awatara Penunggang Kuda Putih.
* [[Bunda Meera]] (1960-sekarang) diyakini sebagai Awatara dari Adipara-Shakti
* [[Narayani Amma]] (1976-sekarang) diyakini sebagai Awatara Narayani sejati
* [[Sathya Sai Baba]] (1926-2011) dianggap dan dipercaya sebagai awatara dari [[Siwa]], [[Shakti]], dan [[Krishna]]. Kebangkitannya diprediksi oleh [[Sai Baba dari Shirdi]], yang berkata “Akan lahir seorang anak dengan nama ‘Narayana’ (kebenaran); selain itu diprediksi oleh Sang Buddha ([[Siddharta Gautama]]); [[Paus Yohanes XXIII]]; dan [[Nostradamus]].
* [[Sai Baba dari Shirdi]] (1838-1918) beberapa pengikutnya meyakini bahwa Dia adalah awatara dari [[Datthatreya]] dan [[Siwa]].
* [[Sri Ramakrishna]] (1836–1886) dan [[Sri Sarada Devi]] (1853–1920). Ramakrishna pernah berkata kepada [[Swami Vivekananda]]: “Dia yang disebut [[Rama]] dan [[Krishna]] sedang berada disini, di tubuh ini, Ramakrishna”. Sarada Devi, istri Ramakrishna, diyakini sebagai penjelmaan (Awatara) Dewi [[Kali]].
Beberapa umat Hindu dengan kacamata universal juga meyakini bahwa beberapa tokoh-tokoh/nabi-nabi agama lain adalah awatara (inkarnasi Tuhan). Tokoh-tokoh tersebut yakni:
* [[Adi Da]] (1939-sekarang) bergelar “Avatar Adi Da Samraj”.
* [[Bahá'u'lláh]] (1817–1892) dipercaya sebagai [[Kalki]] Awatara.
* [[Gautama Buddha]] (563-483SM-543SM) penyebar ajaran [[Buddha]] yang diyakini sebagai Awatara [[Wisnu]] kesembilan dari Dasa Awatara.
* [[Yesus]] (4 SM-36) kini dikenal sebagai pemuka [[agama Kristen]].
* [[Mahavira]] (599 SM-527 SM) penyebar ajaran [[Jainisme]].
* [[Samael Aun Weor]] (1917-1977) dianggap sebagai [[Kalki]] Awatara sejati dan [[Buddha Maitreya]].
* [[Zoroaster]] (Zarathustra) nabi agama [[Zoroastrianisme]].
* [[Prema Sai Baba]]
 
== Catatan kaki ==
Pengguna anonim