Buka menu utama

Perubahan

k
→‎Jawa Barat: mengembalikan bagian yang divandal
''[[Suma Oriental]]'' ("Dunia Timur") yang ditulis [[Tome Pires]] melaporkan juga bahwa [[Suku Sunda]] di [[Jawa Barat]] bukanlah Muslim di zamannya, dan memang memusuhi Islam.<ref name="RICKLEFS"/> Sebuah penaklukan oleh Muslim di daerah ini terjadi pada abad ke-16. Dalam studinya tentang [[Kesultanan Banten]], [[Martin van Bruinessen]] berfokus pada hubungan antara mistik dan keluarga kerajaan, mengkontraskan bahwa proses Islamisasi dengan yang yang berlaku di tempat lain di Pulau Jawa:
"Dalam kasus Banten, sumber-sumber pribumi mengasosiasikan "[[tarekat]]" tidak dengan perdagangan dan pedagang, tetapi dengan raja, kekuatan magis dan legitimasi politik."<ref>{{cite journal|title=Shari`a court, tarekat and pesantren: religious institutions in the sultanate of Banten|author=Martin van Bruinessen|journal=Archipel|volume=50|pages=165&ndash;200|url=http://www.let.uu.nl/~martin.vanbruinessen/personal/publications/Banten_religious_institutions.htm|year=1995|doi=10.3406/arch.1995.3069}}</ref> Ia menyajikan bukti bahwa [[Sunan Gunungjati]] diinisiasi ke dalam aliran "[[Najmuddin Kubra|Kubra]]", "[[Shattari]]", dan "[[Tarekat Naqsyabandiyah|Naqsyabandiyah]]" dari [[sufisme]].
 
===Daerah lain ===
Tidak ada bukti dari penerapan Islam oleh orang Nusantara sebelum abad ke-16 di daerah luar Pulau Jawa, Pulau Sumatera, [[Kesultanan Ternate]] dan [[Kesultanan Tidore|Tidore]] di [[Kepulauan Maluku|Maluku]], dan [[Kesultanan Brunei]] dan [[Semenanjung Melayu]].
 
== Legenda Nusantara dan Melayu ==
7.524

suntingan