Sejarah Skotlandia: Perbedaan revisi

173 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
clean up, removed: {{Link GA|de}}
(clean up, removed: {{Link GA|de}})
Menurut literatur dari abad ke-9 dan ke-10, kerajaan Gaelik [[Dál Riata]] didirikan di pantai barat Skotlandia pada abad ke-6. Pada abad berikutnya, misionaris [[Irlandia]] [[Columba]] mendirikan biara di [[Iona]] dan memperkenalkan [[Kekristenan Keltik]] kepada orang-orang Scoti yaang sebelumnya beragama [[pagan]], namun upayanya terhadap orang Pict tidak terlalu berhasil. Raja Nechtan dari Pictland nantinya memutuskan untuk mengusir gereja Columba dan mendukung gereja di Roma untuk membatasi pengaruh Scoti di kerajaannya dan menghindari perang dengan [[Northumbria]].<ref>{{cite web | url = http://www.bbc.co.uk/scotland/education/sysm/scots/teachers/background.shtml | title = Scots and Picts | publisher = BBC Education Scotland | accessdate = 5 February 2013}}</ref> Pada periode yang sama, orang-orang Angle tlah menaklukan wilayah [[Briton]] di sebelah selatan Clyde dan Forth dan mendirikan kerajaan Anglo-Sachsen [[Bernicia]], yang nantinya menjadi bagian dari Kerajaan Northumbria. Menjelang akhir abad ke-8, ketiga kerajaan tersebut diserang oleh bangsa [[Viking]]. Karena dikalahkan oleh bangsa Viking, Pict dan Scot menghentikan permusuhannya dan bersatu pada abad ke-9 sehingga membentuk [[Kerajaan Skotlandia]].
 
Kerajaan Skotlandia disatukan oleh penerus [[Kenneth MacAlpin]], raja Skotlandia bersatu pertama. Penerus-penerusnya dari [[Wangsa Alpin]] seringkali berseteru untuk memperebutkan tahta. Raja Alpin terakhir yang bernama [[Malcolm II dari Skotlandia|Malcolm II]] meninggal tanpa penerus pada awal abad ke-11 dan kerajaan diserahkan kepada putra dari putrinya, [[Duncan I dari Skotlandia|Duncan I]], yang memulai garis keturunan baru yang dijuluki [[Wangsa Dunkeld]] atau Canmore. Raja Dunkeld terakhir yang bernama [[Alexander III dari Skotlandia|Alexander III]] meninggal pada tahun 1286 dan hanya memiliki satu cucu perempuan kecil sebagai penerus yang bernama [[Margaret, Putri Norwegia]]. Sayangnya, ia tewas karena kapalnya karam saat sedang menuju ke Skotlandia. Akibatnya, Raja [[Edward I dari Inggris|Edward I]] memanfaatkan situasi dan melancarkan upaya penaklukan di Skotlandia. Akibatnya, meletuslah [[Perang Kemerdekaan Skotlandia]] pada akhir abad ke-13 dan awal abad ke-14 sementara tahta Skotlandia berganti-ganti antara [[Wangsa Balliol]] dan [[Wangsa Bruce]]. Kemenangan akhir Skotlandia dalam Perang Kemerdekaan di bawah pimpinan [[David II dari Skotlandia|David II]] memastikan kemerdekaan dan kedaulatan Kerajaan Skotlandia. Setelah David II meninggal tanpa penerus, keponakannya [[Robert II dari Skotlandia|Robert II]] mendirikan [[Wangsa Stuart]], yang akan menguasai Skotlandia selama tiga abad berikutnya. Raja [[James I dari Inggris|James VI]] mewarisi tahta Inggris pada tahun 1603, dan raja dan ratu Stuart akan menguasai kedua kerajaan hingga [[Undang-Undang Penyatuan 1707]] menggabungkan kedua negara menjadi [[Britania Raya|Kerajaan Britania Raya]].<ref>{{cite web | url = http://www.nationalarchives.gov.uk/pathways/citizenship/rise_parliament/uniting.htm | title = Uniting the kingdom? | publisher = National Archives | accessdate = 2 July 2011}}</ref><ref>{{cite web | url = http://www.ltscotland.org.uk/scotlandshistory/unioncrownsparliaments/unionofparliaments/index.asp | title = The Union of the Parliaments 1707 | publisher = [[Learning and Teaching Scotland]] | accessdate = 2 July 2011}}</ref><ref>[[s:Act of Union 1707|Union with England Act 1707]], Article II.</ref> Dalam penyatuan tersebut, Parlemen Skotlandia dan Inggris dibubarkan dan [[Parlemen Britania Raya]] didirikan. Salah satu faktor utama yang mendorong Skotlandia menyetujui penyatuan dengan Inggris adalah karena [[skema Darien|kegagalan proyek Darien]] yang berupaya mendirikan koloni di [[Panama]].<ref name="Whatley 2001 48">{{Cite book |first=C. A. |last=Whatley |title=Bought and sold for English Gold? Explaining the Union of 1707 |location=East Linton |publisher=Tuckwell Press |year=2001 |page=48 |isbn=1-86232-140-X }}</ref> Kegagalan proyek yang memakan kurang lebih seperempat jumlah uang yang beredar di Skotlandia tersebut membuat negara tersebut bangkrut, sehingga penyatuan dilakukan untuk memulihkan ekonomi dengan memperoleh akses terhadap pelabuhan-pelabuhan Inggris di berbagai wilayah koloninya.<ref>{{Cite book |first=C. A. |lastname="Whatley |title=Bought and sold for English Gold? Explaining the Union of 1707 |location=East Linton |publisher=Tuckwell Press |year=2001 |page=48 |isbn=1-86232-140-X }}<"/ref>
 
Setelah penyatuan, Skotlandia memasuki masa [[Pencerahan Skotlandia]] dan [[Revolusi Industri]]; pada periode tersebut, Skotlandia menjadi salah satu kekuatan perdagangan, intelektual, dan industrial di [[Eropa]]. Industrinya mengalami kemunduran setelah [[Perang Dunia II]], namun dalam beberapa dasawarsa terakhir negara ini mengalami semacam [[renaisans]] ekonomi dan budaya, yang didorong oleh kemunculan kembali sektor [[layanan finansial]] serta berkat minyak dan gas di [[Laut Utara]].
[[Kategori:Sejarah Skotlandia| ]]
 
{{Link GA|de}}
{{Link GA|no}}
{{Link GA|sq}}
65.282

suntingan