Susu: Perbedaan revisi

11 bita dihapus ,  6 tahun yang lalu
clean up, removed: {{Link FA|es}}
(Membalikkan revisi 8802926 oleh 139.195.194.10 (bicara))
(clean up, removed: {{Link FA|es}})
 
=== Nutrisi hewan mamalia ===
Sebagian besar hewan mamalia, termasuk [[manusia]], susu diberikan oleh induk melalui kelenjar susu induk. Beberapa kebudayaan meneruskan kebiasaan memberi air susu kepada bayi nya hingga umurnya mencapai 7 tahun.<ref>[http://www.timesonline.co.uk/tol/life_and_style/health/features/article388488.ece . . . or just go with the flow?]. [[The Times]], [[May 5]], [[2005]].</ref> Sedangkan pada ternak, khususnya sapi, anak sapi diberikan susu selama sekitar 3 bulan, namun bisa disapih lebih dini dengan pemberian pakan [[brangkasan]] [[jagung]] <ref>[http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/11502] Evaluasi Kecernaan Hay Hijauan Jagung Muda Umur 17 Hari sebagai Alternatif Sumber Hijauan untuk Pedet Hasil Penyapihan Dini.</ref>
 
=== Gizi untuk manusia ===
Susu terasa sedikit manis dan asin (gurih) yang disebabkan adanya kandungan gula [[laktosa]] dan [[garam mineral]] di dalam susu. Rasa susu sendiri mudah sekali berubah bila terkena benda-benda tertentu, misalnya makanan ternak penghasil susu, kerja enzim dalam tubuh ternak, bahkan wadah tempat menampung susu yang dihasilkan nantinya. Bau susu umumnya sedap, namun juga sangat mudah berubah bila terkena faktor di atas.
 
Berat jenis air susu adalah 1,028 &nbsp;kg/L.{{fact}} Penetapan berat jenis susu harus dilakukan 3 jam setelah susu diperah, sebab berat jenis ini dapat berubah, dipengaruhi oleh perubahan kondisi lemak susu ataupun karena gas di dalam susu.{{fact}} Viskositas susu biasanya berkisar antara 1,5 sampai 2 cP, yang dipengaruhi oleh bahan padat susu, lemak, serta temperatur susu.{{fact}}
 
Titik beku susu di Indonesia adalah -0,520&nbsp;°C, sedangkan titik didihnya adalah 100,16&nbsp;°C. Titik didih dan titik beku ini akan mengalami perubahan apabila dilakukan pemalsuan susu dengan penambahan air yang terlalu banyak karena titik didih dan titik beku air yang berbeda.{{fact}}
== Jenis produk susu ==
{{utama|Produk susu}}
Berdasarkan kandungan lemak yang terdapat di dalamnya, produk susu dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu susu murni (''whole milk''), susu kurang lemak (''reduced fat milk''), susu rendah lemak (''low fat milk''), dan susu bebas lemak (''free-fat Milk'') atau [[susu skim]] (''skim milk'').
 
Susu murni harus mengandung sekurang-kurangnya 3,25% dari lemak susu dan 8,25% padatan susu bukan lemak (protein, karbohidrat, vitamin larut air, dan mineral). Penambahan vitamin A dan D pada susu ini bersifat fakultatif.{{fact}}
Susu kurang lemak banyak dipilih orang orang-orang yang ingin mengurangi konsumsi lemak di dalam susu. Sesuai dengan namanya, kadar lemak pada susu ini telah dikurangi hingga tersisa 2%. Untuk konsumen yang menginginkan konsumsi lemak lebih sedikit lagi, diciptakanlah susu rendah lemak. Kadar lemak pada susu ini telah dikurangi hingga tersisa 1%.{{fact}}
 
Pada susu skim, kadar lemaknya dikurangi hingga hampir tidak ada sama sekali (0,1%), namun residu dari lemak susunya boleh tersisa hingga maksimum 0,5%.<ref>Aak. 1995. ''Petunjuk Praktis Beternak Sapi Perah''. Yogyakarta: Kanisius. ISBN 979-497-285-1</ref> Karena vitamin A dan D yang larut dalam lemak ikut hilang pada proses penghilangan lemak, pada susu kurang lemak, susu rendah lemak, dan susu skim umumnya ditambahkan kedua vitamin tersebut.
 
Susu murni yang dipanaskan selama beberapa waktu akan terubah menjadi ''evaporated milk''. Susu ini terbentuk melalui pemanasan susu dengan menggunakan pompa vakum untuk menghilangkan kira-kira 60% kadar airnya. Selain penghilangan air, dalam pembuatan ''evaporated milk'' ini juga dilakukan penambahan vitamin D serta standardisasi nutrisi. Selanjutnya susu ini akan dipanaskan pada suhu 115,5-118,5&nbsp;°C selama 15 menit untuk sterilisasi. Hasilnya, ''evaporated milk'' akan berstruktur lebih pekat dibandingkan susu murni, dan mengandung kira-kira 25% padatan susu bukan lemak <ref>[http://www.havemilk.com/article.asp?id=6797 www.havemilk.com]</ref>.
 
== Komposisi susu ==
Komposisi susu diantaranya terdiri atas air, bahan kering, lemak, bahan kering tanpa lemak, protein, dan laktosa. Setiap hewan memiliki komposisi susu yang berbeda-beda, baik antar hewan, antar jenis, maupun antar bangsa hewan. Susu sapi memiliki kadar lemak 3,1%, protein 2,8%, bahan kering 11,2%, bahan kering tanpa lemak 8,1%. <ref>[http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/26133][Kualitas Susu Sapi Berdasarkan Kepemilikan di Kawasan Usaha Peternakan Cibungbulang, Kabupaten Bogor][Sinaga, Kurniawan]</ref> Sedangkan komposisi susu kambing terdiri atas kadar lemak 6,34%, protein 4,97%, bahan kering 15,32%, bahan kering tanpa lemak 8,97%. <ref>[http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/59059][Produksi dan Kualitas Susu Kambing Sapera yang Diberikan Tambahan Pakan Daun Som Jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn0][Hatmoko]</ref> Berdasarkan hasil komposisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahan kering, kadar lemak, dan protein susu kambing lebih tinggi dari pada susu sapi.
Kandungan omega-3 dalam susu sapi dapat ditingkatkan melalui pemberian pakan kaya omega-3 seperti campuran garam kering karboksilat <ref>[http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/55058][Tampilan Asam Lemak dalam Susu Sapi Hasil Pemberian Ransum Mengandung Campuran Garam Karboksilat atau Metil Ester Kering]</ref> Kombinasi selang pemerahan yang berbeda berpengaruh (P<0.05) terhadap produksi dan laju sekresi susu sapi perah <ref>[http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/56786][Pengaruh Kombinasi Selang Pemerahan terhadap Produksi dan Komposisi Susu Sapi Perah][Atriana, Rina]</ref>
 
* {{id}} [http://www.kecantikankecantikan.com/kulit-cantik-dengan-susu/ Manfaat susu untuk kecantikan]
* {{id}} [http://kesehatananakku.com/susu-formula.html Susu formula]
{{minuman-stub}}
 
[[Kategori:Susu| ]]
 
 
{{Link FA|es}}
{{minuman-stub}}
 
{{Link FA|ca}}
65.282

suntingan