Difference between revisions of "Pembantaian Qibya"

clean up, replaced: rujukan → Referensi, removed: {{Link FA|fr}}
m (Bot: Migrasi 13 pranala interwiki, karena telah disediakan oleh Wikidata pada item d:Q1139615)
(clean up, replaced: rujukan → Referensi, removed: {{Link FA|fr}})
{{rujukanReferensi}}
'''Pembantaian Qibya''' ialah salah satu serangan [[Zionis]] yang dirancang untuk “mendorong” orang-orang [[Palestina]] melarikan diri yang terjadi di [[Qibya]], suatu desa dengan penduduk 2000 orang di perbatasan [[Yordania]]. Penyelidikan lebih lanjut di tempat kejadian yang dilakukan oleh beberapa pengamat dengan jelas mengungkap bagaimana pembantaian terjadi.
 
Pembantaian Qibya, yang terjadi pada [[13 Oktober]] [[1953]], meliputi penghancuran 40 rumah dan pembunuhan 96 orang sipil, sebagian besar di antara mereka wanita dan anak-anak. Unit “101” ini dipimpin oleh [[Ariel Sharon]], yang kelak menjadi [[Perdana Menteri Israel]]. Sekitar 600 tentaranya mengepung desa itu dan memutuskan hubungannya dengan seluruh desa Arab lainnya. Begitu memasukinya pada pukul 4 pagi, para [[teroris]] Zionis mulai secara terencana memusnahkan rumah-rumah dan membunuh penduduk-penduduknya. Sharon yang kalem, yang langsung memimpin serangan tersebut, mengumumkan pernyataan berikut setelah pembantaian: “Perintah telah dilaksanakan dengan sempurna: Qibya akan menjadi contoh untuk semua orang."
Dr. Yousif Haikal, duta besar Yordania untuk [[PBB]] pada saat itu, menerangkan pembantaian ini dalam laporannya kepada [[Dewan Keamanan PBB]]:
 
:"Orang-orang Israel memasuki desa dan secara terencana membunuh seluruh penghuni rumah, dengan menggunakan senjata-senjata otomatis, granat, dan bom bakar; lalu mendinamit rumah yang ada penghuninya… Empat puluh rumah, sekolah desa, dan sebuah waduk dihancurkan. Dua puluh dua ternak dibunuh dan enam toko dijarah."
 
Jurnal [[Katolik]] terkenal ''The Sign'', yang diterbitkan di [[Amerika Serikat]], juga melaporkan pembantaian massal yang dilakukan selama serangan ini. Editor Ralph Gorman menerangkan pemikirannya sebagai berikut: “Teror menjadi sebuah senjata politik Nazi. Namun Nazi tidak pernah menggunakan teror dengan cara yang lebih berdarah dingin dan tanpa alasan seperti yang dilakukan Israel dalam pembantaian di Qibya."
 
Orang-orang yang kemudian datang ke tempat pembantaian ini menyaksikan pemandangan yang mengerikan. Sebagian besar mayat mengalami luka tembak di belakang kepala, dan banyak yang tanpa kepala. Bersama orang-orang yang tewas di bawah reruntuhan rumah mereka, banyak wanita-wanita dan anak-anak tak berdosa yang juga dibunuh secara brutal.
[[Kategori:Pembantaian]]
[[Kategori:Terorisme]]
 
{{Link FA|fr}}
65,282

edits