Seven Samurai: Perbedaan revisi

26 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
clean up, removed: {{Link FA|fr}}
k (→‎Produksi: pengalihan Toshirō Mifune dihapus sama Albertus Aditya :()
(clean up, removed: {{Link FA|fr}})
 
== Alur ==
[[Berkas:I_Sette_Samurai_040I Sette Samurai 040.JPG|jmpl|200px|Lambang tujuh orang samurai. Pada bagian tengah terdapat sebuah segitiga. Pada bagian bawah terdapat huruf [[ta (kana)|た]]. Keenam lingkaran ini merupakan perwakilan dari anggota tujuh orang samurai, kecuali Kikuchiyo. Segitiga mewakili Kikuchiyo, yang sebenarnya bukanlah seorang samurai. Sedangkan huruf [[hiragana]] "ta", yang berarti sawah, mewakili para petani.]]
 
Sekelompok [[bandit]] perusak menghampiri sebuah [[desa]] gunung. Pemimpin bandit menyadari bahwa mereka telah merampok desa ini sebelumnya, dan memutuskan untuk membiarkan desa ini dan menunggu hingga musim panen yang akan tiba dalam beberapa bulan lagi. Seorang penduduk mendengar rencana para bandit tersebut secara tidak sengaja. Berita ini menyebabkan para penduduk desa mulai terpisah-pisah, ada yang beranggapan bahwa mereka harus menyerahkan hasil panen mereka, ada juga yang ingin bertempur melawan bandit. Mereka kemudian pergi menuju tetua desa, yang menyatakan bahwa mereka harus bertempur, dengan cara menyewa [[samurai]] untuk membantu mereka mempertahankan desa mereka. Beberapa penduduk mempermasalahkan usulan ini, mereka berpikir bahwa samurai cukup mahal untuk disewa dan meyakini bahwa samurai bernafsu pada wanita muda. Tapi mereka tak punya pilihan lain. Menyadari bahwa para penduduk tak memiliki apa pun untuk dipersembahkan selain makanan, maka tetua menyuruh penduduk untuk "cari samurai kelaparan".
Selama mereka mempersiapkan diri untuk mengepung musuh, para penduduk desa dan samurai perlahan mulai saling percaya satu sama lain. Para samurai menemukan bahwa beberapa penduduk desa telah [[pembunuhan|membunuh]] dan merampok samurai lain yang telah kabur di masa lalu. Mereka menjadi terkejut dan marah. Kyūzō bahkan menyatakan bahwa ia ingin membunuh semua orang di desa. Kikuchiyo pun menginginkan samurai yang lain untuk mengabaikan kerja keras para petani dalam bertahan hidup di tengah intimidasi dan pelecehan dari [[ksatria|kelas ksatria]]. Hal ini menyebabkan Kambei mengetahui kenyataan bahwa Kikuchiyo adalah anak seorang [[petani]]. "Tetapi siapa yang membuat mereka menjadi seperti ini?", ia bertanya, "Kalian lah yang melakukannya!". Samurai yang tadinya merasa marah berubah menjadi malu, dan ketika tetua desa, yang datang setelah mendengar keributan hebat ini, menanyakan apakah ada masalah, Kambei dengan rendah diri menanggapi bahwa tidak ada masalah apa pun.
 
Persiapan untuk pertahanan desa berlangsung cepat, termasuk pembangunan [[benteng|kubu pertahanan]] dan pelatihan para petani untuk pertempuran. Katsushirō, samurai termuda, mulai tertarik pada Shino, seorang putri salah satu penduduk desa. Shino telah dipaksa oleh ayahnya, Manzō, untuk menyamar sebagai anak laki-laki. Manzō berharap penyamaran ini akan melindungi putrinya dari para ksatria samurai yang ia duga gasang.
 
Saat waktu penyerangan semakin mendekat, dua kelompok bandit dibunuh. Salah satu bandit ditangkap dan memberitahukan lokasi kemah bandit. Tiga samurai, bersama Rikkichi, pemandu dari desa, memutuskan untuk melakukan penyerangan pencegahan untuk berjaga-jaga. Hasilnya banyak bandit yang tewas, namun salah satu samurai, Heihachi, terkena tembakan. Kemah bandit pun dibakar dan saat itu seorang wanita muncul, ia melihat Rikichi dan berjalan kembali ke dalam kobaran api. Rikichi mengungkapkan bahwa wanita itu adalah istrinya, yang telah diculik dan diperkosa.
Ketika pasukan bandit tiba, mereka dikacaukan oleh kubu pertahanan yang telah disiapkan oleh para samurai. Beberapa bandit bahkan terbunuh saat mereka mencoba menaiki barikade maupun melintasi parit-parit. Bagaimana pun juga, kelompok bandit ini memiliki tiga [[arquebus|musket]], yang mampu mempertahankan diri mereka sendiri. Kyūzō, atas inisiatifnya sendiri, memutuskan untuk melakukan penyerangan untuk mengambil salah satu musket dan kembali dalam beberapa jam mendatang. Kikuchiyo, yang cemburu akan pujian dan penghormatan yang Kyūzō dapatkan, terutama dari Katsushirō, kemudian meninggalkan posnya untuk mengambil musket lainnya, meninggalkan rombongan para petani yang berada di bawah wewenangnya. Walau Kikuchiyo berhasil, para bandit menyerang pos tersebut sehingga beberapa petani terbunuh. Kambei terpaksa harus menyediakan bala bantuan dari pos utama untuk mengatasi para bandit, yang mengakibatkan kekurangan tenaga saat pemimpin bandit menyerang pos utama ini. Meskipun serangan bandit ini dapat diatasi, Gorobei tewas tertembak dan juga terungkap bahwa Yohei, teman dari Kikuchiyo, terbunuh di poskonya.
 
Selain pertahanan, strategi awal para samurai adalah untuk membiarkan para bandit memasuki celah pada kubu pertahanan satu per satu, melewati semacam "dinding" [[tombak]], dan kemudian membunuh musuh yang masuk sendirian tersebut setelah "dinding" ditutup kembali. Hal ini beberapa kali berhasil dilakukan. Pada malam kedua, Kambei menginstruksikan mereka mempersiapkan pertempuran terakhir yang menentukan. Malam itu, hubungan asmara Katsushirō terungkap. Karena kegemparan awal ini lah, petualangan asmara Katsushirō memberikan semacam kelegaan pada para petempur.
 
Ketika pagi mulai merekah dan para bandit melancarkan serangan mereka, Kambei memerintahkan pasukannya agar membiarkan bandit yang tersisa untuk masuk sekaligus. Dalam pertempuran kali ini, sebagian besar bandit berhasil dibunuh, tetapi pemimpin bandit berlindung di sebuah pondok yang tak terlihat. Tergambarkan sebagai perbuatan keji, sang pemimpin bandit menembak Kyūzō dari belakang, dari pondok yang terlindungi tersebut, dan berhasil membunuh Kyūzō. Katsushirō yang putus asa berusaha untuk melawan atas apa yang telah menimpa pahlawannya. Tetapi Kikuchiyo yang sangat marah maju menyerang mendahului Katsushirō, yang hanya mengakibatkan ia tertembak di bagian perut. Walaupun terluka parah, Kikuchiyo berhasil membunuh pemimpin bandit sebelum dia meninggal. Dalam kebingungan dan kelelahan, Kambei dan Shichirōji dengan sedih menyatakan "Kita berhasil selamat sekali lagi," saat Katsushiro meratapi para sahabatnya yang gugur. Pertempuran ini akhirnya murni dimenangkan pihak penduduk desa.
 
Tiga samurai yang berhasil selamat, Kambei, Katsushirō, dan Shichirōji, berjalan untuk mengamati para penduduk desa yang dengan gembira mulai menanam kembali. Para samurai mencerminkan hubungan antara kelas petani dengan ksatria: walaupun mereka berhasil memenangkan pertempuran demi para petani, mereka telah kehilangan teman-teman mereka dan berusaha untuk tidak menunjukkan rasa kehilangan itu. "Sekali lagi kita dikalahkan," renung Kambei. "Pemenangnya adalah para petani. Bukan kita." Tampilan terakhir dalam film ini adalah kuburan di bukit yang mengarah ke desa. Di kuburan inilah keempat samurai lainnya dan para penduduk desa yang terbunuh dalam pertempuran disemayamkan.
* Dalam komentar audio DVD ''[[Star Wars Episode III: Revenge of the Sith]]'', [[George Lucas]] menyatakan bahwa gaya tangan [[Yoda]] yang sering diletakan di kepala (seperti Kambei) adalah sebuah pernyataan salut bagi Kurosawa dan film ini. Dalam [[Star Wars Episode IV: A New Hope]]'' juga ada dialog bahwa sebagian besar kehidupan para petani adalah dalam penderitaan.
 
* Film ''[[Blind Swordsman: The Zatoichi|Zatoichi]]'' (2003) menampilkan adegan pertarungan di tengah hujan, yang menurut [[Takeshi Kitano]] juga merupakan ungkapan salut untuk ''Seven Samurai''. <ref>[http://www.midnighteye.com/interviews/takeshi_kitano.shtml Wawancara Midnight Eye dengan Takeshi Kitano]</ref>
 
* [[Sam Peckinpah]] menggunakan efek gerakan lambat dalam adegan kekerasan filmnya yang terkenal ''The Wild Bunch'', yang dipengaruhi sutradara lainnya, yang pada kenyataannya, dipengaruhi oleh Kurosawa pada film semacam ini.
* Permainan ''Arasy of Darkness'' memberikan pemain kontrol pada tujuh orang samurai (empat dalam satu regu pada satu waktu) yang sangat menyerupai ciri khas Kurosawa dari segi peran, gaya pertempuran dan tampilan.
 
* ''The Dark Tower V: Wolves of the Calla'' karya [[Stephen King]] mengambil beberapa elemen dari film ini seperti kata ''Magnificent'', seperti yang ditulis pula dalam novel selanjutnya ''The Dark Tower VI: Song of Susannah.''
 
* Permainan [[PlayStation 2]] berjudul ''Seven Samurai 20XX'', juga telah dirilis yang juga mengambil beberapa elemen dari film ini.
Versi asli film ini berdurasi tiga jam dan dua puluh tujuh menit (207 menit). Ini merupakan film terpanjang yang pernah dibuat oleh Kurosawa.
 
Studio Toho awalnya membuang sekitar lima puluh menit dari film ini ketika membagikannya kepada distributor Amerika karena takut penonton Amerika tidak bersedia duduk terus di sepanjang film ini.<ref>{{cite web|url=http://www.criterion.com/current/posts/442-the-hours-and-times-kurosawa-and-the-art-of-epic-storytelling|title=The Hours and Times: Kurosawa and the Art of Epic Storytelling}}</ref> Sedangkan di Inggris diputar dengan durasi 150 menit.
 
Versi 190 menit dirilis ulang di Inggris pada tahun 1991. Amerika Serikat juga merilis ulang untuk versi 203 menitnya pada tahun 2002. Saat ini sudah tersedia pula versi DVD [[The Criterion Collection|Criterion Collection]] film tersebut yang berisi versi asli lengkap film tersebut (207 menit) dalam satu cakram. Pada tahun 2006, The Criterion Collection meluncurkan kembali versi DVD film ini yang kedua. Rilis DVD keduanya ini terdiri dari tiga buah cakram, berisi film yang telah di-digital-kan dan diperbaiki sepenuhnya (dua cakram pertama), serta bahan tambahan (pada cakram ketiga). Selain itu, ada pula DVD [[kode wilayah DVD|wilayah 4]] versi utuhnya yang dirilis pada tahun 2004 oleh [[Madman Entertainment]] di bawah label [[Eastern Eye]]. Edisi [[Blu-ray]] dari versi penuh film ini diterbitkan pula oleh Criterion Collection pada 19 Oktober 2010.<ref>{{cite web|url=http://www.criterion.com/films/165-seven-samurai |title=Seven Samurai (1954) - The Criterion Collection |publisher=Criterion.com |date= |accessdate=2011-06-02}}</ref>
; [[Festival Film Venice]] (1954)
* '''Pemenang''' - Silver Lion - [[Akira Kurosawa]]
* Dinominasikan - Golden Lion - [[Akira Kurosawa]]
 
; [[Penghargaan Film Mainichi]] (1955)
* '''Pemenang''' - Pemeran Pembantu Terbaik - [[Seiji Miyaguchi]]
 
; [[British Film Academy Award|Penghargaan Akademi Film Inggris]] ke-9 (1956)
* Dinominasikan - Penghargaan BAFTA untuk Film Terbaik
* Dinominasikan - Penghargaan BAFTA untuk Pemeran Asing Terbaik - [[Toshiro Mifune]]
* Dinominasikan - Penghargaan BAFTA untuk Pemeran Asing Terbaik - [[Takashi Shimura]]
 
; [[Academy Award]] ke-29 (1957) <ref name="NY Times">{{cite web |url=http://movies.nytimes.com/movie/43855/Seven-Samurai/details |title=NY Times: Seven Samurai |accessdate=2008-12-22|work=NY Times}}</ref>
; [[Jussi Award]] (1959)
* '''Pemenang''' - Sutradara Asing Terbaik - [[Akira Kurosawa]]
* '''Pemenang''' - Pemeran Pria Asing Terbaik - [[Takashi Shimura]]
 
; [[Satellite Award]] (2006)
[[Kategori:Film epos]]
[[Kategori:Samurai]]
 
{{Link FA|fr}}
65.282

suntingan