Buka menu utama

Perubahan

tidak ada ringkasan suntingan
== Latar Belakang ==
 
namanya Abul al-Hasan Ali bin Ismail al-Asy'ari keturunan dari [[Abu Musa al-Asy'ari]], salah seorang perantara dalam sengketa antara ,[[Ali bin Abi Thalib]] dan [[Mu'awiyah]]. Al-Asy'ari lahir tahun [[260]] H/[[873]] M dan wafat pada tahun [[324]] H/[[935]] M <ref name="Teologi Islam (Ilmu Kalam)">Hanafi Ahmad: "Teologi Islam (Ilmu Kalam)", hal 65-77,2001, Penerbit Bulan Bintang, ISBN : 979-418-074-2</ref> Al-Asy'ari lahir di [[Basra]], namun sebagian besar hidupnya di [[Baghdad]].
pada waktu kecilnya ia berguru pada seorang [[Mu'tazilah]] terkenal, yaitu [[Al-Jubbai]], mempelajari ajaran-ajaran Muktazilah dan mendalaminya. Aliran ini diikutinya terus ampai berusia 40 tahun, dan tidak sedikit dari hidupnya digunakan untuk mengarang buku-buku kemuktazilahan.
namun pada tahun [[912]] dia mengumumkan keluar dari paham Mu'tazilah, dan mendirikan [[teologi]] baru yang kemudian dikenal sebagai [[Asy'ariah]].Ketika mencapai usia 40 tahun ia bersembunyi di rumahnya selama 15 hari, kemudian pergi ke Masjid Basrah. Di depan banyak orang ia menyatakan bahwa ia mula-mula mengatakan bahwa Quran adalah makhluk; Allah Swt tidak dapat dilihat mata kepala; perbuatan buruk adalah manusia sendiri yang memperbuatnya (semua pendapat aliran Muktazilah). Kemudian ia mengatakan: "saya tidak lagi memegangi pendapat-pendapat tersebut; saya harus menolak paham-paham orang Muktazilah dan menunjukkan keburukan-keburukan dan kelemahan-kelemahanya".<ref name="Teologi Islam (Ilmu Kalam)"/>
Pengguna anonim