Nambi: Perbedaan revisi

69 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
k (clean up, replaced: analisa → analisis using AWB)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
''[[Pararaton]]'' dan ''Kidung Panji Wijayakrama'' menyebut Nambi sebagai salah satu abdi [[Raden Wijaya]] yang ikut mengungsi ke tempat [[Arya Wiraraja]] di [[Sumenep|Songeneb]] (nama lama [[Sumenep]]) ketika [[Kerajaan Singasari]] runtuh diserang pasukan [[Jayakatwang]] tahun [[1292]]. Sedangkan menurut ''Kidung Harsawijaya'', Nambi adalah putra Arya Wiraraja yang baru kenal Raden Wijaya di Songeneb.
 
Pararaton mengatakan bahwa Nambi adalah seorang putra Arya Wiraraja yang telah menjadi sahabat Raden Wijaya sejak menjadi salah salatu panglima di Singhasari. ''Kidung Harsawijaya'' mengisahkan pula, Nambi kemudian dikirim ayahnya untuk membantu Raden Wijaya membuka [[Hutan TerikTarik]] (di perbatasan antara kabupaten Sidoarjo dengan kabupaten Mojokerto) menjadi sebuah desa pemukiman bernama [[Majapahit]]. Kisah ini berlawanan dengan ''Kidung Panji Wijayakrama'' dan ''Kidung Ranggalawe'' yang menyebut nama putra yang dikirim Arya Wiraraja adalah [[Ranggalawe]], bukan Nambi.
 
''Pararaton'' selanjutnya mengisahkan, pada saat Raden Wijaya menyerang [[Kadiri]] pada tahun [[1293]], Nambi ikut berjasa membunuh seorang pengikut Jayakatwang yang bernama Kebo Rubuh. Dalam berbagai medan perjuangan, Nambi diceritakan orang yang mempunai kecerdikan administrasi dan intelektual sehingga di masa Majapahit berdiri ia dipercaya menjadi seorang Maha Patih pertama kerajaan ini.
9

suntingan