The Rollies: Perbedaan revisi

5 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
(Oetje F Tekol)
 
The Rollies – Remaco 1972
Ditengah mengguritanya band-band pop di penjuru tanah air yang digagas Koes Plus,kehadiran The Rollies bisa menjadi oase atau mungkin sebagai pelengkap penderita saja. Band Bandung ini masih tetap berkutat dengan konsep musik hibrida .Musikalitas Benny Likumahuwa sebagai sosok yang banyak bertanggung jawab dalam departemen musik teruji disini.Rollies kokoh dalam komposisi maupun arransemen musiknya. Gito tetap bersepupu dengan James Brown lewat “Bad News”.Deddy Sutansjah tetap dibayangi Mick Jagger dalam “Come Back To Me” yang mengingatkan kita pada “Lady Jane” nya Rolling Stones.
Lalu sebuah lagu aneh “Pahlawan Revolusi” yang memempelaikan spirit jazz dengan keroncong.
 
The Rollies Live In TIM – Hidajat Audio 1976
 
Bisa dianggap album live pertama dalam konstelasi musik rock Indonesia.Direkam oleh dedengkot jazz Jack Lesmana pada saat The Rollies menggelar konser dua malam berturut-turut 2 dan 3 Oktober 1976 di Taman Ismail Marzuki Jakarta.Album ini seolah mengobati kerinduan penggemar The Rollies setelah 3 tahun tak merilis album satu pun.Dengan 2 personil baru [[Oetje F Tekol]] (bass) dan [[Jimmie Manoppo]] (drums),The Rollies makin terlihat kian matang dalam departemen musik.Bonnie Nurdaya menggantikan almarhum Iwan Krisnawan menyenandungkan “Salam Terakhir” yang terasa mengiris kalbu.Selebihnya The Rollies membawakan repertoire asing seperti “Free” (Chicago),”You’ re Still A Young Man” (Tower of Power),”King Arthur” (Rick Wakeman),”It’s A Man’s Man’s Man’s World” (James Brown) serta lagu yang seolah menjadi signature The Rollies “Gone Are The Songs Of Yesterday”.
 
Tiada Kusangka – Hidajat Audio 1976
Pengguna anonim