Rotan: Perbedaan antara revisi

1.490 bita dihapus ,  7 tahun yang lalu
kembalikan ke semula
(kembalikan ke semula)
''[[Zalacella]]''
}}
'''Rotan''' adalah sekelompok [[palma]] dari puak (''tribus'') '''Calameae''' yang memiliki habitus [[liana|memanjat]], terutama ''Calamus'', ''[[Daemonorops]]'', dan ''Oncocalamus''. Puak Calameae sendiri terdiri dari sekitar enam ratus anggota, dengan daerah persebaran di bagian tropis [[Afrika]], [[Asia]] dan [[Australasia]]. Ke dalam puak ini termasuk pula marga ''[[Salacca]]'' ( misalnya [[salak]]), ''[[Metroxylon]]'' (misalnya [[rumbia]]/sagu), serta ''[[Pigafetta]]'' yang tidak memanjat, dan secara tradisional tidak digolongkan sebagai tumbuhan rotan.
 
'''Rotan''' adalah sekelompok palma dari puak (''tribus'') '''Calameae''' yang memiliki habitus memanjat, terutama ''Calamus'', ''Daemonorops'', dan ''Oncocalamus''. Puak Calameae sendiri terdiri dari sekitar enam ratus anggota, dengan daerah persebaran di bagian tropis Afrika, Asia dan Australasia. Ke dalam puak ini termasuk pula marga ''Salacca'' ( misalnya salak), ''Metroxylon'' (misalnya rumbia/sagu), serta ''Pigafetta'' yang tidak memanjat, dan secara tradisional tidak digolongkan sebagai tumbuhan rotan.
 
Batang rotan biasanya langsing dengan diameter 2–5 cm, beruas-ruas panjang, tidak berongga, dan banyak yang dilindungi oleh duri-duri panjang, keras, dan tajam. Duri ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri dari herbivora, sekaligus membantu pemanjatan, karena rotan tidak dilengkapi dengan sulur.
<nowiki> </nowiki>Suatu batang rotan dapat mencapai panjang ratusan meter. Batang rotan
mengeluarkan air jika ditebas dan dapat digunakan sebagai cara bertahan
hidup di alam bebas. Badak jawa diketahui juga menjadikan rotan sebagai salah satu menunya.
 
Sebagian besar rotan berasal dari hutan di Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, Borneo, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Indonesia memasok 70% kebutuhan rotan dunia. Sisa pasar diisi dari Malaysia, Filipina, Sri Lanka, dan Bangladesh.
 
Rotan cepat tumbuh dan relatif mudah dipanen serta ditransprotasi.
Ini dianggap membantu menjaga kelestarian hutan, karena orang lebih suka
<nowiki> </nowiki>memanen rotan daripada kayu.
 
sekitar enam ratus anggota, dengan daerah persebaran di bagian tropis [[Afrika]], [[Asia]] dan [[Australasia]]. Ke dalam puak ini termasuk pula marga ''[[Salacca]]'' ( misalnya [[salak]]), ''[[Metroxylon]]'' (misalnya [[rumbia]]/sagu), serta ''[[Pigafetta]]'' yang tidak memanjat, dan secara tradisional tidak digolongkan sebagai tumbuhan rotan.
 
Batang rotan biasanya langsing dengan diameter 2–5&nbsp;cm, beruas-ruas panjang, tidak berongga, dan banyak yang dilindungi oleh [[duri]]-duri panjang, keras, dan tajam. Duri ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri dari [[herbivora]], sekaligus membantu pemanjatan, karena rotan tidak dilengkapi dengan [[sulur]]. Suatu batang rotan dapat mencapai panjang ratusan meter. Batang rotan mengeluarkan air jika ditebas dan dapat digunakan sebagai cara bertahan hidup di alam bebas. [[Badak jawa]] diketahui juga menjadikan rotan sebagai salah satu menunya.
Pemanfaatan rotan ( sp. Daemonorops Draco ) terutama adalah sebagai bahan baku [[mebel]], misalnya kursi, meja tamu, serta rak buku. Rotan memiliki beberapa keunggulan daripada kayu, seperti ringan, kuat, elastis / mudah dibentuk, serta murah. Kelemahan utama rotan adalah gampang terkena kutu bubuk "Pin Hole".
 
Batang rotan juga dapat dibuat sebagai tongkat penyangga berjalan dan senjata. Berbagai perguruan [[pencak silat]] mengajarkan cara bertarung menggunakan batang rotan. Di beberapa tempat di [[Asia Tenggara]], rotan dipakai sebagai alat pemukul dalam [[hukuman cambuk rotan]] bagi pelaku tindakan kriminal tertentu.
 
Beberapa rotan mengeluarkan [[getah]] (resin) dari tangkai bunganya. Getah ini berwarna merah dan dikenal di perdagangan sebagai ''dragon's blood'' ("darah naga"). Resin ini dipakai untuk mewarnai [[biola]] atau sebagai [[meni]].