Buka menu utama

Perubahan

6 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
penggantian teks otomatis dengan menggunakan mesin AutoWikiBrowser, replaced: beliau → dia (2)
{{cquote|''Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah melaksanakan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (Ash-Shaaffaat 104-106)}}
 
Kemudian sebagai tebusan ganti nyawa, Isma'il telah diselamatkan itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih seekor [[domba]] yang telah tersedia di sampingnya dan segera dipotong leher kambing itu oleh beliaudia dengan parang yang tumpul di leher puteranya Isma'il itu, dan inilah asal permulaan [[sunnah]] berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap [[Hari Raya Idul Adha]] di seluruh pelosok dunia.
 
=== Isma'il membantu ayahnya membangun Kaabah ===
Nabi Isma'il dibesarkan di Makkah (pekarangan Kaabah). Apabila dewasa beliaudia menikah dengan wanita dari [[Suku Jurhum]]. Walaupun tinggal di Makkah, Isma'il sering dikunjungi ayahnya.
 
Sekitar tahun [[1892]] SM, ayahnya menerima [[wahyu]] dari Allah agar membangun [[Kaabah]]. Hal itu disampaikan kepada anaknya. Isma'il berkata: “Kerjakanlah apa yang diperintahkan Tuhanmu kepadamu dan aku akan membantumu dalam pekerjaan mulia itu.” Ketika membangun Kaabah, Nabi Ibrahim berkata kepada Isma'il: “Bawakan batu yang baik kepadaku untuk aku letakkan di satu sudut supaya ia menjadi tanda kepada manusia.” Kemudian Jibril memberi ilham kepada Isma'il supaya mencari batu hitam untuk diserahkan kepada Nabi Ibrahim. Setiap kali bangun, mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, terimalah dari pada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Bangunan (Kaabah) itu menjadi tinggi dan Ibrahim makin lemah untuk mengangkat batu. Dia berdiri di satu sudut, kini dikenali Maqam Ibrahim.
2.432.678

suntingan