Sejarah sains: Perbedaan revisi

173 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
k
penggantian teks otomatis dengan menggunakan mesin AutoWikiBrowser, replaced: Beliau → Dia
k (penggantian teks otomatis dengan menggunakan mesin AutoWikiBrowser, replaced: Beliau → Dia)
'''[[Sains]]''' adalah sekumpulan pengetahuan empiris, [[Teori|teoretis]], dan pengetahuan [[Pengetahuan prosedur|praktis]] tentang [[Alam|dunia alam]], yang dihasilkan oleh para ilmuwan yang menekankan pengamatan, [[penjelasan ilmiah|penjelasan]], dan prediksi dari [[fenomena]] di dunia nyata.
[[Historiografi]] dari sains, sebaliknya, seringkali mengacu pada [[metode historis]] dari [[sejarah intelektual]] dan [[sejarah sosial]].
Namun, kata ''scientist'' dalam bahasa Inggris relatif baru -- pertamabaru—pertama kali diciptakan oleh [[William Whewell]] pada abad ke-19. Sebelumnya, orang yang menyelidiki alam menyebut diri mereka sendiri sebagai [[filsuf alam]].
 
Sementara [[Penemuan (observasi)|investigasi]] [[empiris]] dari dunia alam telah diuraikan sejak [[Era Klasik]] (misalnya, oleh [[Thales]], [[Aristoteles]], dan lain-lain), dan [[metode ilmiah]] telah digunakan sejak [[Abad Pertengahan]] (misalnya, oleh [[Ibn al-Haytham]], dan [[Roger Bacon]] ), munculnya [[#sains modern|sains modern]] terkadang ditelusuri kembali ke [[periode modern awal]], selama masa yang dikenal sebagai [[Revolusi Ilmiah]] yang terjadi pada abad ke-16 dan ke-17 di Eropa.
| isbn = 0-9540867-1-6
| ref = harv
| postscript = <!-- Bot inserted parameter. Either remove it; or change its value to "." for the cite to end in a ".", as necessary. -->}}</ref> <ref>{{Cite book
| last = Ruggles
| first = Clive
Lloyd (1973), p. 177.
</ref>
Dengan demikian, tampak jelas garis pengaruh yang tak terputus dari [[Yunani Kuno|Yunani]] kuno dan [[Filsafat Helenistik|filsuf Helenistik]] kuno, sampai ke para [[Filsafat Islam awal|filsuf Muslim]] abad pertengahan dan [[Sains Islam|ilmuwan Islam]], sampai ke [[Eropa|Eropa]] [[Abad Renaisans|Renaisans]] dan [[Abad Pencerahan]], sampai ke sains sekuler pada masa modern.
Baik alasan atau penyelidikan tidak bermula dari Yunani Kuno, tetapi [[metode Sokrates]] bermula dari sana, bersamaan dengan ide tentang [[Bentuk]], kemajuan besar dalam [[geometri]], [[logika]], dan ilmu-ilmu alam.
Menurut [[Benjamin Farrington]], mantan Profesor [[Klasik]] di Universitas Swansea:
[[File:Rough diamond.jpg|thumb|Bentuk oktahedral dari sebuah berlian.]]
 
Astronom [[Aristarkhus dari Samos|Aristarchus dari Samos]] adalah orang pertama yang diketahui mengusulkan model heliosentris dari tata surya, sedangkan ahli geografi [[Eratosthenes|Eratosthenes]] secara akurat menghitung keliling Bumi. [[Hipparchus|Hipparchus]] (sekitar 190 - 120 SM) memproduksi [[Rentang waktu pemetaan astronomis, katalog, dan survey|katalog bintang]] sistematis yang pertama.
Tingkat pencapaian dalam [[astronomi]] dan [[Teknik|rekayasa]] Helenistik secara mengesankan ditunjukkan oleh [[mekanisme Antikythera]] (150-100 SM), sebuah [[komputer analog]] untuk menghitung posisi planet.
Artefak teknologi dengan kompleksitas yang sama tidak muncul lagi sampai abad ke-14, ketika [[jam astronomi]] mekanik muncul di [[Eropa]].
Dalam [[pengobatan]], [[Hippocrates]] (sekitar 460 - 370 SM) dan para pengikutnya adalah yang pertama menjelaskan banyak penyakit dan kondisi medis dan mengembangkan [[Sumpah Hippocratic]] untuk dokter, masih relevan dan digunakan sampai saat sekarang.
[[Herophilos]] (335-280 SM) adalah orang pertama yang mendasarkan kesimpulannya pada pembedahan tubuh manusia dan menjelaskan menggambarkan [[sistem saraf]].
[[Galen]] (tahun 129 - sekitar 200 M) melakukan banyak operasi yang berani -- termasukberani—termasuk [[Bedah|operasi]] otak dan mata -- yangmata—yang tidak dicobakan lagi selama hampir dua ribu tahun.
 
[[File:Oxyrhynchus papyrus with Euclid's Elements.jpg|left|thumb|Salah satu fragmen tertua dari Elemen Euclid, ditemukan di Oxyrhynchus dan berusia sekitar 100 M.
|accessdate=2008-09-26
}}</ref>]]
Matematikawan [[Euclid]] meletakkan dasar-dasar [[ketelitian matematika]] dan memperkenalkan konsep definisi, aksioma, teorema dan pembuktian; masih digunakan sampai saat sekarang dalam [[Elemen Euclid| ''Elements'']]-nya, dianggap sebagai buku yang paling berpengaruh yang pernah ditulis.
<ref name="Boyer Influence of the Elements">{{cite book
|last=Boyer
</ref>
Mereka juga berusaha untuk membakukan pengukuran panjang sampai pada tingkat akurasi yang tinggi.
Mereka merancang penggaris -- ''penggaris Mohenjo-daro'' -- yang—yang panjang unit-unitnya (sekitar 1,32 inci atau 3,4 &nbsp;cm) dibagi menjadi sepuluh bagian yang sama.
Batu bata yang diproduksi di Mohenjo-daro kuno sering memiliki dimensi yang merupakan kelipatan dari unit panjang ini.
<ref>{{cite book
}}</ref>
 
Astronom dan matematikawan India, [[Aryabhata]] (476-550), dalam bukunya ''[[Aryabhatiya]]'' (499) memperkenalkan sejumlah [[fungsi trigonometri]] (termasuk [[sinus]], [[versine]], [[kosinus]] dan sinus invers), [[Tabel sinus Aryabhata|tabel]] [[Trigonometri|trigonometri]] dan teknik-teknik dan [[algoritma]] [[aljabar]].
Pada tahun 628 M, [[Brahmagupta]] menyatakan bahwa [[gravitasi]] adalah suatu kekuatan tarik-menarik.
<ref>{{Cite book
Secara khusus, [[Madhava dari Sangamagrama]] dianggap sebagai "pendiri [[analisis matematika"]].
<ref>
George G. Joseph (1991). ''The crest of the peacock'' . [[London|London]].
</ref>
 
</ref>
Menurut Sarma (2008): "Kita menemukan di [[Rigveda]] spekulasi cerdas tentang asal usul alam semesta dari ketiadaan, konfigurasi alam semesta, [[bumi yang bulat]], dan tahun dari 360 hari dibagi menjadi 12 bagian yang sama dari 30 hari masing-masingnya dengan bulan kabisat berkala".
<ref name="Sarma-Ast-Ind">< /ref>
Dua-belas bab pertama dari ''Siddhanta Shiromani,'' ditulis oleh [[Bhāskara II|Bhaskara]] pada abad ke-12, mencakup topik seperti: rata-rata bujur planet-planet, bujur sebenarnya dari planet, tiga permasalahan rotasi diurnal, syzygies, gerhana bulan, gerhana matahari, lintang planet-planet, terbit dan pengaturan, bulan sabit, konjungsi planet-planet satu sama lain, konjungsi planet-planet dengan bintang tetap, dan patas dari matahari dan bulan.
Tiga-belas bab dari bagian kedua menjelaskan dari sifat bola, serta perhitungan astronomi dan trigonometri yang signifikan berdasarkan sifat tersebut.
Morton &amp; Lewis (2005), 70.
</ref>
Meskipun tidak ada getaran yang bisa dirasakan di ibukota ketika Zhang mengatakan kepada pengadilan bahwa gempa baru saja terjadi di barat laut, sebuah pesan segera datang setelah itu bahwa gempa bumi memang melanda 400 &nbsp;km (248 mil) sampai 500 &nbsp;km (310 mil) barat laut dari Luoyang (sekarang [[Gansu]]).
<ref>
Minford &amp; Lau (2002), 307; Balchin (2003), 26–27;
Namun, faktor budaya mencegah prestasi Cina ini berkembang menjadi apa yang kita sebut "sains modern".
Menurut Needham, mungkin kerangka religius dan filosofis intelektual Cina yang membuat mereka tidak dapat menerima ide-ide hukum alam:
{{quote|Bukannya tidak ada keteraturan dalam alamnya orang Cina, tapi karena ia bukanlah keteraturan yang ditasbihkan oleh makhluk rasional pribadi, dan oleh karena itu tidak ada keyakinan bahwa seorang yang rasional mampu menyebutkan dengan bahasa bumi mereka aturan-aturan kode ilahi yang mana mereka sabdakan sepanjang waktu. Para [[Taois]], tentu saja, akan mencemooh gagasan seperti itu karena terlalu naif bagi kesederhaan dan kompleksitas dari alam semesta yang mereka intuisikan. <ref>{{harvnb|Needham|Wang|1954}} 581.</ref>
}}
 
[[Perpustakaan Alexandria]], yang telah menderita karena jatuh di bawah kekuasaan Romawi,
<ref name="Plutarch">
[[Plutarch|Plutarch]], ''Life of Caesar'' 49.3.
</ref>
telah dihancurkan sejak tahun 642, segera setelah [[Muslim menaklukan Mesir|Arab menaklukan Mesir]].
Masa pendidikan ini dibantu oleh beberapa faktor.
Penggunaan satu bahasa, [[bahasa Arab]], memungkinkan komunikasi tanpa perlu penerjemah.
Akses ke teks [[bahasa Yunani]] dan [[bahasa Latin]] dari [[Kekaisaran Bizantium]] bersama dengan sumber-sumber pembelajaran dari [[Sejarah India|India]] memberikan cendekiawan Muslim sebuah basis pengetahuan.
 
=== Sains di dunia Islam ===
Dalam [[Astronomi Islam|astronomi]], [[Al-Battani]] memperbaiki pengukuran dari [[Hipparchus]], disimpan dalam terjemahan [[Ptolemy]] ''Hè Megalè Syntaxis'' (''Risalah Terbaik'' ) diterjemahkan sebagai ''[[Almagest]]'' .
Al-Battani juga memperbaiki ketepatan pengukuran presesi sumbu bumi.
Perbaikan yang dilakukan terhadap model geosentris oleh al-Battani, [[Ibnu al-Haytham]],
<ref>{{Cite journal
|last=Rosen
Dua karyanya yang paling menonjol dalam kedokteran adalah ''Kitāb al-shifāʾ'' ("Buku Penyembuhan") dan [[The Canon of Medicine]], yang keduanya digunakan sebagai standar teks pengobatan dalam dunia Muslim dan di Eropa hingga abad ke-17.
Di antara banyak kontribusinya adalah penemuan sifat menular dari penyakit menular,
<ref name="Jacquart, Danielle 2008">< /ref>
dan pengenalan farmakologi klinis.
<ref>
</ref>
 
Beberapa ilmuwan terkenal lain dari dunia Islam termasuk [[Al-Farabi|al-Farabi]] ([[polymath]]), [[Abul Qasim az-Zahrawi|Abu al-Qasim al-Zahrawi]] (pelopor [[bedah)]],
<ref>{{cite journal
| last1 = Martin-Araguz
Zafarul-Islam Khan, [http://milligazette.com/Archives/15-1-2000/Art5.htm At The Threshhold Of A New Millennium&nbsp;– II], ''The Milli Gazette'' .
</ref>
[[Geodesi|geodesi]] dan [[Antropologi|antropologi]] ),
<ref>{{cite journal
| last1 = Ahmed
</ref>
Akhir zaman keemasan Islam ditandai dengan penghancuran pusat intelektual [[Baghdad]], ibukota [[Khalifah Abbasiyah]] pada tahun 1258.
<ref name="Erica Fraser 1600">< /ref>
 
=== Sains di Eropa Abad Pertengahan ===
dari [[Isaac Newton|Newton]], [[Descartes]], [[Blaise Pascal|Pascal]] dan [[Gottfried Leibniz|Leibniz]], jalannya sekarang semakin jelas ke arah perkembangan [[matematika]], [[fisika]] dan [[teknologi]] modern
oleh generasi dari [[Benjamin Franklin]] (1706-1790), [[Leonhard Euler]] (1707-1783), [[Mikhail Lomonosov]] (1711-1765) dan [[Jean le Rond d'Alembert]] (1717-1783), dicontohkan dengan munculnya [[Denis Diderot]] dalam ''[[Encyclopédie]]'' antara tahun 1751 dan 1772.
Dampak dari proses ini tidak terbatas pada sains dan teknologi, tapi juga mempengaruhi [[sejarah filsafat|filsafat]] ([[Immanuel Kant]], [[David Hume]]), [[sejarah agama|agama]] (terutama dengan munculnya [[ateisme]] positif, dan dampak yang semakin signifikan dari [[Hubungan antara agama dan sains|sains terhadap agama]]), dan masyarakat dan politik secara umum (([[Adam Smith]], [[Voltaire]]), [[Revolusi Perancis]] tahun 1789 dengan terjadinya Cesura berdarah menunjukkan awal [[modernitas politik]] {{Citation needed|date=July 2009}}.
[[Periode modern awal]] dipandang sebagai berbunganya Renaissance Eropa, dalam apa yang sering dikenal sebagai [[Revolusi Ilmiah]], dipandang sebagai dasar [[#Sains modern|sains modern]].
<ref>
Geologi modern, seperti kimia modern, secara bertahap berevolusi selama abad ke-18 dan awal abad ke-19. [[Benoît de Maillet]] dan [[George-Louis Leclerc, Comte de Buffon|Comte de Buffon]] melihat bumi jauh lebih tua dari 6.000 tahun seperti yang dibayangkan oleh para pelajar Alkitab.
[[Jean-Étienne Guettard]] dan [[Nicolas Desmarest]] mendaki Perancis tengah dan mencatat pengamatan mereka pada beberapa peta geologi yang pertama.
[[Abraham Werner]] menciptakan skema klasifikasi sistematis untuk batuan dan mineral -- sebuahmineral—sebuah prestasi yang signifikan untuk geologi seperti yang [[Linnaeus]] lalukan untuk biologi.
Werner juga mengusulkan penafsiran umum dari sejarah bumi, seperti yang dilakukan polymath kontemporer dari Skotlandia [[James Hutton]].
[[Georges Cuvier]] dan [[Alexandre Brongniart]], memperluas karya [[Nicolas Steno]], berpendapat bahwa lapisan batuan bisa dihitung usianya dari fosil yang terkandung didalamnya: prinsip pertama yang diterapkan pada geologi dari lembah sungai Paris.
Pertengahan abad ke-19, fokus pada geologi bergeser dari deskripsi dan klasifikasi menjadi usaha-usaha untuk memahami ''bagaimana'' permukaan bumi telah berubah.
Teori-teori komprehensif pertama tentang terjadinya pegunungan diajukan selama periode ini, seperti halnya teori modern pertama tentang gempa bumi dan gunung berapi.
[[Louis Agassiz]] dan lain-lain mendirikan realitas benua -- meliputibenua—meliputi [[Zaman es]], dan "fluvialists" seperti [[Andrew Crombie Ramsay]] yang berpendapat bahwa lembah sungai yang terbentuk, selama jutaan tahun oleh sungai yang mengalir melalui tempat tersebut.
Setelah penemuan [[radioaktivitas]], metode [[penanggalan radiometrik]] dikembangkan, dimulai pada abad ke-20.
Teori [[Alfred Wegener]] tentang "pergeseran benua" secara luas ditolak ketika ia mengusulkan itu pada tahun 1910-an, namun data-data baru yang dikumpulkan pada tahun 1950 dan 1960-an menyebabkan teori [[lempeng tektonik]] yang menyediakan mekanisme yang masuk akal untuk hal itu.
Pada tahun 1953, [[James D. Watson]], [[Francis Crick]], dan [[Maurice Wilkins]] menjelaskan struktur dasar DNA, [[bahan genetik]] untuk mengungkapkan kehidupan dalam segala bentuknya.
<ref>
James D. Watson and Francis H. Crick. "Letters to ''Nature'' : Molecular structure of Nucleic Acid." ''[[Nature|Nature]]'' '''171''' , 737–738 (1953).
</ref>
Pada akhir abad ke-20, kemungkinan [[rekayasa genetika]] menjadi praktis untuk pertama kalinya, dan upaya internasional besar-besaran dimulai pada tahun 1990 untuk memetakan seluruh [[genom]] manusia [[Human Genome Project]].
 
Disiplin [[ekologi]] biasanya dapat ditelusuri asal-usulnya ke sintesis dari [[Evolusi|evolusi Darwin]] dan [[Biogeografi]] [[Sains Humboldtian|Humboldtian]], di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Sama penting dalam munculnya ekologi, bagaimanapun, [[mikrobiologi]] dan [[ilmu tanah]] -- khususnya—khususnya konsep [[siklus biogeokimia|siklus kehidupan]], terkemuka dalam karya [[Louis Pasteur]] dan [[Ferdinand Cohn]].
Kata ''ekologi'' diciptakan oleh [[Ernst Haeckel]], yang secara khusus merupakan pandangan holistik terhadap alam secara umum (dan teori Darwin secara khususnya) sangat penting dalam penyebaran pemikiran ekologis.
Pada tahun 1930, [[Arthur Tansley]] dan lain-lain mulai mengembangkan bidang [[ekologi ekosistem]], yang dikombinasikan ilmu tanah eksperimental dengan konsep fisiologis dari energi dan teknik-teknik dari [[Sejarah alam|bidang biologi]].
 
Meskipun akar politik mungkin sudah ada dalam [[prasejarah]], pendahulu dari politik Eropa memiliki akar mereka jauh lebih awal dari [[Plato]] dan [[Aristoteles]], khususnya dalam karya-karya [[Homer]], [[Hesiod]], [[Thucydides]], [[Xenophon]], dan [[Euripides]].
Kemudian, Plato menganalisis sistem politik, mengabstraksikan analisis mereka dari studi-studi berorientasi [[literatur]]—dan -- dan sejarah -- dansejarah—dan menerapkan pendekatan yang kita pahami sebagai lebih dekat dengan [[filsafat]].
Demikian pula, Aristoteles membuat analisisnya berdasarkan analisis Plato untuk menyertakan bukti empiris historis dalam analisisnya.
 
Sebagian besar pertanyaan seputar hubungan antara [[Agama dan politik|Gereja dan Negara]] diklarifikasi dan diperdebatkan dalam periode ini.
 
Di [[Timur Tengah]] dan daerah-daerah [[Islam|Islam]] selanjutnya, karya-karya dari [[Rubaiyat dari Omar Khayyam]] dan ''Epic of Kings'' oleh [[Ferdowsi]] memberikan bukti bagi analisis politik, sedangkan Aristoteleian Islam seperti [[Ibnu Sina]] dan kemudian [[Maimonides]] dan [[Ibnu Rusyd]], melanjutkan tradisi [[Aristoteles]] dengan analisis dan [[empirisme]], menulis komentar tentang karya-karya Aristoteles.
 
Selama [[Renaisans Italia]], [[Niccolò Machiavelli]] memberikan penekanan ilmu politik modern pada [[pengamatan]] [[empiris]] langsung terhadap [[Pranata|lembaga]] dan aktor politik.
 
Dasar bagi [[ekonomi klasik]] membentuk karya [[Adam Smith]] dalam ''[[The Wealth of Nations|An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations]]'', yang diterbitkan pada tahun 1776.
Smith mengkritik [[merkantilisme]], menganjurkan suatu sistem perdagangan bebas dengan [[pembagian kerja]]. BeliauDia menduga sebuah "[[Tangan Tak Terlihat]]" yang meregulasi sistem ekonomi terdiri dari aktor-aktor hanya dipandu oleh kepentingan pribadi.
[[Karl Marx]] mengembangkan teori ekonomi alternatif, yang disebut [[ekonomi Marxis]].
Ekonomi Marxis didasarkan pada [[teori nilai kerja]] dan mengasumsikan nilai suatu barang berdasarkan pada jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memproduksinya.
"[[Tangan tak terlihat]]" yang disebutkan dalam sebuah halaman yang hilang di tengah sebuah bab dalam "[[Wealth of Nations]]", tahun 1776, berkembang sebagai pesan utama dari Smith.
Hal tersebut mengesampingkan bawah "tangan tak terlihat" hanya bertindak "secara sering" dan bahwa itu adalah "bukan bagian dari niat nya [individu]" karena persaingan mengarah ke harga yang lebih rendah dengan meniru "si pelaku".
Bahwa "tangan tak terlihat" lebih memilih "dukungan dari dalam negeri ke industri asing" dibersihkan -- terkadangdibersihkan—terkadang tanpa indikasi bahwa bagian dari kutipan dipotong.
<ref>
Bandingkan frasa asli Smith dengan kutipan [[Paul Samuelson|Samuelson]] tentang hal tersebut.
Secara tradisional, kebanyakan dari sejarah subjek ini didasarkan pada pertemuan [[Kolonialisme|kolonial]] antara Eropa Barat dan seluruh dunia, dan sebagian besar antropologi abad ke-18 dan ke-19 sekarang digolongkan sebagai bentuk [[rasisme ilmiah]].
 
Selama akhir abad ke-19, pertempuran atas "ilmu tentang manusia" terjadi antara orang-orang dari persuasi "antropologi" (mengandalkan teknik [[Antropometri|antropometris)]] dan orang-orang dari persuasi "[[Etnologi|etnologisetnologi]]s" (melihat budaya dan tradisi), dan perbedaan ini menjadi bagian yang nantinya membagi antara [[antropologi fisik]] dan [[antropologi budaya]], yang terakhir disampaikan oleh mahasiswa [[Franz Boas]].
 
Pada pertengahan abad ke-20, banyak metodologi dari studi antropologi dan etnografi sebelumnya yang dievaluasi ulang dengan melihat ke arah etika penelitian, sementara pada saat yang sama ruang lingkup penyelidikan telah meluas jauh melampaui studi tradisional "kebudayaan primitif" (praktek ilmiah itu sendiri sering merupakan arena bagi studi antropologi).
* [[Sejarah]]
** [[Tahun 2000-an di bidang sains dan teknologi]]
** [[Sejarah matematika|Sejarah matematika]]
** [[Sejarah fisika|Sejarah fisika]]
** [[Sejarah filsafat]]
** [[Sejarah sains dan teknologi]]
* Levere, Trevor Harvey. ''Transforming Matter: A History of Chemistry from Alchemy to the Buckyball'' (2001)
* Lindberg, David C. ed. ''Cambridge History of Science: The Middle Ages'' (2010)
* Margolis, Howard (2002). ''It Started with Copernicus'' . New York: [[McGraw-Hill|McGraw-Hill]]. ISBN 0-07-138507-X
* Mayr, DErnst. ''The Growth of Biological Thought: Diversity, Evolution, and Inheritance'' (1985)
* Needham, Joseph. ''Science and Civilisation in China'' . Multiple volumes (1954–2004).
 
{{Commons|Sejarah sains|Sejarah sains}}
 
* [http://www.aihs-iahs.org/ Situs resmi dari ''International Academy of History of Science'']
* [http://www.dhstweb.org/ Situs resmi dari Divisi Sejarah sains dan Teknologi dari International Union Sejarah dan Filsafat Ilmu]
2.556.268

suntingan