Bahasa Jawa Semarang: Perbedaan revisi

146 bita dihapus ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- di zaman + pada zaman))
'''Bahasa Jawa Semarang''' adalah sebuah dialek [[bahasa Jawa]] yang dituturkan di [[Karesidenan Semarang]]. Dialek ini tak banyak berbeda dengan dialek di daerah [[Jawa]] lainnya. Semarang termasuk daerah pesisir Jawa bagian utara, maka tak beda dengan daerah lainnya, [[Yogyakarta]], [[Solo]], [[Boyolali]] dan [[Salatiga]]. Walau letak daerah Semarang yang heteroganheterogen dari pesisir (Pekalongan/Weleri, Kudus/Demak/Purwodadi) dan dari daerah bagian selatan/pegunungan membuat dialek yang dipakai memiliki kata ''ngoko'', ''ngoko andhap'' dan ''madya'' di Semarang ada pada zaman sekarang.
 
* Frasa: "Yo ora.." (Ya tidak) dalam dialek semarang menjadi "Yo orak too ". Kata ini sudah menjadi dialek sehari-hari para penduduk Semarang.
Para pemakai dialek Semarang juga senang menyingkat frasa, misalnya ''Lampu abang ijo'' ([[lampu lalu lintas]]) menjadi "Bang-Jo", ''Limang rupiah'' (5 rupiah) menjadi "mang-pi", ''[[kebun binatang]]'' menjadi "Bon-bin", seratus (100) menjadi "nyatus", dan sebagainya. Namun tak semua frasa bisa disingkat, sebab tergantung kepada kesepakatan dan minat para penduduk Semarang mengenai frasa mana yang disingkat. Jadi contohnya "Taman lele" tak bisa disingkat "Tam-lel" juga Gedung Batu tak bisa menjadi "Ge-bat", dsb.
 
Namun ada juga kalimat-kalimat yang disingkat, contohnya; "KauKae lho pak mu Nadri" artinya "Itu lho pamanmu dari Wanadri". "Arep numpak Kijang kol" artinya akan menumpang omprengan. Zaman dulu kendaraan omprengan biasa menggunakan mobil merk "Colt", disebut "kol" maka setelah diganti "Toyota Kijang" menjadi Kijang-kol. Apa lacur kini ada yang menjadi "mercy-kol".
 
Adanya para warga/budaya yang heterogen dari Jawa, [[Tiongkok]], [[Bangsa Arab|Arab]], [[Pakistan]]/[[India]] juga memiliki sifat terbuka dan ramah di Semarang tadi, juga akan menambah kosakata dan dialektik Semarang di kemudian hari.