Husein Sastranegara: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
menambahkan informasi kecelakaan pesawat yg menyebabkan kematiannya.
Baris 19:
 
'''Husein Sastranegara''' ({{lahirmati|[[Cianjur]], [[Jawa Barat]]|20|1|1919|[[Yogyakarta]]|26|9|1946}}) adalah salah satu perintis [[TNI-AU|TNI-AU]] bersama dengan [[Agustinus Adisucipto|Agustinus Adisucipto]], [[Halim Perdanakusuma|Halim Perdanakusuma]], [[Abdulrahman Saleh (pahlawan)|Abdulrahman Saleh]] dan [[Iswahyudi|Iswahyudi]].
 
Opsir Udara I Husein Sastranegara gugur bersama ahli tehnik pesawat Sersan Mayor Udara Rukidi saat latihan dengan pesawat Cukiu yang jatuh di kampung Gowongan Lor, [[Yogyakarta]] pada [[26 September]] [[1946]]. Pesawat tersebut sedianya disiapkan sebagai pesawat cadangan untuk menjemput [[PM]] [[Sutan Sjahrir]].
 
==Bandara dan Patung==
Baris 25 ⟶ 27:
[[Berkas:Peresmianmonumencasahuseinbdg.jpg|thumb|Persemian Monumen Pesawat Casa C-212 pada tanggal 28 Juni 2012 oleh [[Marsekal|Marsekal TNI]] [[Imam Sufaat]]]]
 
Berdasarkan Keputusan Kasau No. 76 Tahun 1952, namanya kini diabadikan di [[Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara|Bandara Internasional Husein Sastranegara & Pangkalan Udara Husein Sastranegara]], [[Bandung]], untuk menggantikan nama Pangkalan Udara Andir. Dan ada dua patung Husein Sastranegara, yaitu patung yang terletak dekat dengan Ruang VIP Sompil Basuki, [[Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara|Bandara Internasional Husein Sastranegara]], [[Bandung|Bandung]] dan di Jl. Padjadjaran (dekat gerbang masuk utama bandara). Namun, patung yang terletak di dengan Ruang VIP Sompil Basuki telah diubah menjadi [[Monumen Pesawat Casa C-212]].
 
{{indo-bio-stub}}