Ekstraksi: Perbedaan revisi

2.433 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
Ekstraksi pelarut
(Ekstraksi pelarut)
Karena ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan dengan cara penguapan, destilasi atau rektifikasi, maka titik didit kedua bahan itu tidak boleh terlalu dekat, dan keduanya tidak membentuk ascotrop.Ditinjau dari segi ekonomi, akan menguntungkan jika pada proses ekstraksi titik didih pelarut tidak terlalu tinggi (seperti juga halnya dengan panas penguapan yang rendah).
 
=== Ektraksi Pelarut ===
[[Kategori:Kimia]]
menghasilkan sebuah larutan memalui sebuah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya.
 
Hukum Distribusi atau partisi
 
dapat diketahui bahwa zat tertentu lebih mudah larut dalam pelarut-pelarut tertentu. contohnya bila banyaknya iod diubah-ubah, angka banding konsentrasi-konsentrasi itu selalu konstan dengana syarat temperaturnya konstan.
 
konsentrasi Iod dalam Karbon disulfida / konsentrasi iod dalam air = C2/C1 = Kd
 
Kd= dikenal dengan koefisien distribusi atau partisi. Hukum distribusi atau partisi dapat dirumuskan: bila suatu zat terlarut terdistribusi antara dua pelarut yang tidak dapat campur, maka suatu temperatur yang konstan untuk tiap spesi molekul terdapat angka banding berubah dengan sifat dasar kedua pelarut itu. angaka banding distribusi ini tidak tergantung pada spesi molekul lain apapun yang mungkin ada. Harga angka banding berubah dengan sifat dasar kedua pelarut, sifat dasar zat terlarut, dan temperatur<ref name=":0">Svehla, G. 1979. Text Book of Macro and Semimicro<br>
Qualitative<br>
Inorganic Analysis. alih bahasa: Setiono, L. dkk.<br>
1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro<br>
dan<br>
Semimikro Bagian 1. Jakarta: PT Kalman Media Pustaka</ref>.
 
Penerapan Ekstraksi Pelarut DAlam Analisis Kualitatif<ref name=":0" />.
# mengeluarkan brom dari iod dari dalam larutan air, bila larutan iod dalam air dikocok dengan karbon disulfida yang terjadi kira-kira 400 kali konsentrasi dalam air.
# berbagai uji dalam analisis kualitatif (i) kromium pentoksida lebih dapat larut dalam amil alkohol(eter) dari pada dalam air, dengan mengocok larutan encer dalam air dengan amil alkohol(eter). Diperoleh suatau larutan pekat dengan amil alkohol dan adanya kromat atau hidrogen peoksida yang dinyatakan oleh warna biru.
# Studi hidrolisis, terdapat kesetimbangan antara garam, hidrolisis dapar ditulis sebagai garam + air ←→ asam + basa. konsentrasi dapat ditentukan dengan cara distribusi antara air dan pelarut lain, seperti benzena atau klorofrom.
# Penentuan susunan ion Halida yang kompleks, iod jauh lebih dapat larut dalam Kallium iodida dalam air. hal ini disebabkan oleh terbentuknya ion tri iodida
 
Pengukuran distribusi juga telah dilakukan untuk membuktikan adanya ion tetraaminokuprat (II), dalam suatu larutan air beramoniak dari tembaga sulfida, dengan diperiksannya perisi amonia bebas antara klorofrom dan air<ref name=":0" />.[[Kategori:Kimia]]
6

suntingan