Suwiryo: Perbedaan revisi

39 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
k
clean up, replaced: Beliau → Ia (2), beliau → ia using AWB
k (WPCleaner v1.33 - Fixed using Wikipedia:ProyekWiki Cek Wikipedia (DEFAULTSORT dengan spasi di awal))
k (clean up, replaced: Beliau → Ia (2), beliau → ia using AWB)
}}
 
'''Raden Suwiryo''' ({{lahirmati|[[Wonogiri]], [[Jawa Tengah]]|17|2|1903|[[Jakarta]]|27|8|1967}}) adalah seorang tokoh pergerakan Indonesia. BeliauIa juga pernah menjadi Walikota Jakarta dan Ketua Umum PNI. BeliauIa juga pernah menjadi Wakil Perdana Mentri pada Kabinet Sukiman-Suwiryo.
 
== Pendidikan dan pekerjaan ==
 
=== Menjadi Wakil Walikota Jakarta ===
Proses Suwiryo menjabat sebagai wali kota dimulai pada Juli 1945 pada masa pendudukan Jepang. Kala itu dia menjabat sebagai wakil wali kota pertama Jakarta, sedangkan yang menjadi wali kota seorang pembesar Jepang (Tokubetsyu Sityo) dan wakil wali kota kedua adalah [[Baginda Dahlan Abdullah]]. Dengan kapasitasnya sebagai wakil wali kota, secara diam-diam Suwiryo melakukan nasionalisasi pemerintahan dan kekuasaan kota.
 
=== Peralihan kekuasaan dari Jepang ===
Pada [[10 Agustus]] [[1945]], Jepang menyerah pada Sekutu setelah bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima dan Nagasaki. Berita takluknya Jepang ini sengaja ditutup-tutupi. Tapi Suwiryo, dengan berani menanggung segala akibat menyampaikan kekalahan Jepang ini pada masyarakat Jakarta dalam suatu pertemuan. Hingga demam kemerdekaan melanda Ibu Kota, termasuk meminta Bung Karno dan Bung Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan. Perpindahan kekuasaan dari Jepang dilakukan tanggal [[19 September]] [[1945]] dan Suwiryo ditunjuk jadi Walikota Jakarta tanggal [[23 September]] [[1945]].
 
=== Setelah proklamasi kemerdekaan ===
 
=== Rapat Raksasa di Lapangan IKADA ===
Suwiryo dari PNI pada [[17 September]] [[1945]] bersama para pemuda ikut menggerakkan massa rakyat menghadiri rapat raksasa di lapangan Ikada (Monas) untuk mewujudkan tekad bangsa Indonesia siap mati untuk mempertahankan kemerdekaan. Rapat raksasa di Ikada ini dihadiri bukan saja oleh warga Jakarta tapi juga Bogor, Bekasi, dan Karawang.
 
=== Ditangkap NICA ===
Ketika pasukan Sekutu mendarat yang didomplengi oleh pasukan [[NICA]] (Nederlands Indies Civil Administration), pada awal 1946, Presiden Sukarno dan Wakil Presiden, Hatta hijrah ke Yogyakarta. Suwiryo yang tetap berada di Jakarta menginstruksikan kepada semua pegawai pamongpraja agar tetap tinggal di tempat menyelesaikan tugas seperti biasa. Pada 21 Juli 1947 saat Belanda melancarkan aksi militernya, Suwiryo diculik oleh pasukan NICA di kediamannya di kawasan Menteng pada pukul 24.00 WIB. Selama lima bulan dia disekap di daerah Jl Gajah Mada, dan kemudian (Nopember 1947) diterbangkan ke Semarang untuk kemudian ke Yogyakarta.
 
=== Perjuangan di Jogja ===
 
== Meninggal dunia ==
Enam tahun terakhir masa hayatnya, Suwiryo berjuang melawan penyakit yang tidak dapat dilawannya, akhirnya beliauia meninggal pada [[27 Agustus]] [[1967]] dan dimakamkan di Taman makam Pahlawan Kalibata.
 
== Pranala luar ==
{{kotak mulai}}
{{kotak suksesi|jabatan=[[Gubernur Jakarta]]|tahun=[[1945]] – [[1948]]|pendahulu= - |pengganti=[[Daan Jahja]] (Gubernur Militer)}}
{{kotak suksesi|jabatan=[[Gubernur Jakarta]]|tahun=[[1950]][[1951]]|pendahulu= [[Daan Jahja]] (Gubernur Militer) |pengganti=[[Syamsurizal]] }}
{{kotak selesai}}
 
{{DEFAULTSORT:Suwiryo}}
 
{{lifetime|1903|1967|}}
 
{{DEFAULTSORT:Suwiryo}}
[[Kategori:Tokoh PNI]]
[[Kategori:Tokoh dari Wonogiri]]