Buka menu utama

Perubahan

15 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
clean up, replaced: Beliau → Ia, beliau → ia using AWB
|url=http://acehprov.go.id/images/stories/file/Pejuang/T%20Nyak%20Arief.pdf}}</ref>
 
Sejak tahun [[1932]] T. Nyak Arif memimpin gerakan dibawah tanah menentang penjajahan Belanda di Aceh.
 
Teuku Nyak Arif aktif dalam kegiatan-kegiatan peningkatan [[pendidikan]] di Aceh, ia bersama [[Teuku Muhammad Hasan|Mr. Teuku Muhammad Hasan]] mendirikan [[Taman Siswa|Perguruan Taman Siswa]] di Kutaraja pada tanggal [[11 Juli]] [[1937]]. Dalam kepengurusan lembaga yang diprakarsai oleh [[Ki Hajar Dewantara]] ini, T. Nyak Arif menjadi sekretaris dengan ketuanya [[Teuku Muhammad Hasan|Mr. Teuku Muhammad Hasan]].
 
Bersama Mr. T.M Hasan, ia ikut mempelopori berdirinya organisasi '''[[bea siswa|Atjehsche Studiefonds (Dana Pelajar Aceh)]]''' yang bertujuan untuk membantu anak-anak Aceh yang cerdas tetapi tidak mampu untuk sekolah.
 
Pada tahun [[1939]] berdiri Persatuan Ulama Aceh, disingkat PUSA yang diketuai oleh [[Daud Beureu'eh|Teungku Daud Beureu'eh]]. Pemuda-pemuda PUSA mengadakan hubungan dengan [[Jepang]] di [[Malaysia|Malaya]]
[[Ekonomi#Manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi|sosial-ekonomi]] mereka sangat menyedihkan.
Kemerosotan yang dialami oleh [[Angkatan Laut Kekaisaran Jepang|tentara Jepang]] dalam [[Perang Pasifik|Perang Asia Timur Raya]], mendorong pemerintah pendudukan mendirikan '''Atjeh Shu Sangi Kai''' (Dewan penasehat Daerah Aceh) pada tanggal [[17 November]] [[1943]] untuk menarik simpati para elit dan berbagai macam kelompok di Aceh. Badan semacam [[legislatif]] ini dipimpin Teuku Nyak Arief, beranggotakan 30 orang, anggotanya terdiri dari berbagai kelompok elit di Aceh. Setahun kemudian keanggotaan Shu Sangi Kai diperluas oleh Shu Tjokan (Residen Aceh) S. Iinoo.
 
Sejalan dengan [[politik]] ingin mendekati rakyat dari berbagai golongan, maka pada bulan [[Juli]] [[1945]] para pembesar Jepang menghubungi tokoh-tokoh pemuda yang ada di Kutaraja. Dalam pertemuan itu pihak Jepang kembali menegaskan bahwa [[Dai Nippon]] pasti akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Oleh karena itu mereka diminta untuk mengkoordinir pemuda-pemuda sehingga lahir suatu angkatan pemuda yang kuat di Aceh.
 
Rapat pemuda yang diadakan tepat pada hari menyerahnya Jepang kepada sekutu telah memberikan arti yang penting bagi para pemuda terutama yang berada di Kutaradja dan Aceh Besar. Mereka telah mendengar langsung pengarahan-pengarahan yang diberikan oleh para pemimpin mereka waktu itu. Setelah Indonesia merdeka para pemuda-pemuda tersebut mengorganisir dirinya dalam
satu barisan yang diberi nama Ikatan Pemuda Indonesia.
 
== Masa Kemerdekaan Indonesia ==
Pada tanggal [[29 Agustus]] [[1945]] Teuku Nyak Arief diangkat menjadi [[Komite Nasional Indonesia Pusat|Ketua Komite Nasional Indonesia (K.N.I) daerah Aceh]]. Untuk memikul biaya perang (perjuangan) yang semakin berat maka Teuku Nyak Arief menjual harta benda pribadinya termasuk segala [[perhiasan emas]] milik istrinya, demi kelancaran perjuangan untuk mempertahankan tanah air Indonesia.
 
Pemerintah Indonesia pada tanggal [[3 Oktober]] [[1945]] dengan surat ketetapan No. 1/X dari [[Gubernur Sumatera]] [[Teuku Muhammad Hasan|Mr. Teuku Muhammad Hasan]] mengangkat Teuku Nyak Arief sebagai [[Gubernur Aceh|Residen Aceh]]. <ref>{{cite web|title=Pahlawan nasional Teuku Nyak Arif|url=http://indonesiaindonesia.com/f/4370-pahlawan-nasional-teuku-nyak-arif/}}</ref>
 
== Perang Cumbok ==
Memasuki bulan [[Desember]] [[1945]] Residen Teuku Nyak Arief sering digantikan oleh Tuanku Mahmud dan Teuku Panglima Polem Moh. Ali sebagai Wakil Residen. Hal ini diakibatkan karena residen sering mengadakan perjalanan dan peninjauan ke daerah-daerah, terutama di daerah yang kurang aman.
 
Desember 1945 terjadilah peristiwa '''perang Cumbok''' mengakibatkan perpecahan antara golongan bangsawan dan Ulama. Ulama ingin merebut tampuk pemerintahan dari golongan Uleebalang (bangsawan). Pada saat itu Teuku Nyak Arief merasa sedih ketika mendengar peritiwa tersebut, karena BeliauIa telah berusaha mempersatukannya sejak zaman Hindia Belanda dan Jepang, dan berhasil. Namun perpecahan tidak mungkin dielakkan.
 
Ulama dibawah PUSA dan [[Pesindo]] berhasil menguasai Aceh, dan membunuh banyak Uleebalang, dan mengambil alih harta dan tanah mereka. Laskar Ulama (Mujahiddin) yang di dipimpin Husein Al Mujahid mempunyai ambisi untuk menggantikan residen Teuku Nyak Arif, dan mendapat dukungan dari TPR (Tentara Perlawanan Rakyat).
 
Teuku Nyak Arief di tangkap pada [[Januari]] [[1946]] oleh TPR. Penangkapan terhadap Teuku Nyak Arief dilakukan pada saat beliauia dalam keadaan sakit. Teuku Nyak Arief membiarkan dirinya untuk ditawan oleh laskar Mujahidin dan tentara perlawanan rakyat (TPR), dan meminta pasukan yang menjaganya untuk tidak memberi perlawanan. <ref>{{cite web|title=Biografi Teuku Nyak Arief|url=http://www.biografitokohdunia.com/2011/07/biografi-teuku-nyak-arief.html}}</ref> Kemudian ia dibawa ke Takengon dan ditahan di sana.
 
== Mangkat ==
{{kotak suksesi|jabatan=[[Gubernur Aceh]]|pendahulu=-|pengganti=[[Teuku Daud Syah]]|tahun= [[1945]]–[[1946]]}}
{{kotak selesai}}
 
 
{{Pahlawan Indonesia}}
{{lifetime|1899|1946|Nyak Arif, Teuku}}
{{indo-bio-stub}}
 
{{DEFAULTSORT:Nyak Arif, Teuku}}
 
[[Kategori:Tokoh dari Banda Aceh]]
[[Kategori:Gubernur Aceh]]
[[Kategori:Bangsawan Aceh]]
 
 
{{indo-bio-stub}}