Pendekar Tongkat Emas: Perbedaan revisi

9.338 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
Cerita, Pemeran, Produksi, lengkap.
(Cerita, Pemeran, Produksi, lengkap.)
 
== Sinopsis ==
Cempaka ([[Christine Hakim]]) adalah seorang pendekar kawakan yang disegani dan sangat dihormati di dalam dunia persilatan. IaDikenal memegangsebagai sebuahPendekar senjataTongkat legendarisEmas, tongkatia emasmerupakan denganpewaris jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi yang mematikan dan tak tertandingi kekuatannyaterkalahkan. KetikaMengetahui usianya menuasudah senja, Cempaka bermaksud mewariskan senjata dan jurusmahasakti Tongkat Emas beserta jurus Melingkar Bumi kepada salah satu dari empat muridnya: Biru (Reza Rahadian), Gerhana (Tara Basro), Dara (Eva Celia), dan Angin (Aria Kusumah). Dalam kondisi yang semakin lemah, Cempaka kemudian harus menghadapi kenyataan bahwa ia telah dikhianati. Sebelum sempat mengajarkan jurus pamungkas Melingkar Bumi pada murid pilihannya, Cempaka pun tewas. Akan tetapi, sebelum kematiannya, ia menyampaikan bahwa ada satu pendekar lain yang dapat mewariskan jurus Melingkar Bumi, yaitu mantan pasangannya, Pendekar Naga Putih.
Akan tetapi, pembunuhan dan pengkhianatan terjadi sebelum dunia persilatan dapat mengetahui siapa ahli warisnya. Tongkat Emas pun direbut oleh pendekar lain yang bermaksud jahat sehingga menimbulkan kekacauan. Satu-satunya orang yang dapat merebut kembali Tongkat Emas adalah Pendekar Naga Putih, seorang pendekar sakti yang dulu merupakan pasangan Cempaka dan telah lama menghilang.
Dua orang murid Cempaka yang tersisihkan dan terkhianati, Elang ([[Nicholas Saputra]]) dan Biru ([[Reza Rahadian]]), harus menemukan Pendekar Naga Putih sebelum terlambat.
 
== Pemeran ==
* [[ChristineEva HakimCelia]]<ref>{{cite web|title=ChristineEva HakimCelia NikmatiAlami AdeganLebam-Lebam BelaKarena DiriBeradegan di Pendekar Tongkat EmasLaga|url=http://idwww.celebrity.yahoowowkeren.com/fotoberita/christine-hakim-nikmati-adegan-bela-diri-di-pendekar-tongkat-emas-slideshowtampil/00048363.html|work=|publisher=Yahoo! Celebrity Indonesiawowkeren.com|date=|accessdate=[[Jumat]], [[2115 Maret]] [[2014]] pkl. [[1610]]:[[0004]]:[[0030]] WIB}}</ref> sebagai CempakaDara
* [[Slamet Rahardjo]]
* [[Nicholas Saputra]] sebagai Elang
* [[Reza Rahadian]]<ref>{{cite web|title=Reza Rahadian Rela Babak Belur Demi 'Pendekar Tongkat Emas'|url=http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00048031.html|work=|publisher=wowkeren.com|date=|accessdate=[[21 Maret]] [[2014]] pkl. [[14]]:[[43]]:[[22]] WIB}}</ref> sebagai Biru
* [[Eva Celia]]<ref>{{cite web|title=Eva Celia Alami Lebam-Lebam Karena Beradegan Laga|url=http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00048363.html|work=|publisher=wowkeren.com|date=|accessdate=[[15 Maret]] [[2014]] pkl. [[10]]:[[04]]:[[30]] WIB}}</ref> sebagai Dara
* [[Tara Basro]] sebagai Gerhana
* Aria Kusumah sebagai Angin
* [[Landung Simatupang]]
* [[Christine Hakim]]<ref>{{cite web|title=Christine Hakim Nikmati Adegan Bela Diri di Pendekar Tongkat Emas|url=http://id.celebrity.yahoo.com/foto/christine-hakim-nikmati-adegan-bela-diri-di-pendekar-tongkat-emas-slideshow/|work=|publisher=Yahoo! Celebrity Indonesia|date=|accessdate=[[Jumat]], [[21 Maret]] [[2014]] pkl. [[16]]:[[00]]:[[00]] WIB}}</ref> sebagai Cempaka
* [[Whani Darmawan]]
* [[Slamet Rahardjo]] sebagai Dewan Datuk Bumi Persilatan
* Darius Sinathrya sebagai Naga Putih
* Prisia Nasution sebagai Cempaka muda
* [[Whani Darmawan]] sebagai Pimpinan Perguruan Sayap Merah
* [[Landung Simatupang]] sebagai Guru Cempaka dan Naga Putih
 
== Cerita ==
Cempaka (Christine Hakim) merupakan Pendekar Tongkat Emas yang termasyhur di dunia persilatan. Ia memiliki empat orang murid yang merupakan anak dari beberapa musuh yang dulu dikalahkannya, yaitu Biru (Reza Rahadian), Gerhana (Tara Basro), Dara (Eva Celia), dan Angin (Aria Kusumah). Biru dan Gerhana memiliki hubungan yang dekat, begitu pula Dara dan Angin. Cempaka memerintahkan Biru dan Gerhana untuk menyaksikan pertarungan silat yang dimenangkan oleh Perguruan Sayap Merah. Di gubuknya, Cempaka yang sedang dalam kondisi buruk dirawat oleh Angin.
 
Di Perguruan Sayap Merah, Biru dan Gerhana disambut oleh pimpinan perguruan (Whani Darmawan) yang menitipkan salam hormat untuk Cempaka yang telah berjasa banyak bagi dunia persilatan. Sekembalinya, Cempaka mengumpulkan keempat muridnya dan menyampaikan bahwa ia akan memilih satu di antara mereka untuk menjadi pewaris Tongkat Emas beserta jurus Melingkar Bumi. Meskipun lebih muda, Cempaka memilih Dara; membuat Biru dan Gerhana terkejut. Meskipun Dara mencoba menolak, Cempaka bersikeras dan mengatakan bahwa ia akan membawa Dara pergi selama beberapa hari untuk mewariskan jurus Melingkar Bumi. Angin diminta untuk ikut serta agar dapat merawat kondisi Cempaka. Sementara Biru dan Gerhana diperintahkan untuk tinggal menjaga gubuk mereka. Cempaka menyampaikan pada Dara bahwa jika terjadi sesuatu padanya sebelum sempat mewariskan jurus Melingkar Bumi, hanya ada satu orang yang mengetahui jurus tersebut: Pendekar Naga Putih, mantan pasangannya.
 
Keesokan paginya, di tengah perjalanan, Cempaka bersama Dara dan Angin dikejutkan oleh Biru dan Gerhana yang mencegat mereka dengan maksud merebut paksa Tongkat Emas. Gerhana menyampaikan bahwa Cempaka semestinya sudah mati akibat racun yang diberikannya. Pertarungan pun terjadi antara Dara dan Angin menghadapi Biru dan Gerhana. Dalam kondisi terdesak, Cempaka yang semakin lemah menyelamatkan Dara dan Angin serta memerintahkan mereka untuk pergi. Angin berusaha membawa Dara pergi, namun dengan terpaksa. Biru dan Gerhana pun berhasil mengalahkan Cempaka dan membunuhnya. Di sebuah tepi jurang, mereka berhasil mengejar Dara dan Angin. Biru dan Gerhana berhasil mengalahkan Dara dan Angin hingga mereka terjatuh ke jurang, namun Dara berhasil mempertahankan Tongkat Emas agar tidak jatuh ke tangan Biru. Sesosok misterius menyelamatkan Dara dan Angin sebelum Biru dan Gerhana mencapai dasar jurang.
 
Biru dan Gerhana kemudian mendatangi Perguruan Sayap Merah. Mereka menyebarkan fitnah bahwa Dara dan Angin telah berkhianat serta membunuh Cempaka untuk merebut Tongkat Emas. Pimpinan Perguruan Sayap Merah yang merupakan sahabat Cempaka marah dan memerintahkan murid-muridnya untuk memburu Dara dan Angin. Dara, sementara itu, terbangun di sebuah gubuk dengan sosok misterius yang menyelamatkannya bersama Angin. Sosok misterius ini ternyata adalah Elang (Nicholas Saputra). Ketika bermaksud pergi untuk mencari Pendekar Naga Putih seperti pesan Cempaka, Dara dan Angin dikejutkan oleh Elang yang menyatakan bahwa mereka belum siap bertemu dengan Naga Putih. Dara seraya curiga dan mempertanyakan bagaimana Elang bisa tahu bahwa ia bermaksud mencari Pendekar Naga Putih.
 
Dara yang penasaran dengan identitas Elang suatu hari mengikutinya ke sebuah pemukiman. Elang bertarung dengan sekelompok orang untuk menagih hutang. Di sebuah kampung, Dara melihat gambar dirinya dan Angin yang disebarkan sebagai buronan. Ketika sedang melarikan diri, sekelompok pendekar mendatangi kampung Elang dan mulai menyerang warga kampung serta merusak rumah warga. Sebelum sempat bertindak, Angin menotok tubuh Dara sehingga tidak dapat bergerak. Sendirian, Angin menghadapi para pendekar untuk menyelamatkan warga kampung. Akan tetapi, setelah para pendekar mengancam membunuh warga, Angin menyerahkan diri untuk kemudian dibawa ke Biru. Ketika efek totok Angin memudar keesokan harinya, Dara menemukan para warga sedang bersiap meninggalkan kampung karena tidak lagi aman. Merasa bersalah, salah satu warga kampung memberitahu Dara bahwa Angin menyerahkan diri dan untuk menyelamatkannya, Dara harus menyerahkan Tongkat Emas kepada Biru. Meskipun Elang mencoba melarangnya, Dara bersikeras.
 
Di gubuk Cempaka, Biru menyekap Angin. Ia memaksa Angin memberitahu keberadaan Dara. Angin, yang tidak pernah berbicara, bergeming dan membuat Biru murka. Ketika Dara tiba di gubuk Cempaka, ia disambut oleh Gerhana dan Biru yang menyekap Angin. Demi menyelamatkan Angin, Dara pun menyerahkan Tongkat Emas dan segera melarikan diri. Di tengah hutan, Dara dan Angin bersembunyi di atas pepohonan dari Biru dan Gerhana yang ingin membunuh Dara dan Angin agar kedoknya tidak terbuka. Angin kembali menotok Dara agar tidak bisa bergerak dan menghadapi Biru dan Gerhana sendirian. Tidak bisa melakukan apa-apa, Dara hanya bisa mendengarkan pertarungan antara ketiganya hingga kemudian pertarungan terhenti dengan Biru dan Gerhana meninggalkan hutan.
 
Sementara itu, Elang memimpin warga kampungnya menemukan pemukiman baru. Di Perguruan Sayap Merah, Gerhana meracun minuman pimpinan perguruan. Setelah kematian pimpinan perguruan, Biru menjadi pimpinan dan menobatkan dirinya sebagai guru tertinggi seraya mengganti nama Perguruan Sayap Merah menjadi Perguruan Tongkat Emas, sebagaimana nama perguruan Cempaka yang dulu sangat kuat sebelum ia memutuskan menutup dan meninggalkannya. Dengan Gerhana sebagai tangan kanannya, Biru membunuh siapa saja yang menentang atau mencoba merebut Tongkat Emasnya dan menciptakan kekacauan di dunia persilatan.
 
Dara yang murka atas kematian Angin bermaksud menyelinap ke Perguruan Sayap Merah. Ia dicegat oleh Elang yang kemudian membawanya ke pemukiman baru warga kampung. Merasa bersalah atas kematian Angin, Elang membuka rahasia tentang identitasnya pada Dara; bahwa ia adalah putra dari Naga Putih (Darius Sinathrya) dan Cempaka ketika muda (Prisia Nasution). Jurus Melingkar Bumi pun kemudian diketahui merupakan jurus berpasangan yang diturunkan oleh guru (Landung Simatupang) dari Naga Putih dan Cempaka. Naga Putih, yang ingin meninggalkan dunia persilatan, berpisah dengan Cempaka yang lebih memilih memimpin Perguruan Tongkat Emas. Naga Putih meminta Cempaka bersumpah bahwa ia tidak akan pernah mencarinya dan putra mereka serta ia pun bersumpah tidak akan mencampuri urusan Cempaka. Elang, putra Naga Putih dan Cempaka, menyampaikan pada Dara bahwa ia adalah pewaris terakhir jurus Melingkar Bumi. Dara pun meminta Elang menjadikannya murid serta mengajarinya jurus Melingkar Bumi. Terhalang oleh sumpahnya, Elang menemui Dewan Datuk Bumi Persilatan (Slamet Rahardjo) yang mengingatkan Elang bahwa ia telah bersumpah pada mendiang ayahnya untuk tidak mencampuri urusan Cempaka dan Tongkat Emasnya. Pun begitu, Elang melanggar sumpahnya dan mengajari Dara jurus Melingkar Bumi.
 
Di Perguruan Tongkat Emas, Biru gelisah karena ia merasa kurang sakti hanya memiliki Tongkat Emas tanpa jurus pamungkasnya. Gerhana, yang ternyata juga kekasihnya, menenangkan Biru dengan mengatakan bahwa tanpa Tongkat Emas sekalipun, Biru adalah pendekar yang sakti.
 
Setelah berhari-bari berlatih menguasai jurus Melingkar Bumi, Dara dan Elang mendatangi Perguruan Tongkat Emas. Dara kemudian menantang Biru dan Gerhana untuk bertarung tanpa campur tangan siapapun setelah mereka menolak mengembalikan Tongkat Emas yang merupakan haknya. Dara menghadapi Gerhana, sementara Elang menghadapi Biru. Di tengah-tengah pertarungan sengit, seorang anak kecil keluar dari dalam ruang perguruan, yang ternyata merupakan putra Biru dan Gerhana. Dara meminta Gerhana berhenti karena ia tak ingin membunuh Gerhana di depan anaknya. Akan tetapi, Gerhana memilih melanjutkan pertarungan.
 
Dara pun akhirnya berhasil mengalahkan Gerhana dan menewaskannya; membuat Biru murka. Ia pun menyerang Dara dan Elang dengan membabi buta. Setelah pertarungan yang sengit, Dara dan Elang berhasil memukul jatuh Biru dan merebut Tongkat Emas. Biru bangun dan mencoba menyerang Dara dan Elang dengan sebuah batang pohon besar, namun Dara dan Elang mengalahkan Biru dengan menggunakan jurus Melingkar Bumi.
 
Dara dan Elang kemudian berciuman, menunjukkan adanya perasaan di antara mereka berdua. Akan tetapi, keesokan harinya, Elang lenyap meninggalkan Dara yang bersedih hati. Elang menemui Dewan Datuk Bumi Persilatan yang kecewa karena Elang melanggar sumpahnya. Elang pun menyatakan ia siap menjalani hukuman atas kesalahannya melanggar sumpah. Dara kemudian mengangkat putra Biru dan Gerhana sebagai murid; sama seperti halnya Cempaka yang dulu mengangkat anak dari musuh-musuh yang dikalahkannya sebagai murid dan dilatih untuk menjadi pendekar yang kuat.
== Produksi ==
[[Ifa Isfansyah]], yang sebelumnya sukses melalui karyanya [[Sang Penari]], bertindak sebagai sutradara. Film ini diproduksi oleh Mira Lesmana dan Riri Riza, melalui perusahaan produksi mereka, [[Miles Productions|Miles ]]Films, merekabertindak sebagai produser. Proses syuting berlangsung selama 3 bulan<ref name=":0">http://www.21cineplex.com/slowmotion/reza-rahadian-tak-mudah-untuk-bisa-terlibat-di-pendekar-tongkat-emas,5387.htm</ref> di daerah [[Sumba Timur]], Nusa Tenggara.<ref name=":1">http://ceritaeka.com/2014/12/19/geliat-sinema-laga-indonesia-review-film-pendekar-tongkat-emas/</ref> AktorSkenario [[Rezaditulis Rahadian]],oleh berperanJujur sebagaiPrananto Biru,dengan menjalanipengembangan persiapancerita selamaoleh 7Mira bulanLesmana, untukRiri berlatihRiza, silatIfa Isfansyah, dan mempersiapkanEddie fisikCahyono.<ref name=":0" /> Chitra Subiakto bertindak selaku desainer.perancang busana;<ref name=":1" /> Beredarmenampilkan rumorpakaian-pakaian bahwayang aktormenggambarkan Rezapendekar Rahadiandalam menerimadunia bayaranpersilatan. sangatMusisi tinggiternama, untukErwin berperanGutawa, dalammenyediakan musik untuk film ini, namundengan Rezapenyanyi menyanggahpapan rumoratas ini.<ref>http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00063115.html</ref>Anggun Produksimenyumbangkan filmsuaranya inidalam memakanlagu biayatema hingga"Fly 25My milyarEagle" rupiah,<ref>http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00062995.html</ref>yang angkaliriknya yangterdiri cukupatas fantastisbahasa untukIndonesia dan bahasa Inggris. Judul internasional dari film Indonesiaini adalah ''The Golden Cane Warrior''.
 
Aktor [[Reza Rahadian]], berperan sebagai Biru, menjalani persiapan selama 7 bulan untuk berlatih silat dan mempersiapkan fisik.<ref name=":0" /> Untuk perannya dalam film ini, Reza Rahadian dirumorkan menerima bayaran sangat tinggi yang menjadikannya aktor dengan bayaran termahal di Indonesia, namun Reza menyanggah rumor ini.<ref>http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00063115.html</ref>
 
Produksi film ini memakan biaya hingga 25 milyar rupiah,<ref>http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00062995.html</ref> angka yang cukup fantastis untuk film Indonesia.
 
== Referensi ==
24

suntingan