Menara Babel: Perbedaan revisi

3.850 bita dihapus ,  7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
==Sumber Kisah==
 
===lAl-Qur'an===
 
Kaum 'Aad adalah kaum yang hidup setelah zaman Nabi Nuh AS. Keberadaan pembangunan menara ini dapat diketahui melalui surah-surah yang tertera didalam Kitab [[Al-Qur'an]]. Ada banyak surah yang menjelaskan tentang keadaan Kaum 'Aad saat itu. Ibukota kaum 'Aad adalah Iram. Terkenal dengan bangunan-bangunannya yang menjulang tinggi ke langit. Waktu itu tidak ada di kota lain seperti itu, hanya ada di Iram. Hal ini tertera didalam Surah Al Fajr (ayat 6-8) yang berbunyi
Bukti-bukti akan cemeti azab itu telah diketahui menurut Book of Jubilee menara babel ini mempunyai tinggi 2,484 meter. Yang mana tingginya hampir dengan tinggi Gunung Merapi di Indonesia saat ini. Bukti kejayaan, ketinggian, dan cemeti azab yang menimpa kaum ini telah ditemukan dalam Mitologi bangsa-bangsa lain. Menjadi sebuah pelajaran bagi seluruh manusia bahwa kekuatan manusia tidaklah mutlak, tidak sepatutnya manusia menyombongkan diri dengan nikmat-nikmat yang sudah dikaruniakan Tuhan kepadanya. Nikmat bisa menjadi kebahagiaan untuk manusia yang pandai bersyukur dan bisa menjadi malapetaka untuk manusia yang meningkarinya. Menara babel lembaran hitam tentang kesombongan dan keangkuhan terbesar yang pernah dilakukan manusia.
 
===Kitab InjilAlkitab===
Berikut ini ayat yang menyatakan menara Babel dalam Kejadian 11:
 
11:1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
Pembacaan Kisah Para Rasul dalam [[Kitab Injil]] 2:1-11 1 Korintus 12:3b-7, 12-13 Injil: Yohanes 20:19-23. Cerita “Menara Babel” mengisahkan tentang anak-anak manusia yang menjadi sombong, mereka mahu membangun sebuah menara yang boleh mencapai langit dan dapat mencapai Tuhan. Tuhan mengacau bahasa mereka, sehingga mereka tidak saling mengerti, sehingga berakhirlah riwayat pembangunan Menara Babel itu bersama kesombongan para pembangunnya. Cerita itu pada dasarnya mahu mengatakan bahawa kesombongan manusia selalu menimbulkan salah pengertian sesama manusia. Dan ketidak saling pengertian itu akan menimbulkan kekacauan, rusuhan dan bencana. Dan memang sejak peristiwa Menara Babel itu, kisahkisah tentang kesombongan manusia dan keruntuhannya selalu berulang. Oleh kerana kesombongannya manusia tidak saling mengerti, sehingga apa saja yang telah dibangun boleh runtuh berkecai. Terhadap kesombongan manusia yang memecah belah dan meruntuhkan, Tuhan rupanya tidak berdiam diri. Pada peristiwa Pentakosta, Tuhan mengutus Roh- Nya untuk mempersatukan kembali yang terpecah belah, tercerai berai dan membangun kembali yang telah runtuh dengan bahasa Pentakosta, bahasa saling pengertian, seperti kita dengar dalam pembacaan pertama minggu ini.
11:2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
 
11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.
Pada peristiwa Pentakosta itu dikurniakan kembali kepada manusia bahasa saling pengertian, bahasa persatuan yang telah hilang sejak peristiwa Menara Babel itu. Ketika Petrus tampil dan berbicara dalam bahasa ibunya, semua orang yang datang dari pelbagai sudut dunia tiba-tiba boleh mengerti. Mereka hairan dan berkata: “Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengarkan mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri…” Bahasa yang saling tidak dimengerti sejak peristiwa Menara Babel itu sudah berakhir, dan sejak peristiwa Pentakosta bahasa yang tidak dimengerti itu ditemukan kembali. [http://rahelhunter.wordpress.com/2012/11/01/sejarah-bahasa-manusiaperistiwa-kejatuhan-menara-babel-dan-bahasa-pentakosta/]
11:4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
 
11:5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
Tetapi sejarah rupanya selalu berulang, usaha membangun Menara Babel masih saja mahu dilakukan manusia, namun Tuhan pula senantiasa menciptakan “Pentakosta baru”. Negara kita juga, sejak sekian lama sebenarnya mengusahakan pembangunan. Pembangunan dalam segala bidang hidup. Bidang ekonomi, bidang budaya, bidang politik, hukum dan sebagainya. Tetapi mungkin kerana unsur kesombongan masih saja melekat pada diri kita dalam semua pembangunan itu. Kita berusaha untuk membangun yang serba hebat dan serba canggih tetapi jika tanpa mengikutsertakan Tuhan dalam pembangunan itu, sulit untuk dicapai hasilnya. [http://rahelhunter.wordpress.com/2012/11/01/sejarah-bahasa-manusiaperistiwa-kejatuhan-menara-babel-dan-bahasa-pentakosta/]
11:6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
 
11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
Ada kebiasaan kita untuk berusaha memisahkan Tuhan dari pada pembangunan politik, hukum dan budaya kita. Pembangunan dipisahkan daripada agama, daripada iman dan moral. Oleh sebab itu, pembangunan kita terkesan tidak memiliki semangat iman dan moral. Politik dan budaya kita terkesan tidak beretika, tidak bermoral. Tuhan, iman dan moral hanya merupakan kata-kata hanya dimulut saja, yang digaungkan dalam upacara-upacara rasmi tanpa makna. Mungkin kerana itu, kita sekarang sedang mengalami krisis dalam pelbagai bidang hidup. Dan kata orang, akar dari segala krisis itu adalah krisis etika dan krisis moral itu. [http://rahelhunter.wordpress.com/2012/11/01/sejarah-bahasa-manusiaperistiwa-kejatuhan-menara-babel-dan-bahasa-pentakosta/]
11:8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
 
11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
Dan salah satu krisis moral yang paling teruk adalah munculnya semangat mengutamakan kepentingan kumpulan yang melahirkan berbagai-bagai rusuhan dan kekacauan. Perpecahan sedang mengancam kita. Isu-isu perbezaan agama, perbezaan tingkat ekonomi dan sosial ditiup-tiup untuk melestarikan permusuhan antara golongan. Namun kita sebagai insan yang beriman, kita selalu boleh percaya bahawa Tuhan pasti tidak tinggal diam melihat keadaan gereja kita yang sedang diuji ini. Kita ada kesedaran dan kebangkitan baru yang dihembusi oleh Roh Tuhan. Kesedaran dan kebangkitan baru untuk membangun persaudaraan dan persatuan. Persatuan antara umat dan persatuan dari semua orang yang berkehendak baik tanpa membeza-bezakan agama, etnik, tingkat sosial dan golongan. Kita boleh percaya bahawa Roh Tuhan tengah berhembus di tengah- tengah kita. Dialah yang membawa bahasa yang saling dimengertikan itu kepada semua orang yang berkehendak baik. Roh akan berhembus ke mana Dia suka. Dan kita umat Katolik hendaknya merasa terpanggil untuk mengikuti arah hembusan Roh Tuhan itu. Dalam Injil hari ini Tuhan menasihatkan kepada kita; “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian sekarang Aku mengutus kamu”! Jadi saudara-saudari, kita dipanggil dan diutus untuk memberikan kesaksian tentang bahasa Pentakosta, bahasa yang saling dimengerti dan perdamaian. — Fr Valentine Gompok OFM Cap. [http://rahelhunter.wordpress.com/2012/11/01/sejarah-bahasa-manusiaperistiwa-kejatuhan-menara-babel-dan-bahasa-pentakosta/]
 
===Referensi===
# Kitab Injil.
# Book of Genesis
# Hunter, Rahel. 2012. ''Sejarah Bahasa Manusia, Peristiwa Kejatuhan Menara Babel, dan Bahasa Pentakosta.''. http://rahelhunter.wordpress.com/2012/11/01/sejarah-bahasa-manusiaperistiwa-kejatuhan-menara-babel-dan-bahasa-pentakosta (1 November 2012)
# Sudono Sentot, Anugerah. 2013. ''Kaum 'Aad, Menara Babel, Atlantis, Atlas, Adtyas (Devas), dan kaum Tsamud.''. http://xeno101.blogspot.com/2013/10/kaum-aad-menara-babel-atlantis-dan-kaum.html (Oktober 2013)
 
[[:Kategori:Agama]]
Pengguna anonim