Buka menu utama

Perubahan

626 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Tata nama dalam biologi''' telah mengalami perubahan berkali-kali semenjak manusia mencatat berbagai jenis organisme. [[Plinius (Tua)|Plinius]] dari masa [[Kekaisaran Romawi]] telah menulis sejumlah nama tumbuhan dan hewan dalam [[ensiklopedia]] yang dibuatnya dalam [[bahasa Latin]]. Sistem penamaan organisme selanjutnya selalu menggunakan bahasa Latin dalam tradisi pencatatan [[Eropa]]. Hingga sekarang sukar dijumpai sistem penulisan nama organisme yang dipakai dalam tradisi Arab atau Tiongkok. Kemungkinan dalam tradisi ini penulisan nama menggunakan nama setempat (nama lokal). Keadaan berubah setelah cara penamaan yang lebih sistematik diperkenalkan oleh [[Carolus Linnaeus]] atau Carl von Linne yang disebut "Bapak Taksonomi" dalam kitabbuku yang ditulisnya, ''[[Systema Naturae]]'' ("Sistematika Alamiah").
 
== Tata nama binomial ==
'''Tata nama binomial atau Binomial Nomenklatur'''binomial nomenklatur merupakan aturan penamaan baku bagi semua [[organisme]] (makhluk hidup) yang terdiri dari dua kata (''binomial'' berarti 'dua nama') dari sistem [[taksonomi]] (biologi), dengan mengambil nama [[genus]] dan nama [[spesies]]. Nama yang dipakai adalah nama baku yang diberikan dalam [[bahasa Latin]] atau bahasa lain yang dilatinkan. Aturan ini pada awalnya diterapkan untuk [[fungi]], [[tumbuhan]] dan [[hewan]] oleh penyusunnya (Carolus Linnaeus), namun kemudian segera diterapkan untuk [[bakteri]] pula. Sebutan yang disepakati untuk nama ini adalah 'nama ilmiah' (''scientific name''). Awam seringkali menyebutnya sebagai "nama latin" meskipun istilah ini tidak tepat sepenuhnya, karena sebagian besar nama yang diberikan bukan istilah asli dalam bahasa latin melainkan nama yang diberikan oleh orang yang pertama kali memberi [[pertelaan]] atau deskripsi (disebut [[deskriptor]]) lalu dilatinkan ataupun dari bahasa Latin sendiri. Carolus Linnaeus memilih penggunaan bahasa Latin untuk penamaan karena dari masa ke masa hingga saat ini, bahasa Latin tidak mengalami perubahan maupun perkembangan, melainkan tetap.
 
Penamaan organisme pada saat ini diatur dalam ''[[Peraturan Internasional bagi Tata Nama Botani]]'' (ICBN) bagi tumbuhan, beberapa alga, fungi, dan lumut kerak, serta fosil tumbuhan; ''[[Peraturan Internasional bagi Tata Nama Zoologi]]'' (ICZN) bagi hewan dan fosil hewan; dan ''[[Peraturan Internasional bagi Tata Nama Prokariota]]'' (ICNP). Aturan penamaan dalam biologi, khususnya tumbuhan, tidak perlu dikacaukan dengan aturan lain yang berlaku bagi [[tanaman budidaya]] (''[[Peraturan Internasional bagi Tata Nama Tanaman Budidaya]]'', ICNCP).
 
=== Aturan penulisan ===
* Aturan penulisan dalam tatanama binomial selalu menempatkan nama ("epitet" dari ''epithet'') genus di awal dan nama ("epitet") spesies mengikutinya. Contoh :
** ''<u>Zea</u> <u>mays;</u>'' ''<u>Zea</u>'' adalah nama genus, sedangkan ''<u>mays</u>'' adalah nama spesiesnya.
 
{{quotation|Contoh:<br>
* Nama genus SELALU diawali dengan [[huruf kapital]] (huruf besar, ''uppercase'') dan nama spesies SELALU diawali dengan huruf biasa (huruf kecil, ''lowercase''). {{br}}
[[Harimau|''<u>Panthera</u> <u>tigris]];</u>'' ''<u>Panthera</u>'' adalah nama genus, sedangkan ''<u>tigris</u>'' adalah nama spesiesnya.}}
* Penulisan nama ini tidak mengikuti tipografi yang menyertainya (artinya, suatu teks yang semuanya menggunakan huruf kapital/balok, misalnya pada judul suatu naskah, tidak menjadikan penulisan nama ilmiah menjadi huruf kapital semua) kecuali untuk hal berikut: {{br}}
 
*# Pada teks dengan huruf tegak (huruf latin), nama ilmiah ditulis dengan huruf miring (huruf italik), dan sebaliknya. Contoh: ''Glycine soja'', ''Pavo muticus''. Perlu diperhatikan bahwa cara penulisan ini adalah konvensi yang berlaku saat ini sejak awal [[abad ke-20]]. Sebelumnya, seperti yang dilakukan pula oleh Carolus Linnaeus, nama atau epitet spesies diawali dengan huruf besar jika diambil dari nama orang atau tempat. {{br}}
* Nama genus selalu diawali dengan [[huruf kapital]] (huruf besar, ''uppercase'') dan nama spesies SELALU diawali dengan huruf biasa (huruf kecil, ''lowercase'').
*# Pada teks tulisan tangan, nama ilmiah diberi garis bawah yang terpisah untuk nama genus dan nama spesies. {{br}}
* Penulisan nama ini tidak mengikuti tipografi yang menyertainya (artinya, suatu teks yang semuanya menggunakan huruf kapital/balok, misalnya pada judul suatu naskah, tidak menjadikan penulisan nama ilmiah menjadi huruf kapital semua) kecuali untuk hal berikut:
* Nama lengkap (untuk hewan) atau singkatan (untuk tumbuhan) dari [[autoritas (biologi)|autoritas]] boleh diberikan di belakang nama spesies, dan ditulis dengan huruf tegak (latin) atau tanpa garis bawah (jika tulisan tangan). Jika suatu spesies digolongkan dalam genus yang berbeda dari yang berlaku sekarang, nama autoritas ditulis dalam tanda kurung. Contoh: ''[[Glycine max]]'' Merr., ''Passer domesticus'' (Linnaeus, 1978) — yang terakhir semula dimasukkan dalam genus ''Fringilla'', sehingga diberi tanda kurung (parentesis). {{br}}
** Pada teks dengan huruf tegak (huruf latin), nama ilmiah ditulis dengan huruf miring (huruf italik), dan sebaliknya. Contoh: ''Glycine soja'', ''Pavo muticus''. Perlu diperhatikan bahwa cara penulisan ini adalah konvensi yang berlaku saat ini sejak awal [[abad ke-20]]. Sebelumnya, seperti yang dilakukan pula oleh Carolus Linnaeus, nama atau epitet spesies diawali dengan huruf besar jika diambil dari nama orang atau tempat.
** Pada teks tulisan tangan, nama ilmiah diberi garis bawah yang terpisah untuk nama genus dan nama spesies. {{br}}
* Nama lengkap (untuk hewan) atau singkatan (untuk tumbuhan) dari [[autoritas (biologi)|autoritas]] boleh diberikan di belakang nama spesies, dan ditulis dengan huruf tegak (latin) atau tanpa garis bawah (jika tulisan tangan). Jika suatu spesies digolongkan dalam genus yang berbeda dari yang berlaku sekarang, nama autoritas ditulis dalam tanda kurung. Contoh: ''[[Glycine max]]'' Merr., ''Passer domesticus'' (Linnaeus, 1978) — yang terakhir semula dimasukkan dalam genus ''Fringilla'', sehingga diberi tanda kurung (parentesis).
* Pada penulisan teks yang menyertakan nama umum/trivial, nama ilmiah biasanya menyusul dan diletakkan dalam tanda kurung.
:Contoh pada suatu judul: "PENGUJIANPengujian DAYADaya TAHANTahan KEDELAIKedelai (''Glycine max'' Merr.) TERHADAPTerhadap BEBERAPABeberapa TINGKATTingkat SALINITASSalinitas". (Penjelasan: Merr. adalah singkatan dari autoritas (dalam contoh ini [[E.D. Merrill]]) yang hasil karyanya diakui untuk menggambarkan ''Glycine max''. Nama ''Glycine max'' diberikan dalam judul karena ada spesies lain, ''Glycine soja'', yang juga disebut kedelai.). {{br}}
* Nama ilmiah ditulis lengkap apabila disebutkan pertama kali. Penyebutan selanjutnya cukup dengan mengambil huruf awal nama genus dan diberi titik lalu nama spesies secara lengkap. Contoh: ''Tumbuhan dengan bunga terbesar dapat ditemukan di hutan-hutan Bengkulu, yang dikenal sebagai padma raksasa (''Rafflesia arnoldii''). Di Pulau Jawa ditemukan pula kerabatnya, yang dikenal sebagai ''R. patma'', dengan ukuran bunga yang lebih kecil''.
:Sebutan ''E. coli'' atau ''T. rex'' berasal dari konvensi ini.
Penamaan biologi dapat diperluas hingga tingkat di bawah spesies ([[subspesies]]). Dalam [[zoologi]] penamaan ini disebut "[[trinomial|trinomen]]" sedangkan di bidang [[botani]] penamaan ini disebut "[[trinomial]]".
 
==Tatanama tumbuhan==
 
* Unsur utama yang menjadi ruang lingkup Taksonomi Tumbuhan adalah pengenalan (identifikasi), pemberian nama dan penggolongan atau klasifikasi.
<!--
* Peraturan tentang pemberian nama ilmiah perlu diciptakan agar ada kesamaan pemahaman di antara ahli-ahli Botani di seluruh dunia tentang apa yang dimaksud.
In [[biology]], '''binomial nomenclature''' is the formal method of naming [[species]]. As the word "binomial" suggests, the scientific name of a species is formed by the combination of two terms: the [[genus]] name and the species descriptor. Although the fine detail will differ, there are certain aspects which are universally adopted:
* Nama ilmiah adalah nama-nama dalam bahasa Latin atau bahasa yang diperlakukan sebagai bahasa Latin tanpa memperhatikan dari bahasa mana asalnya.
 
* Setiap individu tumbuhan termasuk dalam sejumlah taksa yang jenjang tingkatnya berurutan.
Tatanama Tumbuhan
* Tingkat jenis (species) merupakan dasar dari seluruh takson yang ada.
# Unsur utama yang menjadi ruang lingkup Taksonomi Tumbuhan adalah pengenalan (identifikasi), pemberian nama dan penggolongan atau klasifikasi.
* Nama-nama takson di atas tingkat suku (familia) diambil dari ciri khas yang berlaku untuk semua warga dengan akhiran yang berbeda menurut tingkatnya.
# Peraturan tentang pemberian nama ilmiah perlu diciptakan agar ada kesamaan pemahaman di antara ahli-ahli Botani di seluruh dunia tentang apa yang dimaksud.
#* Nama ilmiahsuku adalah(familia) nama-namamerupakan dalamsatu bahasakata Latin atau bahasasifat yang diperlakukan sebagai bahasakata Latinbenda tanpaberbentuk memperhatikanjamak. Nama tersebut diambil dari bahasanama manasalah asalnyasatu marga yang termasuk dalam suku tadi ditambah dengan akhiran -aceae.
* Nama marga merupakan kata benda berbentuk mufrad atau suatu kata yang diperlakukan demikian. Kata ini dapat diambil dari sumber mana pun, dan dapat disusun dalam cara sembarang.
# Setiap individu tumbuhan termasuk dalam sejumlah taksa yang jenjang tingkatnya berurutan.
* Nama ilmiah untuk jenis harus bersifat ganda, artinya terdiri atas dua suku kata yang berbentuk mufrad yang diperlakukan sebagai bahasa Latin.
# Tingkat jenis (species) merupakan dasar dari seluruh takson yang ada.
#* Nama-nama takson di atas tingkat suku (familia)ke diambilbawah daridiikuti cirinama khasorang yang berlakumemberikan untuknama semua warga dengan akhiran yangilmiah berbedadalam menurutbentuk tingkatnyasingkatan.
# Nama suku (familia) merupakan satu kata sifat yang diperlakukan sebagai kata benda berbentuk jamak. Nama tersebut diambil dari nama salah satu marga yang termasuk dalam suku tadi ditambah dengan akhiran -aceae.
# Nama marga merupakan kata benda berbentuk mufrad atau suatu kata yang diperlakukan demikian. Kata ini dapat diambil dari sumber mana pun, dan dapat disusun dalam cara sembarang.
# Nama ilmiah untuk jenis harus bersifat ganda, artinya terdiri atas dua suku kata yang berbentuk mufrad yang diperlakukan sebagai bahasa Latin.
# Nama takson tingkat suku ke bawah diikuti nama orang yang memberikan nama ilmiah dalam bentuk singkatan.
-->
 
== Lihat pula ==
== Pranala luar ==
{{wikibooks|Subjek:Biologi/Materi:Tatanama biologi}}
* {{en}} [http://ibot.sav.sk/icbn/no%20frames/Contents.htm Naskah elektronik aturan penamaan botani dari ICBN] (Vienna Code, 2005)
 
* {{en}} [http://ibot.sav.sk/icbn/no%20frames/Contents.htm Naskah elektronik aturan penamaan botani dari ICBN] ( Vienna Code, 2005)
* {{en}} [http://www.iczn.org/iczn/index.jsp?nfv=true&booksection=contents Naskah elektronik aturan penamaan zoologi dari ICZN]
* {{en}} [http://www.the-icsp.org/ Situs jejaring dariweb Dewan Internasional Sistematika Prokariota, lembaga yang mengatur tatanama Prokariota]
* LKS Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu
 
[[Kategori:Klasifikasi ilmiah]]
 
[[bar:Nomenklatur (Biologie)]]
[[de:Nomenklatur (Biologie)]]
[[hsb:Nomenklatura (biologija)]]
[[nds:Bioloogsche Nomenklatur]]
[[nn:Biologisk nomenklatur]]
[[no:Nomenklatur (biologi)]]
[[sq:Nomenklatura (biologji)]]
[[zh:双名法]]
[[Kategori:Nomenklatur zoologi]]
40.380

suntingan