Cinta Puteri: Perbedaan antara revisi

304 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
== Sinopsis ==
=== Episode 1-18 ===
Puteri (1715) adalah seorang gadis muda yang cantik nandan baik hati, ia hidup bertiga dengan ibu dan adik perempuannya setelah sang ayah meninggalkan mereka begitu saja.
 
Sang ibu Retno (4631) sangat dominan dan bersifat materialistis, wanita itulah yang sejak awal mendorong putrinya menjadi model karena ia berpikir bahwa dengan demikian jalan menuju hidup mewah semakin terbuka lebar.
 
Akibatnya saat Puteri ketahuan menjalin hubungan dengan seorang pemuda sederhana bernama Erwin (16), Retno sangat menentangnya. Ia memaksa sang putri datang ke acara makan malam I Gusti Dewa (24) seorang pangeran dari Denpasar, Bali. Namun, Puteri yang sempat bertemu Dewa di jalan raya kehilangan simpati.
Begitu sampai di rumah dengan membawa Nirmala, Wawan langsung dimarahi istrinya Nita. Meski begitu, Wawan bersikeras untuk mempertahankan Nirmala. Begitu diberitahu, Nita kaget dan sadar kalau Nirmala bakal mengubah hidupnya.
 
=== Episode 20-30-50 ===
Wawan sangat kaget saat tahu dirinya sudah diberi uang banyak untuk mengurus Nirmala. Karena itu, tak heran bila Nita dimarahi dan bahkan diusir dari rumah karena sengaja menelantarkan Puteri.
 
Empat tahun lalu, Puteri (1312) dan Dewi (1413) tumbuh dalam keadaan berbeda. Nama pertama mewakili sifat Retno (4241) yang begitu galak, sementara Puteri telah terbiasa mengalah dari sang adik Tasya (11).
 
Suatu hari, Wawan akhirnya menjelaskan kalau Puteri anak kandungnya. Meski menangis sedih, Puteri tetap menganggap Wawan sebagai ayah yang sangat dicintainya.
 
Tidak terasa 2 tahun kemudian, Puteri (1517) dan Dewi (1618) telah tumbuh dewasa. Dewi memiliki kekasih bernama Erwin (14) yang adalah seorang playboy dan kerap ikut menindas Puteri bersama Juwita (15) dan Nina (16).
 
Puteri selalu diam dan tidak melawan, namun ia dibantu oleh sahabatnya Ricky (1619) dan Rita (15). Meski kerap ditindas, Puteri selalu berusaha menutupi kesalahan Dewi dari kepala sekolahnya Krisna dan Anita sang guru. Keruan saja, Ricky curiga hal itu dilakukan karena Puteri takut dengan Dewi.
 
Suatu ketika, Dewi marah besar pada Puteri karena gadis itu diantar Ricky pulang ke rumah, ia langsung mengadu pada Retno. Diam-diam, Retno mengancam bakal mendorong Puteri dari balkon bila gadis malang itu berani mengadu pada Wawan.
Dewi tidak mau kalah, ia mulai mengerjai Puteri dengan alat catok rambut hingga saudara kandungnya itu menangis.
 
Meski sibuk, Wawan bisa merasakan ada sesuatu yang terjadi pada Puteri dan akhirnya memutuskan pulang lebih cepat. Begitu tahu Wawan pulang, Dewi, Retno dan Tasya (1318) berusaha menyembunyikan kejahatan mereka dengan menggantung Puteri di bawah jendela kamar Dewi. Siasat tersebut berhasil, Wawan tidak tahu.
 
Sambil memejamkan mata, Puteri meminta pertolongan Allah. Mendadak, angin bertiup di jendela dan membuat tirai kamar melambai-lambai. Sontak, Wawan bergerak refleks berusaha menutup jendela. Yang pucat adalah Dewi, Retno, dan Tasya, mereka takut Wawan menemukan Puteri. Retno meminta maaf dengan Puteri, dan agar Retno sayang sama Puteri. Sementara Dewi dan Tasya belum bisa memaafkan karena Puteri diangap pembawa sial. Retno akhirnya mengetahui bahwa Dewi ialah anak angkatnya. Namun di tempat kejadian terjadi gempa bumi dan Retno harus berjuang untuk memberi tahu kepada Dewi bahwa ia adalah anak angkatnya.
Tasya dan Dewi ternyata salah. Jenazah itu bukan Retno. Allah Maha Besar. Retno ternyata masih hidup, bertahan di tengah puing-puing hotel. Puteri pun akhirnya berhasil menyelamatkan Retno. Namun Dewi dan Tasya yang tidak menyadari kekeliruan ini, terkejut melihat Puteri berhasil membawa Retno pulang dalam kondisi tidak sadarkan diri.
 
Sesampainya di Jakarta, kondisi Retno menurun dan berubah koma. Kenyataan Tasya berbohong soal Dewi yang harusnya diungkapkan malah tidak terjadi. Dewi tidak berdiam diri. Ia berusaha menghabisi Retno di rumah sakit. Saat usaha Tasya hampir berhasil, tiba-tiba Retno sadar dari komanya. Tasya amat sangat ketakutan dan mencoba kabur, tapi ia malah tertangkap. Sedangkan Dewi terjatuh pingsan karena syok. Puteri mencoba untuk menyelamatkan Tasya dari api yang membara. Ternyata Dewi yang udah menaburkan minyak ingin membakar Puteri dan Tasya. Dewi ingin membuang api terus Dewi terlihat Retno syok dan jatuh pengsan. Mancisnya gugur dan tanpa dia sedari, minyak gugur di kakinya. Ternyata, perangkap makan tuan.
 
{{tv-stub}}
701

suntingan